Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Suami-Istri Korban Rusuh Tinju Nabire Dimakamkan  

image-gnews
Foto pernikahan Yanus Manibui dan istrinya Anance Woyaa yang menjadi korban kerusuhan di stadion olahraga Kota Lama, saat penonton mengamuk akibat petinju lokal mereka kalah, di Nabire, Papua, Senin (15/7). AP
Foto pernikahan Yanus Manibui dan istrinya Anance Woyaa yang menjadi korban kerusuhan di stadion olahraga Kota Lama, saat penonton mengamuk akibat petinju lokal mereka kalah, di Nabire, Papua, Senin (15/7). AP
Iklan

TEMPO.CO, Nabire - Pasangan suami istri, Yanus Manubui, 29 tahun, dan Anance Woyaa, 29 tahun, dikuburkan di pemakaman umum Kalibobo, Nabire, Rabu, 17 Juli 2013. Keduanya merupakan bagian dari korban kerusuhan pada saat berlangsung pertandingan tinju Bupati Nabire Cup di Gedung Olahraga (GOR) Kota Lama Nabire, Ahad, 14 Juli 2013 lalu.

Isak tangis keluarga mengiringi kepergian jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat ikut dalam proses pengantaran jenazah. Ratusan warga ikut mengantar almarhum yang dikenal ramah di kompleks Kota Lama.

"Kami merasa kehilangan, ini kejadian yang tidak terduga," kata Charles Tawaru, kerabat korban saat ditemui Tempo, Rabu siang.

Sebelum dibawa ke tempat pemakaman, keluarga dan kerabat korban melakukan ibadah di rumah duka di Jalan Trikora, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire. Rumah korban tidak jauh dari GOR Nabire.

Dari pantauan Tempo, korban dimasukan dalam dua mobil jenazah. Usai ibadah pelepasan, kedua mobil langsung menuju pemakaman sekitar pukul 12.00 WIT.

Yanus Manubui adalah karyawan pada PT Panca Niaga, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. Keduanya tewas terinjak saat hendak meloloskan diri di depan pintu GOR Nabire dalam bentrok berdarah itu. "Saya melihat langsung bagaimana para korban diinjak injak. Kejadian malam itu sangat tragis," ujar Aris Baab, keluarga korban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aris mengatakan, pada saat kerusuhan terjadi, tidak ada aparat keamanan, sehingga tidak bisa diatasi. "Hanya ada dua orang polisi, sedangkan jumlah massa ribuan orang, bagaimana bisa mengatasinya. Polisi datang dua puluh menit setelah peristiwa," ucapnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya mengatakan, sampai Rabu hari ini belum seorang pun yang dijadikan tersangka. Namun, dia berjanji akan menuntaskan kasus kerusuhan tersebut. "Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi. Sudah 14 orang yang dimitai keterangan,” tuturnya.

JERRY OMONA

Terpopuler:
Yusuf Mansur Bantah Investasi Miliaran di Mekah
Muslim Uighur Dipaksa Makan Selama Ramadan
Jokowi: Nama Saya Siapa? Anak Kecil: Sukowi!
Gerindra Siapkan Jokowi Jadi Presiden 2019
Wanita ini Menyesal Dapat Lotere Rp 29 Miliar
Disebut `Sukowi`, Jokowi Mesem

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kilas Balik Kerusuhan Berbau Rasial 13 Mei 1969 di Malaysia

2 hari lalu

Kerusuhan rasial Malaysia 13 Mei 1969. Wikipedia
Kilas Balik Kerusuhan Berbau Rasial 13 Mei 1969 di Malaysia

Inilah peristiwa kerusuhan massal nan kelam di Malaysia yang menewaskan sedikitnya 184 Orang


Kerusuhan 13 Mei 1969 Terjadi di Malaysia dan Penjarahan 13 Mei 1998 di Indonesia Jadi Kenangan Kelam

2 hari lalu

Massa membalik dan membakar mobil pada kerusuhan tanggal 14 mei 1998 di jalan hasyim ashari, Jakarta [ Bodhi Chandra/ DR; 20000422 ].
Kerusuhan 13 Mei 1969 Terjadi di Malaysia dan Penjarahan 13 Mei 1998 di Indonesia Jadi Kenangan Kelam

Indonesia dan Malaysia punya kenangan kelam pada kerusuhan dan penjarahan pada 13 Mei, pada 1969 dan 1998. Berikut kejadiannya.


