Susno Diberi Waktu Sebulan Bayar Rp 4,2 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susno Duaji. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Susno Duaji. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memberi waktu satu bulan kepada Susno Duadji untuk membayar denda dan uang pengganti kerugian negara. Mahkamah Agung menjatuhkan vonis kepada mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI ini dengan denda Rp 200 juta dan uang penggati sebesar Rp 4,2 miliar.

    "Dalam undang-undang ada waktu satu bulan. Nanti kita tanyakan ke bersangkutan apakah beliau siap bayar uang pengganti atau tidak. Sita harta ada waktu satu bulan ini, berarti bulan ini," kata Jaksa Agung Basrief Arief saat ditemui di Istana Negara, Senin, 6 Mei 2013.

    Ia menyatakan, penyitaan akan dilakukan jika Susno memang tidak dapat membayar denda dan uang pengganti. Penyitaan harta mantan Kepala Polisi Daerah Jawa Barat tersebut, menurut Basrief, juga akan langsung dilakukan jika sudah ada kepastian mana saja harta yang tercatat sebagai milik. "Kita lihat nanti dari putusan dia (Susno)."

    Basrief juga memaparkan, kondisi Susno saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Hingga saat ini, jenderal bintang tiga tersebut masih menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong.

    Setelah pelarian dan buron hampir dua pekan, Susno mengklaim menyerahkan diri ke LP Cibinong pada 3 Mei 2013 sekitar pukul 00.00 WIB. Hal ini terjadi setelah beberapa kali kejaksaan mencoba melakukan eksekusi namun gagal. Susno dan kuasa hukumnya mengklaim putusan MA cacat hukum karena tidak mencantumkan perintah untuk penahanan badan.

    Susno yang menjadi terpidana kasus penyalahgunaan wewenang perkara PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 ini juga mengklaim putusan MA hanya mewajibkan dirinya untuk membayar uang biaya pengadilan sebesar Rp 2.500 kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Ia kemudian hilang setelah jaksa mencoba melakukan eksekusi di rumahnya di Dago Pakar, Bandung.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat:

    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Berita terpopuler:
    Bos Pabrik Panci Pernah Jadi Bandar Pilkades

    Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?
    Akui Palestina, Google Diprotes Israel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.