Tersangka Baru Kericuhan MK Diumumkan Jumat Malam Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Reserse Kriminal polres Jakarta Pusat mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku perusakan ruang sidang MK  di Wisma Nusantara, Jakarta (14/11). TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Reserse Kriminal polres Jakarta Pusat mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku perusakan ruang sidang MK di Wisma Nusantara, Jakarta (14/11). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akan mengumumkan tersangka baru kasus kericuhan di Mahkamah Konstitusi pada Jumat, 15 November 2013, malam. Kericuhan berlangsung kemarin seusai pembacaan putusan sengketa pemilihan ulang kepala daerah di Provinsi Maluku.

    "Akan ditetapkan malam nanti, ada tersangka baru atau tidak," ujar juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Jumat, 15 November 2013. Sebanyak 15 orang yang diperiksa siang ini sudah dikirim ke Mapolda Metro Jaya. Kasus yang sebelumnya ditangani oleh Polres Jakarta Pusat itu dilimpahkan dengan alasan skala kasus yang besar.

    Di antara belasan orang itu, terdapat calon Wakil Gubernur Maluku, Daud Sangadji. Ia ditangkap kemarin malam di Wisma Nusantara seusai kericuhan di Mahkamah Konstitusi.

    Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni MS dan Fs. Keduanya tertangkap CCTV MK sedang memimpin aksi massa dalam kericuhan kemarin siang. Mereka dijerat dengan Pasal 406 dan 170 KUHP tentang perusakan. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, para pelaku diancam dengan Pasal 217 KUHP tentang penghinaan terhadap peradilan. Mereka diancam kurungan 3 minggu.

    MK Kamis lalu membacakan putusan terhadap sengketa pilkada Provinsi Maluku. Ada empat perkara yang putusannya akan dibacakan. Namun, setelah putusan perkara Nomor 94/PHPU/.D-XI/2013 selesai dibacakan, massa pendukung pemohon gugatan merasa tidak puas dan mengobrak-abrik gedung MK. (Baca: Kapolri: Penjagaan Polisi di MK Sudah Benar)

    M. ANDI PERDANA

    Topik Terhangat
    Korupsi Hambalang | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut | Adiguna Sutowo

    Berita Terkait
    Agung Laksono: Kerusuhan di MK Tindakan Barbar 
    MK: Silakan Uji Putusan Pilkada 
    Kubu Herman-Daud Bantah Pendukungnya Kacaukan MK 
    Ketua MK: Perusuh Minta Pemungutan Ulang Ketiga 
    Hamdan Minta Polri Tangkap Otak Kerusuhan di MK  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.