Minggu, 25 Februari 2018

Kasus Yusril Jalan Terus

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 23 September 2010 07:14 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasus Yusril Jalan Terus

    Yusril Ihza Mahendra. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. mengatakan penyidikan terhadap bekas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra tetap bisa dilanjutkan. Sebab, putusan Mahkamah tentang uji materi Undang-Undang Kejaksaan tak berhubungan langsung dengan kasus Yusril di tangan Kejaksaan Agung.

    "Penyidikan itu soal lain, tidak ada persoalan legalitas di situ," ujar Mahfud dalam jumpa pers seusai pembacaan putusan di Mahkamah Konstitusi kemarin.

    Yusril adalah tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum, yang diduga merugikan negara sebesar Rp 417 miliar. Atas penetapan tersangka itu, ia melawan dengan mengajukan uji materi Undang-Undang Kejaksaan, yang mengatur soal pengangkatan dan pemberhentian Jaksa Agung.

    Saat putusan dibacakan, Yusril, yang mengenakan setelan jas hitam, tampak cemberut. "Saya berterima kasih dan menghargai putusan Mahkamah, meski tidak semua dikabulkan," ujar Yusril setelah sidang.

    Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi tidak berdampak terhadap penyidikan kasus-kasus yang sedang berlangsung. "Itu kan urusan penyidik. Kewenangannya diatur dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana)," ujar Hendarman di kantornya.

    Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendi mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi bisa berdampak luas. Namun Marwan pun belum bisa memastikan apakah putusan itu otomatis menggagalkan produk hukum yang dihasilkan Kejaksaan di bawah kepemimpinan Hendarman atau tidak.

    Menurut Marwan, jabatan Jaksa Agung harus dilihat secara struktural dan fungsional. Secara struktural, kewenangan Jaksa Agung berhubungan langsung dengan masa jabatannya. Posisi struktural Hendarman, kata Marwan, harus dipisahkan dari posisi fungsionalnya sebagai penuntut umum dan penyidik.

    BUNGA MANGGIASIH | MAHARDIKA SATRIA HADI | FEBRIYAN


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.