Luthfi Dihukum Berat, Menteri Suswono Terancam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Suswono. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian Suswono. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hukuman berat terhadap bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, ditengarai bakal berdampak pada kader PKS lain yang diduga berada dalam pusaran kasus tersebut. Komisi Pemberantasan Korupsi telah memberi sinyal bakal ada tersangka baru.

    "Peluangnya terbuka," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Istora Senayan, Senin, lalu.

    Kader PKS yang kerap dikaitkan dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi itu adalah Menteri Pertanian Suswono. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, Luthfi bertugas mempengaruhi Menteri Suswono untuk mengabulkan tambahan kuota impor dari PT Indoguna Utama, importir daging sapi.

    "Terdakwa memfasilitasi saksi Maria Elizabeth Liman (Bos PT Indoguna) bertemu Menteri Pertanian Suswono," kata jaksa dalam persidangan Luthfi sebelumnya, "Terdakwa mengarahkan saksi Maria Elizabeth untuk memberi data daging kepada Menteri Pertanian sebagai alasan penambahan kuota." Pertemuan yang disebut-sebut terjadi di Hotel Aryaduta, Medan, Sumatera Utara, 11 Januari lalu, lantas membuat Luthfi dijanjikan komisi Rp 40 miliar oleh Maria. Duit panjar pun disetor ke Luthfi Rp 1 miliar melalui pengurusnya, Ahmad Fathanah.

    Direktur Anti-Corruption Committee (ACC), Abdul Muttalib, mendesak KPK segera menetapkan Suswono sebagai tersangka. Ia menganggap peran Suswono dalam fakta persidangan, berupa pertemuan dengan Elizabeth dan memberikan kuota impor daging kepada PT Indonguna, adalah bukti kuat bahwa kader PKS itu ikut terlibat dalam kasus tersebut.

    "Dari fakta persidangan bisa diduga bahwa dia mengetahui ada komisi di balik kebijakannya itu," ucap Muttalib. "KPK harus bisa mengembangkan kasus ini dan menyelesaikannya secara tuntas," ia menambahkan.

    Adapun Mardani Ali Sera, juru bicara PKS, mempersilakan KPK menelisik keterlibatan Menteri Suswono. Ia menyatakan PKS mendukung penuh kasus tersebut diusut tuntas. "Agar kasus ini tuntas, monggo, silakan dibuktikan," ucapnya.

    Namun, ia meminta agar pengusutan kasus tersebut jangan digeneraliasi pada kader PKS saja. Sebab, ada sejumlah tokoh sentral lain yang diduga memiliki peran yang cukup besar. Ia mencontohkan sosok yang disebut bernama Bunda Putri dan Sengman. "Jangan cuma PKS yang disebut," kata dia.

    TRI SUHARMAN

    Terpopuler:
    Tragedi Kereta Bintaro, Truk Tangki Memaksa Masuk?
    Tabrakan Kereta Ulujami Mirip Tragedi Bintaro  
    Ini Cerita Miris Tabrakan Kereta Bintaro 1987  
    Nama 7 Korban Tabrakan Kereta Bintaro di Fatmawati
    Tabrakan Kereta Bintaro, Masinis Meninggal  
    Korban Kereta Bintaro Tak Merasa Masinis Mengerem
    Kereta Tabrak Truk Tangki di Bintaro, Enam Tewas
    Siapa Masinis Kereta Naas di Bintaro?
    Kecelakaan Kereta Bintaro, 10 Pemadam Dikerahkan  
    78 Nama Korban Tabrakan Kereta Bintaro  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.