Ini Senapan Paling Laris di Cipacing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membawa senapan angin yang telah selesai dibuat di rumah produksi senapan angin, Cipacing, Sumedang, Jawa Barat. (27/8). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja membawa senapan angin yang telah selesai dibuat di rumah produksi senapan angin, Cipacing, Sumedang, Jawa Barat. (27/8). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Sumedang - Dari beragam jenis senapan angin yang diproduksi di Cipacing, Sumedang, jenis senapan pompa ialah yang paling laris. Menurut Ketua Koperasi Bina Karya, Idih Sunaedi, 70 tahun, senapan angin jenis pompa laris karena harganya yang murah.

    "Pompa berfungsi untuk memampatkan udara lalu melepaskannya dan melontarkan proyektil," kata Idih, ketika ditemui di koperasinya, Jalan Cikeruh, Sumedang, Jumat, 27 September 2013.

    Senapan angin tipe pompa, lanjut Idih, dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara pelepasan anginnya, knock open valve dan dumping system. Cara kerja sistem knock open valve mirip dengan senjata api. Di bagian dalam senapan, terdapat pemukul seperti palu untuk melontarkan proyektil, sementara bagian luarnya menggunakan pelatuk.

    Adapun dumping system berkerja dengan menggunakan klep yang dapat terbuka penuh saat pelatuk terpicu. Idih mencontohkan, beberapa senapan angin yang menggunakan sistem knock open valve yaitu senapan angin dengan tipe Benyamin Sheridan, Titan, Falcon, Kalong, dan Kuda. Sementara untuk dumping system, jenis senapan angin yang sering digunakan yaitu jenis Sharp Dragon, Innova, Ace, dan Shapto. "Harga senapan angin tipe pompa berada di kisaran Rp 160-165 ribu," katanya.

    Adapun tipe lainnya yang menjadi barang laris bagi pengrajin dan pengusaha senapan angin, adalah tipe per/pegas. "Per atau pegas berguna untuk memompa udara yang nantinya berfungsi sebagai pendorong proyektil," ujarnya.

    Untuk yang bertipe pegas, kata Idih, senapan angin dibagi ke dalam tiga jenis yaitu, tipe under lever, side lever, dan senapan patah laras. Pembagian tipe itu, lanjutnya, dibagi berdasarkan cara kerja penekanan pada pegas sehingga senapan dalam keadaan terkokang dan siap tembak.

    Senapan angin tipe per/pegas dapat dibeli dengan harga Rp 300 - 325 ribu. Senapan angin tersebut menjadi ciri khas senapan Cipacing sebab sudah diperjualbelikan sejak puluhan tahun yang lalu.

    Adapun yang termahal yaitu senapan angin dengan tipe PCP. Meski harganya mahal, senapan angin jenis PCP memiliki tekanan udara yang besar, mencapai 2.000 sampai 3000 psi. Kata Idih, besar tekanan udara tersebut dapat melontarkan proyektil dengan kecepatan 1.000 fps.

    "Cara kerjanya, pengguna harus melakukan pompa 100-500 kali untuk menembakan pellet sebanyak 10 kali, tergantung dengan kekuatan per pemukul," ujarnya. Karena harganya yang mahal, jenis PCP sedikit peminat. Harga senapan angin jenis itu mencapai Rp 1- 5 juta.

    Namun akibat maraknya penggerebekan kepolisian terhadap beberapa perakit senjata api Cipacing, Sumedang, penjualan senapan angin Cipacing melorot hingga 70 persen. Dalam sebulan biasanya para pengrajin dapat menjual 50-60 pucuk senapan angin. Kini, per bulan, mereka hanya bisa menjual 6-7 pucuk senapan angin.

    PERSIANA GALIH


    Berita Terpopuler
    Inilah Kasus Besar yang Ditangani Mun'im Idris
    Mun'im Idris Dikenal Dermawan
    Otobiografi Mun'im: Sepotong Jasad, Seribu Cerita
    Ini Profil Lengkap 10 Calon Dirjen Pemasyarakatan
    Mun'im Idris Meninggal Akibat Kanker Pankreas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.