Wawancara Anas: Dari Hambalang sampai Athiyyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat menolak keras tuduhan keterkaitan dirinya dalam kasus korupsi proyek pembangunan stadion dan sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ia berkomentar

    Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat menolak keras tuduhan keterkaitan dirinya dalam kasus korupsi proyek pembangunan stadion dan sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ia berkomentar "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, 9 Maret 2012 silam. TEMPO/Suryo Wobowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi tersangka Hambalang tak membuat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum seperti “diterungku”. Kemarin, Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu menggelar dialog di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Seusai acara itu, ia menjawab pertanyaan Tempo seputar kasusnya.

    Dalam dakwaan Deddy Kusdinar terkait Hambalang, Anda disebut menerima Rp 2,2 miliar?
    Tidak pernah. Dulu katanya Rp 100 M, kemudian berkurang lagi Rp 50 M, sekarang tinggal Rp 2,2 miliar, ke mana dong yang lain?

    Duit itu disebut jaksa dibagikan ketika Kongres Demokrat di Bandung?
    Tinggal dibuktikan saja, betul atau tidak. Tapi, yang saya yakini, yang memilih saya tidak ada yang karena dibeli, tapi karena melihat visi dan misi. Tuduhan itu bagian dari skenario politik.

    Anda menilai kasus itu hanya mengarah ke Anda, tapi yang lain ditutupi?
    Sangat, sangat ada itu. Ada kesan menghindari peran Bu Pur (sebelumnya KPK sudah memeriksa Bu Pur atau Sylvia Sholehah, yang disebut-sebut dekat dengan keluarga Susilo Bambang Yudhoyono).

    Bu Pur yang Anda maksud itu siapa?
    Saya tahu, tapi tidak akan saya ceritakan.

    Ada yang menyebut Bu Pur itu adalah Bunda Putri?
    Bunda Putri ada di rumah saya, itu istrinya sopir saya. Anaknya namanya Putri, jadi ibunya dipanggil Bunda Putri, dong.

    Istri Anda disebut jaksa masih Komisaris PT Dutasari Citralaras, subkontraktor Hambalang?
    Sudah berhenti sejak awal 2009. Waktu menjadi komisaris juga belum pernah ke kantornya.

    Atthiyah, istri Anda, kenal dekat Mahfud Suroso, Komisaris Dutasari?
    Atthiyah dekatnya dengan saya.

    Soal penetapan Mahfud sebagai tersangka Hambalang katanya mengganggu istri Anda?
    Enggak ada hubungannya.

    SUNDARI

    Terpopuler:
    Demokrat: SBY Tak Bermaksud Kritik Jokowi, tapi... 
    Empat Selingkuhan Hakim Vica Menulis Testimoni
    Nasib Istri Anas di Hambalang, Ini Kata Bos KPK
    Serang Jokowi, Kubu SBY Dinilai Salah Tembak 
    Anas: Athiyyah Laila Tak Harus Ditulis Istri Anas
    Proyek Perusahaan Istri Anas Terbesar di Hambalang 
    Miss Jinjing: Atut Bisa Sejajar Victoria Beckham
    Belajar Payudara di Dada Asli; Juga yang Lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?