Istri Heru Sulastyono Jabat Wakil Bupati Wonosobo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Bupati Wonosobo, Jawa Tengah, Maya Rosida, adalah istri Heru Sulastyono. Heru merupakan pejabat Bea dan Cukai yang ditangkap polisi kemarin. Saat dicokok, Maya sedang dinas ke Batam, Kepulauan Riau, mengikuti acara dinas tentang kabupaten layak anak di Batam pada 28-30 Oktober 2013. (Baca: Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Ekspor Impor)

    Juru bicara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Tri Antoro, mengatakan penangkapan suami Wakil Bupati Maya tidak berhubungan dengan pemerintah kabupaten ini. "Tidak ada korelasinya. Hubungan Bu Maya dengan Pak Heru sifatnya pribadi," kata Tri Antoro, saat dihubungi Tempo, Selasa malam, Selasa malam, 29 Oktober 2013.

    Maya Rosida menjadi Wakil Bupati Wonosobo, mendampingi Kholiq Arif dengan masa periode 2010-2015. Partai pengusung pasangan ini adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Golongan Karya, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, Maya tinggal di Jakarta. Hanya saja, Tri Antoro tidak menyebut jabatan Maya sebelumnya.

    Selasa siang kemarin, 29 Oktober 2013, Heru Sulastyono ditangkap karena dugaaan tindak pidana korupsi atau suap proses ekspor impor dan tindak pidana pencucian uang, Selasa, 29 Oktober 2013. Tempo berusaha menelepon dua nomor telepon seluler Maya. Namun, ketika dihubungi, kedua nomor tersebut tidak terangkat. Pesan pendek yang dilayangkan Tempo juga tidak dibalas. (Baca: Begini Modus Suap untuk Pejabat Bea Cukai)

    SHINTA MAHARANI

    Berita Lainnya:
    Begini Modus Suap untuk Pejabat Bea Cukai  
    Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Ekspor Impor
    Mendagri Tak Tahu FPI Mulai Mengusik Lurah Susan
    Warga Lenteng Agung Resah FPI Usik Lurah Susan
    FPI Demo Lurah Susan, Komnas HAM: Itu Ancaman!
    Aksi Mengusik Lurah Susan, FPI Beri Contoh Buruk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.