SBY Sudah Menduga Penyerang Cebongan Kopassus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono. abror/presidensby.info

    Susilo Bambang Yudhoyono. abror/presidensby.info

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku menerima laporan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Yogyakarta, enam jam setelah kejadian. Akan tetapi, dari informasi awal tersebut, jenderal bintang empat ini sudah bisa memperkirakan siapa pelaku penyerangan sadis itu.

    "Saya gunakan naluri saya, ditambah informasi yang saya miliki, dan berkesimpulan sangat mungkin itu dilakukan prajurit Kopassus," kata dia dalam wawancara khusus dengan Tim Tempo di Wisma Negara, Jakarta, Jumat, 5 April 2013. (Baca wawancara lengkapnya di sini)

    Menurut SBY, tak lama setelah kejadian, ia hanya menerima laporan langsung dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengenai adanya anggota yang dibunuh dengan sadisnya, setelah itu berlanjut dengan penyerangan di Cebongan.

    Saat itu juga, SBY segera memberikan instruksi tegas kepada Kapolri dan Panglima TNI. "Ungkap, usut, temukan pelakunya. Tegakkan hukum dengan tegas, tetapi juga adil," ujarnya.

    SBY yakin baik Polri maupun TNI segera bergerak menindaklanjuti kasus tersebut. Namun, ia juga tahu jika masyarakat terus menunggu kabar dan bertanya-tanya apakah negara tidak berbuat dan sebagainya. SBY pun segera memanggil Kapolri Jenderal Timur Pradopo menanyakan perkembangan kasus Cebongan.

    "Saya minta dipercepat. Saya minta transparan, profesional, dan ajak Panglima TNI. Karena waktu itu ada clue kemungkinan dilakukan prajurit Kopassus, saya suruh ajak KSAD juga," kata dia.

    Investigasi pun berbuah hasil. Tak berselang lama, pelaku penyerangan LP Cebongan pada Sabtu, 23 Maret lalu, terungkap. Dan ternyata memang dilakukan oleh anggota Kopassus.

    SBY pun menyerahkan penanganannya kepada Panglima TNI dan Kapolri, apakah melalui pengadilan militer atau koneksitas. "Bagi saya, yang penting pengadilan itu adil dan rakyat merasa hukum di negaranya ditegakkan," ujar lulusan AKABRI tahun 1973 itu.

    TIM TEMPO | MUNAWWAROH

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
      | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita terpopuler lainnya:
    Mengintip Restoran Narkoba di Kampung Ambon 

    Polisi Bantah Mengendus Penyerang LP dari HP 

    SBY Keseleo Lidah, Mencoreng Jadi Menggoreng

    Pangdam Diponegoro Serahkan Jabatan Besok 

    Pilkada Palembang, Romi - Harno Unggul Sementara

    Polisi Endus Penyerang Cebongan dari Ponsel?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.