Menit-menit Meninggalnya Wamen Widjajono  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelayat memadati rumah duka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), almarhum Widjajono Partowidagdo di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4) malam. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah pelayat memadati rumah duka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), almarhum Widjajono Partowidagdo di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4) malam. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo meninggal karena kekurangan oksigen ketika mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 21 April 2012. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, Widjajono sempat mencapai puncak Tambora.

    Tapi, tak lama kemudian, Widjajono pingsan karena kekurangan oksigen. Sekitar pukul 15.00 Wita, Widjajono dipastikan meninggal. Dan inilah kronologi meninggalnya Widjajono menurut Surono.

    Jumat 20 April 2012
    Pukul 09.40 WIB
    Surono mendapat kabar dari petugas jaga Gunung Tambora bahwa Widjajono akan mendaki. Ketika itu, Widjajono telah sampai di Desa Dompu bersama 22 anggota rombongan Female Trackers for Lupus.

    Pukul 11.00 WIB
    Surono melakukan komunikasi melalui telepon dengan Widjajono. Kata Widjajono, dia sudah mengenal Haris, ketua pos penjaga Gunung Tambora. "Wamen meminta saya jangan khawatir dan mendoakan agar semua baik-baik saja," ujar Surono.

    Pukul 19.00 Wita
    Widjajono dan tim pendaki sampai di pos 3 Gunung Tambora, yang ketinggiannya mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut. Di sana, rombongan bermalam.

    Sabtu 21 April 2012
    Pukul 03.00 Wita
    Widjajono dan rombongan mulai mendaki. Menurut Surono, pendakian dinihari di Gunung Tambora merupakan hal biasa dan banyak dilakukan pendaki lain. Normalnya, pendakian dapat dilakukan sekitar 3-4 jam untuk sampai puncak Tambora.

    Pukul 09.30 Wita
    Surono mendapat kabar rombongan Widjajono sampai di bibir kawah Tambora. Tapi waktu itu kondisi Widjajono sudah tidak lagi normal. "Saya dapat laporan Wamen kritis," ujar Surono. Penjaga pos meminta Surono menyediakan helikopter dalam waktu 30 menit.

    Pukul 10.00 Wita
    Helikopter sudah tersedia, tapi tidak bisa mendekati Gunung Tambora karena kabut tebal. Rombongan memandu Widjajono ke pos 3, 2, dan terus turun ke pos 1.

    Pukul 15.00 Wita
    Rombongan sampai di pos 1 dan petugas pos telah mendatangkan dokter Windi yang berasal dari puskesmas setempat. Berdasarkan pemeriksaan dokter Windi, Widjajono dinyatakan sudah meninggal. Sebab tidak ada respons pada pupil mata dan tak ada detak jantung.

    Pukul 17.00 Wita
    Jenazah Widjajono dievakuasi dengan helikopter Travira menuju Denpasar, Bali.

    Pukul 20.15 Wita
    Jenazah Widjajono meninggalkan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, untuk diterbangkan ke Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    CORNILA DESYANA

    Berita terkait
    Wamen Widjajono: Tuhan, Segala Kehendak-Mu Terjadi...
    Wamen Widjajono Meninggal Akibat Sesak Napas
    SBY Melayat Wamen Widjajono Pagi Ini
    Wamen Widjajono ke Tambora Demi Penderita Lupus
    SBY Melayat Wamen Widjajono Pagi Ini
    Kronologis Pendakian Terakhir Wamen Widjajono
    Widjajono, Wamen Berambut Gondrong dan Jeans Belel
    Kenapa Wamen Widjajono Suka Rambut Gondrong?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.