Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ombak Besar, Wisatawan Diminta Waspada Bermain di Pantai Padang  

image-gnews
TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO Interaktif, Padang — Wisatawan diminta berhati-hati bermain di pantai Padang, Sumater Barat, karena saat badai ombak besar sangat membahayakan.

Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat, Ade Edward mengingatkan agar pengelola obyek wisata pantai mengawasi pengunjung pantai agar tidak terjadi lagi korban tenggelam seperti 3 alumni SMA 1 Bukittinggi yang tewas tenggelam di Pantai Ulak Karang dua pekan lalu.

“Pada musim libur saat ini biasanya lokasi pantai baik lokasi wisata maupun bukan lokasi wisata, ramai dikunjungi wisatawan domestik, pantai berbahaya dijadikan tempat mandi ketika pergantian pasang surut dan naik sekitar pukul 11.00 WIB dan menjelang magrib, kemudian saat badai yang waktunya baru bisa terjadi beberapa saat sebelumnya," urai Ade Edward, Kamis (17/6).

Ia mengatakan pada musim libur ini, pantai Sumatera Barat juga mengalami musim angin barat yang menyebabkan ombak lebih besar dari biasanya. Musim angin barat akan berlangsung hingga November 2010.

Idealnya, kata dia, pengelola obyek wisata pantai menempatkan petugas yang bisa menjaga dan mengingatkan pengunjung. Sedangkan di pantai yang bukan obyek wisata, masyarakat sekitar dan lurah, nagari, atau RT agar mengingatkan pengunjung.

"Sebaiknya kita memiliki pengaja pantai seperti Baywacth, tapi belum bisa karena dana, namun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami sudah membicarakan upaya pencegahan korban ini dengan meningkatkan patroli di pantai, terutama musim libur," kata Ade Edward.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain tiga korban tenggelam alumni SMA 1 Bukittinggi, hingga saat ini tiga warga Siberut, Mentawai, yang naik perahu tempel pada 8 Juni lalu juga masih hilang. Tim SAR sempat mencari dan menyusuri perairan Pesisir Selatan lokasi hilangnya ketiga korban selama dua hari dengan helikopter. Pencarian juga dilakukan dengan kapal. Namun tubuh ketiga korban tidak ditemukan.

Enam pemuda, dua di antaranya warga negara Srilangka yang akan surfing ke Mentawai nekat mengarungi perairan itu dari Pantai Purus Padang menuju Pulau Siberut, Mentawai, di tengah badai. Namun perahu mesin tempel yang biasa digunakan nelayan itu dihempas ombak dan tenggelam di perairan Pesisir Selatan.

Kedua warga Srilangka, Enden Graraja, 31 tahun, dan Jigen , 24 tahun, serta seorang warga Purus II bernama Rio Refendi, 19 tahun, berhasil diselamatkan kapal pukat nelayan.

Namun tiga lainnya, Windi Afriadi, 20 tahun, Nofri, 18 tahun, dan Adiana, 20 tahun, warga Siberut dinyatakan hilang.

Febrianti

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Pemerintah Usul Bakamla Berwenang Menindak Pelanggaran Laut

18 hari lalu

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat kerja dengan Pansus DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Juni 2024. Rapat kerja tersebut membahas RUU tentang perubahan atas undang - undang nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pemerintah Usul Bakamla Berwenang Menindak Pelanggaran Laut

Beberapa lembaga menghadapi kendala dalam penegakan hukum di perairan Indonesia. Bakamla merupakan embrio coast guard.


Sengketa LCS, Personel Militer di Kapal Filipina Disebut Todongkan Senjata ke Penjaga Pantai Cina

19 hari lalu

Sebuah kapal Penjaga Pantai Cina menyemprotkan meriam air ke kapal Penjaga Pantai Filipina di Laut Cina Selatan dalam foto selebaran yang dirilis pada 6 Agustus 2023. Penjaga Pantai Filipina/Reuters
Sengketa LCS, Personel Militer di Kapal Filipina Disebut Todongkan Senjata ke Penjaga Pantai Cina

Seorang personel militer di kapal Filipina menodongkan senapan ke arah pasukan penjaga pantai Cina yang sedang bertugas di Laut Cina Selatan (LCS)


