Senin, 23 Juli 2018

SBY Janjikan Modernisasi Alutsista TNI Tuntas 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY dan Ibu Ani Yudhoyono saat akan meninggalkan tanah air untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga negara ASEAN yakni Singapura, Myanmar dan Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (22/4). Kunjungan ke Myanmar pada 23-24 April merupakan kunjungan balasan atas unjungan kenegaraan Presiden U Thein Sein ke Indonesia pada 5-6 Mei 2011. TEMPO/Subekti

    SBY dan Ibu Ani Yudhoyono saat akan meninggalkan tanah air untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga negara ASEAN yakni Singapura, Myanmar dan Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (22/4). Kunjungan ke Myanmar pada 23-24 April merupakan kunjungan balasan atas unjungan kenegaraan Presiden U Thein Sein ke Indonesia pada 5-6 Mei 2011. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Situbondo-Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berjanji akan menuntaskan modernisasi peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI sebelum akhir jabatannya. "Insya allah akhir tahun depan kita tuntaskan modernisasi dan pembangunan pertahanan alutsista kita," kata SBY di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jumat 03 Mei 2013.

    SBY hadir di Situbondo untuk menyaksikan latihan gabungan 16.745 prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU di Puslatpur Karangtekok, Situbondo. SBY didampingi istri, Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono beserta istri.

    Menurut SBY, modernisasi alutsista sudah direncanakan dalam kurun 5 tahun seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Pendapatan nasional yang lebih tinggi dibanding saat krisis ekonomi 15 tahun silam, menjadikan Indonesia mampu memberikan anggaran lebih besar untuk modernisasi alutsista.

    Modernisasi alutsista, kata dia, bukan berarti Indonesia berniat melakukan agresi ke negara-negara lain. Sebab Indonesia merupakan negara cinta damai. Perang merupakan jalan terakhir bila tidak ada jalan lain seperti diplomasi.

    Menurut Presiden, alutsista modern dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. Apalagi peperangan era modern saat ini lebih rumit dan kompleks. "Kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI adalah harga mati," katanya.

    Komandan Satuan Tugas Penerangan Latihan Gabungan TNI 2013, Kolonel Bedjo Suprapto, mengatakan latihan gabungan tahun ini merupakan terbesar. "Kami kerahkan semua alutsista," kata dia.

    TNI AL mengerahkan 36 kapal perang (KRI), dan 17 unit tank amfibi BMP-3F NBO-105. TNI AU mengerahkan lima pesawat Sukhoi SU 27/30, lima pesawat Hawk SPO, lima F-16, serta 11 pesawat C-30. Sementara TNI AD menurunkan 14 unit Tank Scorpion, 12 unit helikopter Mi-17, 21 pucuk meriam dan 12 helikopter Bell.

    IKA NINGTYAS

    Topik terhangat:
    Susno Duadji
     | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

    Berita Lainnya:
    Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui
    Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi  
    Susno Duadji Masuk Sel Cibinong Tengah Malam
    Pengacara Susno Duadji: Itu Kabar Burung 
    Moge Ringsek Uje Bakal Dilelang
    Uang Lelang Moge Uje untuk Bangun Masjid
    Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.