Wiranto Membantah Terlibat di Balik Aksi-aksi Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Panglima TNI Wiranto membantah berada di balik aksi-aksi mahasiswa seperti yang dituduhkan kepadanya. Saya sebenarnya memilih diam, tapi tidak terus berarti itu benar. Ada banyak pertanyaan dari wartawan yang saya terima, makanya saya melakukan klarifikasi, kata Wiranto, saat konferensi pers di Hotel Atlet Century park, Senayan, Jumat (24/1). Wiranto mengaku telah terbiasa dengan berbagai isu yang menimpa dirinya. Dari tuduhan di balik peristiwa bom Bursa Rfek Jakarta, gerakan Anti-Amerika, menyembunyikan Tommy Soeharto, sampai kepada gerakan di balik aksi-aksi demo saat ini. Ini character assassination, mengupayakan saya orang yang bermasalah di republik ini. Ada upaya sistematis mendiskreditkan saya, kata Wiranto. Dia tegas membantah tuduhan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono, yang kabarnya menuding dirinya berada di balik-aksi-aksi mahasiswa belakangan ini. Sebab, dia ragu mahasiswa bisa ditunggangi. Menurutnya, saat ini masyarakat telah terjebak dalam situasi yang menyedihkan. Isu yang terjadi di masyarakat seolah berkembang menjadi kebenaran. Sehingga, kata dia, isu di masyarakat itu menjadi sebuah pengadilan. Celakanya, jika digunakan sebagai alat balas dendam, akan ada suasana saling menghujat. Ini malah menghabiskan energi, tandas dia. Soal tuduhan sebagai konseptor dan kandidat presidium untuk menggantikan pemerintahan, Wiranto juga membantahnya. Menurut dia, presidium dalam pemikiran konstitusi tidak diakui sehingga tidak mungkin ada. Namun jika dipaksakan, menurutnya, ada dua jawaban, yaitu revolusi atau perubahan undang-undang dasar. Dia menilai ide untuk membentuk presidium itu pun cuma wacana. "Sampai saat ini pun saya belum pernah dihubungi untuk masuk presidium mana pun, tegasnya. Begitu juga dengan tuduhan dirinya menggalang kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan. Kalaupun beberapa waktu lalu dia mengumpulkan jenderal-jenderal di Cilangkap, menurutnya, itu hanya acara tahunan seperti Idul Fitri, Natal, dan tahun baru yang dirangkap jadi satu. Demikian juga, soal berbagai pertemuannya dengan lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, dan aktivis yang lain. Wiranto menjelaskan berbagai pertemuan itu adalah wujud intensitasnya terhadap perbaikan bangsa, bukan untuk perbuatan yang melanggar hukum, termasuk pertemuannya di Bandung 2002 lalu, yang disebut-sebut sebagai awal tuduhan dirinya dibalik aksi demonstrasi saat ini. (Andi DewantoTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.