60 Aliran Kepercayaan di Jawa Tengah Musnah  

Reporter

Sejumlah penghayat kepercayaan berebut gunungan saat Kirab Grebek Suro di Padepokan Wulan Tumanggal Desa Dukuh Tengah, Kabupaten Tegal, Jateng (4/11). ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Semarang - Jumlah aliran kepercayaan di Jawa Tengah yang masih hidup semakin lama semakin berkurang. Menurut data dari Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem), ada 60 aliran kepercayaan di Jawa Tengah yang sudah tidak aktif lagi alias musnah.

“Semula jumlah aliran kepercayaan di Jawa Tengah 396, tapi yang 60 aliran sudah tidak aktif lagi,” kata Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama Jawa Tengah Tedi Kholiluddin kepada Tempo di Semarang, Rabu, 27 November 2013. 

Dia memperkirakan, keberadaan aliran kepercayaan semakin terpinggirkan setelah pengesahan Undang-Undang Administrasi Kependudukan, di mana salah satu pasalnya, yakni pasal 64 ayat (1), menyatakan setiap warga negara Indonesia harus memilih satu di antara enam agama yang diakui pemerintah sebagai identitas dirinya.

Tedi menyebutkan jumlah dan asal aliran kepercayaan yang musnah itu: delapan aliran kepercayaan di Semarang, tiga di Kudus, lima di Blora, tiga di Brebes, enam di Slawi, empat di Solo, sebelas di Klate, lima di Wonogiri, delapan di Purworejo, enam di Wonosobo, dan dua di Mungkid.

Di Semarang, aliran kepercayaan dan kelompok penghayat yang sudah hilang adalah Kawruh Kodratullah, Gaibing Pangeran, Agama Islam Alim Adil, Children of God, Darul Hadist, Inkarussunnah, Agama Jowo Sanyoto, dan Satrio Sejati.

Ada dua faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaan ini. Pertama, faktor internal, yakni karena proses regenerasi yang tidak berjalan. Anak-anak muda tidak terlalu tertarik pada ajaran leluhur mereka karena interaksi dengan dunia luar.

Kedua, faktor eksternal, yakni pemerintah dan masyarakat yang membubarkan mereka atas desakan kelompok tertentu, yang belum bisa menerima eksistensi mereka. Biasanya, kata Tedi, pemerintah ditekan kelompok agama tertentu untuk melarang aliran kepercayaan karena mereka dianggap menyimpang atau sesat.

Padahal, kata Tedi, dalam perspektif kehidupan keberagamaan, antara satu kelompok dan kelompok lain harus ada sikap saling menghargai, dan suatu kelompok tidak bisa menuduh kelompok lain sesat.

Karena itu, Tedi meminta pemerintah dan lembaga lain berhati-hati dalam memberikan label sesat kepada sebuah aliran kepercayaan. Sebab, label itu biasanya menjadi justifikasi bagi kelompok tertentu untuk melakukan tindak kekerasan atau pemusnahan.

Selama 2012, tercatat ada beberapa peristiwa berlatar belakang agama yang melibatkan kelompok aliran kepercayaan. Di antaranya, vonis empat tahun penjara terhadap pemimpin aliran Amanat Keagungan Ilahi (AKI) Klaten, Andreas Guntur.

Lalu ada penolakan pembangunan Sanggar Sapto Darmo di Rembang, pembongkaran Sanggar Aliran Ngesthi Kasampurnan di Sumowono, Kabupaten Semarang, dan pembubaran Aliran Sheh Abas Maulana Malik Ibrahim di Temanggung, yang terjadi Maret lalu.

ROFIUDDIN

Terpopuler




 






Meme Stupa Borobudur Mirip Jokowi, Wamenag: Simbol Agama Jangan Dipakai Olokan

14 hari lalu

Meme Stupa Borobudur Mirip Jokowi, Wamenag: Simbol Agama Jangan Dipakai Olokan

Wamenag meminta agar simbol keagamaan tidak dijadikan sebagai bahan olokan karena akan melukai perasaan umat beragama yang bersangkutan.


Beri Orasi Ilmiah, Prabowo Minta Jangan Mau Dipecah Belah dengan Isu Agama

24 hari lalu

Beri Orasi Ilmiah, Prabowo Minta Jangan Mau Dipecah Belah dengan Isu Agama

Prabowo mengingatkan pada seluruh wisudawan agar tidak pernah mau diajak atau terjerumus pada ajaran yang radikal.


Buya Syafii Maarif Wafat, Begini Pemikirannya tentang Negara dan Agama

35 hari lalu

Buya Syafii Maarif Wafat, Begini Pemikirannya tentang Negara dan Agama

Kepergian Buya Syafii membuat orang mengenang pemikirannya tentang agama dan negara. Berikut pandangan Buya Syafii tentang hubungan negara dan agama.


Singapura Imbau Warga, Hati-hati Ceramah UAS

38 hari lalu

Singapura Imbau Warga, Hati-hati Ceramah UAS

Warganya Singapura diminta berhati-hati dan cerdas dalam menyikapi pengkhotbah asing usai kasus UAS ditolak masuk Singapura, ramai.


Top 3 Dunia: Perempuan Afghanistan Melawan dan Agama Tertua di Dunia

39 hari lalu

Top 3 Dunia: Perempuan Afghanistan Melawan dan Agama Tertua di Dunia

Top 3 dunia pada 23 Mei 2022, di antaranya berisi pemberitaan soal larangan dari Taliban agar pembaca berita perempuan menutupi wajah mereka.


Deretan Agama-agama Tertua di Dunia

39 hari lalu

Deretan Agama-agama Tertua di Dunia

Manusia sejak ribuan tahun lalu sudah memeluk agama sebagai pedoman hidup.


Kementerian Luar Negeri: Penolakan UAS Sesuai Yurisdiksi Singapura

43 hari lalu

Kementerian Luar Negeri: Penolakan UAS Sesuai Yurisdiksi Singapura

Kementerian Luar Negeri mengatakan penolakan Ustad Abdul Somad atau UAS masuk Singapura sesuai dengan yurisdiksi negara tersebut.


Muktazilah, Aliran Islam yang Mengutamakan Akal dalam Teologi

13 April 2022

Muktazilah, Aliran Islam yang Mengutamakan Akal dalam Teologi

Fenomena keberagaman aliran Islam sudah ada ratusan tahun silam


Ganjar Pranowo Kunjungi Ketua Umum Nahdlatul Wathan di Lombok Timur

21 Maret 2022

Ganjar Pranowo Kunjungi Ketua Umum Nahdlatul Wathan di Lombok Timur

Ganjar Pranowo mengunjungi kediaman Ketua Umum Nahdlatul Wathan TGKH Muhammad Zainuddin Atsani di Lombok Timur.


Apakah Islam Melarang Pernikahan Beda Agama?

12 Maret 2022

Apakah Islam Melarang Pernikahan Beda Agama?

Agama Islam melarang adanya pernikahan beda agama.