Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kerusuhan 13 Mei 1969 Terjadi di Malaysia dan Penjarahan 13 Mei 1998 di Indonesia Jadi Kenangan Kelam

image-gnews
Massa membalik dan membakar mobil pada kerusuhan tanggal 14 mei 1998 di jalan hasyim ashari, Jakarta [ Bodhi Chandra/ DR; 20000422 ].
Massa membalik dan membakar mobil pada kerusuhan tanggal 14 mei 1998 di jalan hasyim ashari, Jakarta [ Bodhi Chandra/ DR; 20000422 ].
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Malaysia punya kenangan kelam pada kejadian tanggal 13 Mei, meski di tahun berbeda. Di Indonesia, 13 Mei diperingati sebagai hari kerusuhan rasial terhadap warga Tionghoa yang terjadi pada 1998. Sementara di Malaysia, pada 13 Mei juga diperingati sebagai hari menyedihkan karena terjadi kerusuhan antara etnis Cina dengan Melayu pada 1969.

Seperti apa kisah kelam 13 Mei di Malaysia dan Indonesia ini?

Malapetaka 13 Mei di Malaysia

Disadur dari laporan Majalah Tempo edisi Sabtu, 7 November 1987, bentrokan antar “kaum” atau golongan – khususnya Cina dan Melayu – di Malaysia kala itu memang sering terjadi. Tapi yang paling mengerikan meledak pada 13 Mei 1969. Peristiwa itu menewaskan 196 jiwa, sementra 1.019 orang dinyatakan hilang dan 9.143 orang dibekap dalam penjara.

Kejadian berawal di Kuala Lumpur, Malaysia. Hari Sabtu, 10 Mei 1969 itu, lebih dari 500 ribu penduduk memadati tempat-tempat pemungutan suara, untuk memilih para calon dari 7 partai yang akan menduduki 144 kursi di Dewan Ra’ayat. Di hari penghitungan suara keesokan harinya, sekelompok pendukung partai oposisi, DAP dan Gerakan, merayakan kemenangannya.

Sebetulnya ketika itu belum dipastikan mereka unggul suara dari Barisan Nasional, tapi angin kemenangan memang sudah terasa. Sambil melambaikan bendera partai dan membunyikan klakson kendaraan, mereka berparade di jalan-jalan utama Kuala Lumpur. Mereka, dari golongan Cina, turut meneriakkan yel-yel yang panas ke arah golongan Melayu.

Barisan Nasional tak tinggal diam. Pada 13 Mei 1969, rencana parade tandingan – dipimpin Menteri Besar Selangor, Dato Harun bin Idris – disusun. Ratusan pendukung Barisan Nasionai berduyun-duyun menuju ke kediaman Ketua UMNO Selangor itu. Namun, kabar buruk datang dari Kuala Lumpur. Serombongan pemuda Melayu yang akan bergabung dengan mereka dilempari botol dan batu oleh kelompok Cina dan India di Setapak utara Malaysia.

Mendengar hal itu, kelompok Barisan Nasional yang sudah berkumpul di Selangor panas hati. Sambil membawa batu, pisau, bom api, pipa, dan bambu runcing, mereka menjalar ke Jalan Raja Muda dan Jalan Hale, menuju perkampungan Cina. Bentrokan rasial pun meledak di seantero Malaysia, ketika serombongan pemuda itu dihadang orang-orang Cina bersenjata dari kawasan Chow Kit, Kuala Lumpur.

Kaum Melayu, mengenakan ikat kepala merah atau putih, menjadi beringas dan membantai penduduk Cina serta membakar tempat tinggalnya. Sementara itu, pihak golongan Cina bersenjatakan pistol dan senjata laras pendek, mendatangi rumah-rumah Melayu dan bertindak sama. Malahan puluhan penonton tak berdosa kedapatan mati di tempat duduk beberapa gedung bioskop, malam itu.

“Kuala Lumpur menjadi lautan api,” tulis Teunku Abdul Rahman, ketika “Bapak Bangsa” Malaysia ini (waktu itu Perdana Menteri) mengenang kejadian tragis itu dalam sebuah bukunya.

Walau jam malam diberlakukan pada pukul 20.00, kerusuhan komunal secara sporadis terus berlangsung di berbagai tempat. Situasi yang semakin memburuk menyebabkan Diputi Perdana Menteri Tun Abdul Razak menurunkan sekitar 2.000 personel militer plus 3.600 polisi ke Kampong Bahru dan Chow Kit pada pukul 22.00. Tanpa koordinasi yang rapi – hanya berbekal “perintah tembak”, tentara yang umumnya berasal dari Serawak menembak secara membabi buta siapa saja yang tampak dalam kegelapan malam di Kuala Lumpur. Korban jiwa pun kian meningkat dalam beberapa hari.

Kerusuhan rasial yang berkepanjangan itu akhirnya dibendung dengan mengumumkan negara dalam keadaan darurat. Sebuah komite khusus beranggota 8 orang dibentuk Tunku Abdul Rahman. Dengan Tun Abdul Razak sebagai ketuanya, komit bernama National Operations Council (NOC) diberi wewenang menangani kerusuhan rasial lewat dekrit yang dikeluarkan. Serangkaian penangkapan dan pembekuan media massa dilakukan untuk memadamkan panasnya situasi politik dalam negeri.

