PT Trimarga Akui Daftar Manifest Tak Akurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga dan kerabat penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang hilang kontak,  tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/5) malam. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sejumlah keluarga dan kerabat penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang hilang kontak, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/5) malam. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Trimarga Rekatama mengakui ketidakakuratan daftar manifes penumpang Sukhoi Superjet 100 RA 36081. "Mohon maaf karena saya belum bisa memuaskan pertanyaan rekan-rekan pers semuanya," kata Konsultan Business Development PT. Trimarga Rekatama, Sunaryo, Rabu 9 Mei 2012.

    Sunaryo mengatakan daftar manifes asli penumpang Sukhoi Superjet 100 yang hilang dari radar pada pukul 14.33 WIB tadi dibawa oleh Arif Wahyudi, seorang karyawan PT. Trimegah yang ikut rombongan. "Daftar penumpang yang saya umumkan berasal dari daftar buku tamu dan juga keterangan beberapa keluarga korban yang sempat kontak dengan anggota keluarganya sebelum berangkat," Sunaryo menjelaskan.

    Dalam daftar yang dirilis oleh PT. Trimarga, terdapat nama Suharso Monoarfa yang seharusnya ikut dalam perjalanan joint flight tersebut. Dalam keterangan yang diperoleh Tempo dari ajudan Suharso, diketahui mantan Menteri Perumahan Rakyat itu sempat naik ke dalam pesawat, namun turun lagi.

    Lain lagi dengan kerabat dari Ade Arisanti, pegawai Sky Aviation. "Kok namanya gak ada?" kata seorang ibu paruh baya yang datang ke Bandara Halim Perdana Kusuma bersama suaminya pukul 20.00 WIB.

    Ibu yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku mendapatkan kepastian kalau Ade Arisanti ikut dalam rombongan pesawat senilai US$ 37 itu. Nama Ade Arisanti sendiri baru berada dalam daftar 50 nama yang dirilis oleh PT. Trimarga pada pukul 23.00 WIB.

    Sunaryo, sebagai perwakilan dari PT. Trimarga berharap semoga tak semua nama yang tercantum dalam daftar penumpang terakhir itu benar-benar berangkat. "Semoga tidak semuanya ikut, untuk itu, jika memang namanya terdaftar namun tak ikut, harap segera mengkonfirmasi keberadaannya," ucap Sunaryo.

    Sukhoi Superjet 100 yang tiba di Jakarta pada Selasa, 8 Mei 2012 ini akan melaksanakan demo flight untuk para calon pembelinya. Indonesia menjadi negara pertama yang disambangi oleh Sukhoi. Rabu, 9 Mei 2012, Superjet 100 melakukan demo flight pertamanya pada pukul 11.00 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Pelabuhan Ratu, dan kembali dalam waktu 35 menit.

    Usai penerbangan pertama, para awak pesawat yang terdiri atas delapan warga negara Rusia beristirahat sebelum berangkat kembali pada pukul 14.00 WIB. Pesawat yang mengudara pada pukul 14.15 WIB dari Halim, kemudian hilang dari radar pada pukul 14.33. Lebih dari empat jam setelahnya, pesawat yang akan menyambangi Bahrain ini tak kunjung diketahui keberadaannya.

    SUBKHAN

    Berita terkait
    Ini Daftar 50 Nama Penumpang Sukhoi 
    TNI Angkatan Udara Kirim Personil Cari Sukhoi
    Sukhoi yang Jatuh Andalan Rusia
    Cuaca Buruk, Puma 'Pencari' Sukhoi Balik Kanan 
    Seluruh Penumpang Sukhoi Superjet Diasuransikan
    Sukhoi Kemungkinan Jatuh di Cidahu
    Fotografer Angkasa Terakhir Kontak Tadi Siang 
    Mayoritas Penumpang Sukhoi adalah Pebisnis 
    Video Kecanggihan Sistem Darurat Sukhoi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.