Sehari 900 Pekerja Pabrik di Purwakarta Terkena PHK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Purwakarta:Dalam sehari, sekitar 900 pekerja sejumlah perusahaan industri tekstil, sandang dan kulit di Purwakarta, Jawa Barat, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Selasa (8/1). Ribuan lainnya diperkirakan akan mengalami nasib serupa. PHK paling besar dilakukan perusahan sandang PT Il Jin Sub Garment di Jalan Raya Bungursari. Sebanyak 608 pekerja dikeluarkan oleh perusahaan milik Korea Selatan itu. Sedang PT Kuju Indonesia yang memproduksi jaket kulit dan tas memecat sekitar 200 karyawan. Pabrik di Jalan Raya Kembang Kuning, Jatiluhur, tersebut melempar barang produksinya ke Amerika Serikat, Eropa dan Brazil. Selain pemecatan, ada pula buruh pabrik yang tidak menerima pembayaran gaji bulan Desember lalu. Seperti terjadi di PT Ichikawa, dimana ratusan pekerja berunjuk rasa. Perusahaan yang memproduksi barang-barang elektronika juga telah memecat 90 karyawan. Tak sedikit pekerja yang memahami keputusan manajemen perusahan. "Mau apalagi, perusahaan memang sedang pailit. Kesusahan ekspor dan tidak punya order," keluh seorang pekerja PT Kuju Indonesia. Neneng, karyawan PT Il Jin Sub Garment mengaku mendapatkan pesangon dua kali gaji. "Saya dapat Rp 800 ribu," akunya. General Manager PT Il Jin Sub Garment, Ujang Suryadi, mengatakan tindakan PHK tersebut tidak dapat dihindarkan. “Itu pilihan sulit yang harus kami ambil,” ujar Ujang yang juga Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Industri Indonesia di Purwakarta. Ia mengungkapkan perusahaan semakin sulit mendapatkan order ekspor sejak aksi teroris yang menghancurkan gedung kembar WTC di New York, 11 September tahun lalu. Ini memperburuk situasi berkaitan krisis ekonomi yang terjadi sejak 1998. "Sejak tragedi WTC, ekspor ke Amerika dan Eropa tak lagi jalanm,” ujarnya. Ia pun kebingungan harus menggaji 2.150 karyawan yang tidak terkena PHK. Perusahaan harus siap uang tunai Rp 1,5 miliar setiap bulan untuk membayar pekerja. (Nanang Sutisna - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.