Seminggu kemudian, jam malam di beberapa daerah dicabut dan media massa diizinkan terbit melalui sensor ketat. Kegiatan sehari-hari pun berangur pulih di antara beberapa penangkapan masal yang masih dilakukan pihak pemerintah. Sementara itu, NOC mengeluarkan dua keputusan penting. Yakni: “Essential Goodwill Regulations” (politik) dan “New Economic Strategy” (ekonomi), yang masing-masing bertujuan mewujudkan persatuan multirasial dan “memberi kesan baru dalam rencana pembangunan Malaysia”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selanjutnya: Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

13 jam lalu

Warga negara Malaysia, yang dievakuasi dari kekerasan mematikan di Bangladesh, disambut oleh anggota keluarga saat mereka tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, 23 Juli 2024. REUTERS/Hasnoor Hussain
Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

Malaysia mengevakuasi 123 warganya dari Bangladesh menyusul demonstrasi mahasiswa memprotes kebijakan penerapan sistem kuota penerimaan pegawai


DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

1 hari lalu

Sebagian barang bukti pabrik narkoba yang digerebek Mabes Polri bersama Ditjen Bea Cukai dan Polda Jatim dipajang di meja sebelum jumpa pers Bareskrim Polri di Kota Malang, Rabu sore, 3 Juli 2024. Barang bukti yang diamankan antara lain, barang jadi narkoba tembakau sinte (gorila) seberat 1,2 ton, 25 ribu pil ekstasi, dan 25 ribu butir pil xanax, ditambah 40 kilogram bahan baku MDMB-4en-PINACA setara 2 ton produk jadi serta zat kimia yang bisa digunakan untuk memproduksi 2,1 juta ekstasi. TEMPO/Abdi Purmono
DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

KENT, WNA asal malaysia yang menjadi DPO karena terbukti berperan sebagai pemandu pembuatan narkoba di pabrik malang masih belum tertangkap.


Penembakan Picu Kerusuhan di Puncak Jaya, Pj Gubernur Papua Tengah: Sudah Kondusif

2 hari lalu

Kendaraan milik TNI-Polri di bakar massa saat kerusuhan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Foto: ANTARA/HO/Dokumentasi
Penembakan Picu Kerusuhan di Puncak Jaya, Pj Gubernur Papua Tengah: Sudah Kondusif

Kerusuhan terjadi di Mulia, Puncak Jaya, Papua Tengah setelah tiga orang diduga anggota TPNPB-OPM ditembak TNI pada Selasa kemarin


Kapendam Cendrawasih Sebut Situasi di Puncak Jaya Papua Kondusif Usai Rusuh Kamis Lalu

3 hari lalu

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan. Foto: Dok. Pendam XVII/Cenderawasih
Kapendam Cendrawasih Sebut Situasi di Puncak Jaya Papua Kondusif Usai Rusuh Kamis Lalu

Kapendam Cendrawasih XVII Letkol Inf Candra Kurniawan menyebut situasi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah sudah kondusif pasca-kerusuhan pada Kamis, 18 Juli 2024.


Kepala HAM PBB Desak Dialog Setelah 75 Orang Tewas dalam Protes di Bangladesh

3 hari lalu

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk berbicara saat konferensi pers di Amman, Yordania 10 November 2023. REUTERS/Alaa Al Sukhni
Kepala HAM PBB Desak Dialog Setelah 75 Orang Tewas dalam Protes di Bangladesh

Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk mendesak akuntabilitas dan dialog setelah adanya laporan kekerasan mematikan di Bangladesh


Bungkam Protes, Pemerintah Bangladesh Terapkan Jam Malam dan Kerahkan Militer

3 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Bungkam Protes, Pemerintah Bangladesh Terapkan Jam Malam dan Kerahkan Militer

Pemerintah Bangladesh pada Jumat memberlakukan jam malam nasional serta mengerahkan pasukan militer saat jumlah korban tewas di tengah aksi protes


Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

4 hari lalu

Para pencari kerja antre menggunakan gawai untuk memasukkan lamaran kerja pada Pameran Bursa Kerja di Thamrin City, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024. Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar bursa kerja yang diikuti 40 perusahaan nasional dengan 1.200 lowongan pekerjaan itu bertujuan untuk untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

IMF menempatkan Indonesia urutan pertama tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada April 2024.


Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

4 hari lalu

Bisnis dan institusi telah terganggu oleh pemadaman TI besar-besaran yang juga berdampak pada bandara-bandara di AS, Inggris, Spanyol, Belanda, Perancis, Jerman dan Malaysia [Tom Westbrook/Reuters]
Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

Keamanan Siber Nasional Australia mengatakan 'tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa pemadaman internet ini adalah insiden keamanan siber'.


Harga Obat 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Budi Sebut Sejumlah Faktor Penyebabnya

5 hari lalu

Ilustrasi pembuatan obat di pabrik. Shutterstock
Harga Obat 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Budi Sebut Sejumlah Faktor Penyebabnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan harga obat di Indonesia bisa lima kali lipat lebih mahal dari Malaysia.


Begini Dampak Kerusuhan di Puncak Jaya, Papua Tengah

5 hari lalu

Satu unit truk hangus terbakar akibat kerusuhan massa di Wamena, Papua, Jumat 24 Februari 2023. Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri menyebutkan kerusuhan yang dipicu isu penculikan anak tersebut mengakibatkan 10 orang tewas, puluhan orang luka-luka, dan belasan bangunan serta kendaraan bermotor hangus terbakar. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra
Begini Dampak Kerusuhan di Puncak Jaya, Papua Tengah

Kerusuhan di Puncak Jaya, Papua Tengah mengakibatkan satu orang warga meninggal. Penerbangan sipil terhenti.