INFO NASIONAL - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Akses Patimban (JAP), menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang melibatkan masyarakat di Desa Binaan yang terletak di sekitar Jalan Tol Akses Patimban.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 03 September 2024 ini difokuskan di Desa Rancahilir dan Desa Bongas, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai bagian dari inisiatif perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan komunitas setempat.
Pelaksanaan program dihadiri Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre bersama jajaran direksi, Environment, Social & Governance Advisor Jasa Marga Imad Zaky Mubarak, Corporate Social Responsibility Department Head Jasa Marga Andina Rahmasari, Pj. Bupati Subang Imran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang Hari Rubiyanto, Camat Pamanukan Vino Subriadi, Kepala Desa Bongas Busaeri, dan Kepala Desa Rancahilir Mamat Rahmat.
Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre dalam sambutannya mengatakan bahwa program TJSL ini sejalan dengan konsep Creating Shared Value (CSV) yang diterapkan oleh Jasa Marga dengan harapan dapat berdampak positif bagi masyarakat dan perusahaan.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar area konstruksi Jalan Tol Akses Patimban, tetapi juga mendukung keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang. Kami berharap inisiatif ini dapat membawa dampak positif, baik dari segi peningkatan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” kata Victor.
Baca juga:
Pj. Bupati Subang Imran mengapresiasi inisiatif Jasa Marga yang telah melibatkan masyarakat sekitar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar area konstruksi Jalan Tol Akses Patimban. "Kami sangat menghargai upaya Jasa Marga dalam melibatkan masyarakat dalam program TJSL ini. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan penghijauan adalah langkah penting menuju lingkungan yang lebih sehat dan lestari. Kami percaya bahwa kerja sama seperti ini akan membawa dampak yang signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Subang," kata Imran.
Program TJSL ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk pemberian bantuan berupa 300 pipa biopori, 2 buah mesin bor lubang biopori, 150 alat aduk kompos biopori, serta 250 bibit pohon mangga dan 250 bibit jambu kristal.
Masyarakat juga diberikan pelatihan mengenai cara pembuatan lubang biopori, pengelolaan sampah rumah tangga, dan manajemen bank sampah. Mereka mendapat penjelasan dan pelatihan dari narasumber yang ahli di bidang waste management dosen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) Haris Joni Rimbawan dan Anggun Tati Rahmada.
Sebelumnya Jasa Marga juga telah merealisasikan program TJSL berbasis CSV di proyek jalan tol Jasa Marga lainnya yaitu program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink) untuk masyarakat sekitar proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan modernisasi pertanian Desa Kuwiran di wilayah operasional Jalan Tol Jogja-Solo.
Kegiatan TJSL ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jasa Marga untuk mengimplementasikan tanggung jawab sosial di setiap lini operasionalnya, memastikan bahwa setiap proyek yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.(*)