Pasukan Penjaga Pantai Filipina Pastikan Jaga Laut Cina Selatan

39 hari lalu

Jurnalis di atas kapal Penjaga Pantai Filipina mengambil foto kapal Penjaga Pantai Cina, selama misi pasokan pasukan yang ditempatkan di kapal Filipina yang kandas, di Laut Cina Selatan, 8 September 2023. REUTERS/Jay Ereno
Pasukan Penjaga Pantai Filipina Pastikan Jaga Laut Cina Selatan

Penjaga Pantai Filipina berkomitmen menjaga wilayah Laut Cina Selatan yang dipersengketakan agar Beijing tidak bisa reklamasi.


Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

51 hari lalu

Sebuah kapal berbendera Filipina (tengah) dihadang oleh kapal Penjaga Pantai Cina (kanan)dalam insiden yang mengakibatkan tabrakan antara kedua kapal, di perairan sengketa Laut Cina Selatan dalam tangkapan layar yang diperoleh dari video selebaran yang dirilis pada 22 Oktober 2023. Penjaga Pantai Cina/Handout melalui REUTERS
Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

Manila menuduh penjaga pantai Cina telah memancing naiknya ketegangan di Laut Cina Selatan setelah dua kapalnya rusak ditembak meriam air


Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Batam, Basarnas Imbau Pengelola Sediakan Lifeguard

14 April 2024

Beberapa anak bermain di pantai Air Menanti, Jembatan 4 Barelang, Kota Batam, Sabtu, 13 April 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Batam, Basarnas Imbau Pengelola Sediakan Lifeguard

Lifeguard penting untuk menjaga keselamatan pengunjung objek wisata wisata masing-masing, terutama pantai.


Landasan Pacu Bandara Haneda Tempat Kecelakaan Mulai Dibersihkan

5 Januari 2024

Petugas membersihkan puing-puing pesawat Airbus A350 Japan Airlines (JAL) yang terbakar setelah bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang di Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang 5 Januari 2024. REUTERS/Issei Kato
Landasan Pacu Bandara Haneda Tempat Kecelakaan Mulai Dibersihkan

Kru di Bandara Haneda Tokyo mulai membersihkan bangkai pesawat Japan Airlines yang hangus dari landasan pacu.


Japan Airlines Rugi Lebih dari Rp 1,5 Triliun dari Kecelakaan di Haneda Tokyo

4 Januari 2024

Japan Airlines Rugi Lebih dari Rp 1,5 Triliun dari Kecelakaan di Haneda Tokyo

Japan Airlines memperkirakan kerugian lebih dari Rp 1,5 triliun setelah satu pesawatnya hancur bertabrakan dengan pesawat lain di Haneda Tokyo.


Pilot Japan Airlines Mengaku Tidak Melihat Pesawat Penjaga Pantai Sebelum Tabrakan

4 Januari 2024

Pilot Japan Airlines Mengaku Tidak Melihat Pesawat Penjaga Pantai Sebelum Tabrakan

Pilot pesawat Japan Airlines mengaku tidak melihat pesawat penjaga pantai Jepang sebelum bertabrakan di Bandara Haneda Tokyo


Insiden Tabrakan di Jepang, Pilot Japan Airlines Awalnya Tak Menyadari Pesawatnya Terbakar

4 Januari 2024

Insiden Tabrakan di Jepang, Pilot Japan Airlines Awalnya Tak Menyadari Pesawatnya Terbakar

Pesawat Japan Airlines terbakar setelah bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai saat mendarat di Bandara Haneda Tokyo.


Jepang Rilis Transkrip Tabrakan Pesawat Fatal

3 Januari 2024

Kondisi pesawat Japan Airlines' (JAL) Airbus A350 usai bertabrakan dan terbakar di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang, 3 Januari 2024. Insiden itu menewaskan lima dari enam penumpang dan awak pesawat Penjaga Pantai. Sedangkan 379 penumpang dan awak JAL selamat setelah keluar dengan peluncur darurat. REUTERS/Issei Kato
Jepang Rilis Transkrip Tabrakan Pesawat Fatal

Sebelum tabrakan pesawat, jet penumpang sudah diizinkan untuk mendarat, sementara pesawat penjaga pantai belum diizinkan untuk lepas landas.