Jumat, 14 Desember 2018

Ini Alasan Muchdi Hengkang dari Gerindra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono saat sidang kasus pembunuhan aktifis HAM Munir di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, ( 18/11). ANTARA/ Ujang Zaelani

    Terdakwa mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono saat sidang kasus pembunuhan aktifis HAM Munir di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, ( 18/11). ANTARA/ Ujang Zaelani

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Muchdi Purwoprandjono memutuskan keluar dari Partai yang didirikannya bersama Fadlizon dan Prabowo Subianto. Ia akhirnya pindah ke Partai Persatuan Pembangunan karena ingin membesarkan Partai Islam.


    “Sebagai aktivis organisasi Islam, saya punya tanggung jawab untuk membesarkan partai Islam,” katanya melalui pesan singkat, Selasa pagi ini.

    Pada Senin kemarin, Koordinator PPP eks Karesidenan Surakarta, Mudrick Malkan Setiawan Sangidoe menyebutkan kartu tanda anggota partai untuk Muchdi sudah dikeluarkan oleh DPC PPP Surakarta dengan nomor 21.1/AI/II/PPP/SKA/2011. Mudrick tak menyebutan posisi Muchdi di PPP nantinya.

    Namun Muchdi yang dikonfirmasi, tak memastikannya. “Nanti kita lihat di muktamar (PPP),” katanya.

    Kepada Tempo, Muchdi mengatakan dirinya pindah atas kemauan sendiri, dan dukungan rekan-rekannya di partai berlambang ka'bah tersebut. Siapa rekannya itu, dia tak menyebutkannya.

    Mengenai kepindahannya ini, Muchdi menyatakan dirinya tidak perlu meminta persetujuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Kalau saya di birokrat, PNS atau prajurit TNI perlu persetujuan dari pimpinan, kalau di partai tidak perlu karena merupakan hak masing-masing individu,” ujarnya.

    Muchdi tidak secara gamblang menjelaskan alasan dia meninggalkan partai Gerindra yang didirikannya bersama Prabowo Subianto. Meski demikian, politikus Gerindra, Desmon Junaidi Mahesa mengatakan kepindahan Muchdi ke PPP merupakan upaya penggalangan dukungan untuk Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2014.

    "Menilainya harus ke sana, jangan seolah kehilangan," ujar Desmon, Senin kemarin. "Kepindahan Pak Muchdi harus dimaknai positif untuk partai," katanya.

    Mengenai hal itu, Muchdi menanggapinya dingin. Dia berujar, masalah calon presiden, masih terlalu dini untuk membicarakannya. “Nanti pada 2013 kita lihat siapa putra-putra terbaik bangsa yang pantas menjadi capres,” kata dia.

    RUSMAN PARAQBUEQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....