Sidang Perdana Etik Akil Mochtar, 4 Saksi Mangkir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dihujani pertanyaan oleh sjeumlah wartawan usai menjalani pemeriksaan narkoba oleh BNN di Gedung KPK, Jakarta, (06/10). TEMPO/Dasril Roszandi

    Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dihujani pertanyaan oleh sjeumlah wartawan usai menjalani pemeriksaan narkoba oleh BNN di Gedung KPK, Jakarta, (06/10). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana kasus pelanggaran etika Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Senin, 7 Oktober 2013. Dari sembilan saksi yang akan diminta keterangan oleh majelis kehormatan, hanya lima saksi yang hadir.

    Kelima saksi yang datang itu adalah Kepala Bagian Protokol MK Teguh Wahjudi, Kepala Subbagian Protokol Ardiyansah Salim, Sekretaris Ketua Yuanna Sisilia, Staf Protokol Samili, dan office boy Sutarman. Sedangkan keempat saksi lainnya tidak ada keterangan apa pun atas ketidakhadiran mereka. (Baca: Saksi: Chairun Nisa Pernah ke Ruangan Akil Mochtar)

    Dalam sidang pertama itu, Majelis Kehormatan MK berupaya mengumpulkan keterangan dan informasi secara internal dengan menghadirkan saksi kunci. Para saksi yang tidak hadir akan diminta keterangan pada hari ini, Selasa, 8 Oktober 2013.

    "Kami masih berusaha meminta saksi lainnya untuk datang dan memberikan keterangan lanjutan," ujar Mahfud Md, anggota Majelis Kehormatan MK, Senin malam.

    REZA ADITYA

    Terhangat:
    Ketua MK Ditangkap | Dinasti Banten | APEC | Info Haji |P

    Berita Terpopuler Lainnya
    Korupsi, Mahfud Md. Siap Potong Jari dan Leher

    5 Tuntutan Jawara Banten Terkait Ratu Atut
    Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri
    g


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.