Cara Menangani Gejala PTSD yang kerap Dialami Setelah Mengalami Trauma

2 hari lalu

Ilustrasi trauma (pixabay.com)
Cara Menangani Gejala PTSD yang kerap Dialami Setelah Mengalami Trauma

Seseorang akan berusaha sekeras mungkin untuk menghindari tempat, situasi, benda, dan orang yang mengingatkannya akan peristiwa trauma tersebut.


Ibu Kota Haiti Chaos: Crazy Rich dan Toko Dirampok, Mayat Bergelimpangan di Jalanan

57 hari lalu

Demonstran mengambil bagian dalam protes menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Haiti Ariel Henry, di Port-au-Prince, Haiti, 6 Februari 2024. REUTERS/Ralph Tedy Erol
Ibu Kota Haiti Chaos: Crazy Rich dan Toko Dirampok, Mayat Bergelimpangan di Jalanan

Haiti dilanda kerusuhan setelah geng kriminal menguasai negara ini dan memaksa perdana menteri Ariel Henry mundur.


Bawaslu RI Ungkap Potensi Kerawanan Pilkada 2024, Kerusuhan Selalu Ada

15 Maret 2024

Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI Rahmat Bagja ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso Joharsoyo.
Bawaslu RI Ungkap Potensi Kerawanan Pilkada 2024, Kerusuhan Selalu Ada

Bawaslu RI menyebut potensi kerawanan Pilkada 2024 dikarenakan persaingan yang sangat tinggi antarcalon kepala daerah.


Situasi Makin Kacau, Geng Kriminal Haiti Ancam Perang Saudara Jika PM Tak Mundur

9 Maret 2024

Demonstran mengambil bagian dalam protes menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Haiti Ariel Henry, di Port-au-Prince, Haiti, 6 Februari 2024. REUTERS/Ralph Tedy Erol
Situasi Makin Kacau, Geng Kriminal Haiti Ancam Perang Saudara Jika PM Tak Mundur

Haiti dikuasai geng kriminal yang mengancam akan melakukan pembantaian massal jika Perdana Menteri Ariel Henry tak mundur dari jabatannya.


34 Terdakwa Kerusuhan Aksi Bela Rempang Dituntut Beragam, Dari 3 Bulan Sampai 10 Bulan

4 Maret 2024

Warga Rempang yang menolak relokasi ikut memberikan dukungan kepada terdakwa aksi bela Rempang dalam sidang, Senin 4 Maret 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
34 Terdakwa Kerusuhan Aksi Bela Rempang Dituntut Beragam, Dari 3 Bulan Sampai 10 Bulan

Kerusuhan di Pulau Rempang antara warga dan aparat pecah pada 7 Agustus 2023. Warga menolak pengukuran lahan yang dilakukan pemerintah


Perang Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang, Mayat-mayat Tergeletak di Jalanan

19 Februari 2024

Human interest - Peserta perang antar suku di Festival Lembah Baliem, Wamena, Papua. Tempo/Rully Kesumaru
Perang Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang, Mayat-mayat Tergeletak di Jalanan

Papua Nugini dilanda perang suku terbesar dalam sejarah. PM Australia ikut resah.


Ketidaksetaraan Jadi Pemicu Kerusuhan Sampit 2001

18 Februari 2024

Evakuasi pengungsi suku Madura saat kerusuhan Sampit, Kalimantan Tengahp pada 2 Maret 2001. TEMPO/Bambang Kartika Wijaya
Ketidaksetaraan Jadi Pemicu Kerusuhan Sampit 2001

Apa pemicu kerusuhan Sampit? Kondisi ekonomi yang sulit dan ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya memperburuk ketegangan antara kedua komunitas


Kilas Balik 23 Tahun Tragedi Kerusuhan Sampit Kalimantan Tengah

18 Februari 2024

Evakuasi pengungsi suku Madura saat kerusuhan Sampit, Kalimantan Tengahp pada 2 Maret 2001. TEMPO/Bambang Kartika Wijaya
Kilas Balik 23 Tahun Tragedi Kerusuhan Sampit Kalimantan Tengah

Kerusuhan Sampit ini menyebabkan lebih dari 500 orang meninggal dengan lebih dari 100.000 penduduk Madura kehilangan tempat tinggal di Kalimantan.