Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menolak Lupa Pembunuhan Marsinah, 30 Tahun Lalu Ditemukan Tewas di Hutan Nganjuk

image-gnews
Simpatisan dari Partai Buruh membentangkan poster wajah Marsinah saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 1 Mei 2023. Aksi yang dikuti ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja tersebut di antaranya menuntut agar pemerintah mensejahterakan buruh serta merubah ketentuan di UU Cipta Kerja tentang kesejahteraan buruh. ANTARA FOTO/Moch Asim
Simpatisan dari Partai Buruh membentangkan poster wajah Marsinah saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 1 Mei 2023. Aksi yang dikuti ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja tersebut di antaranya menuntut agar pemerintah mensejahterakan buruh serta merubah ketentuan di UU Cipta Kerja tentang kesejahteraan buruh. ANTARA FOTO/Moch Asim
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 8 Mei 1993, seorang buruh PT CPS Porong bernama Marsinah ditemukan meninggal secara tragis di hutan di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Ada dugaan bahwa pembunuhan ini terkait dengan perjuangannya dalam aksi mogok untuk menuntut perbaikan kondisi buruh di pabrik arloji tempatnya bekerja.

Kasus ini kemudian mencuat menjadi isu internasional, hingga dijadikan catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO), seperti tercatat dalam ilo.org.  

Kronologi kasus pembunuhan

Berdasarkan buku Marsinah: Campur Tangan Militer dan Politik Perburuhan, pembunuhan Marsinah dimulai dengan aksi demonstrasi M di PT CPS pada 3 Mei 1993.

Mereka menuntut perbaikan kondisi kerja dan kenaikan upah yang layak. Namun, demonstrasi tersebut berakhir tragis ketika Marsinah ditangkap oleh polisi dan dibawa ke markas Kodim 0816 Sidoarjo. Di sana, Marsinah disiksa dan dianiaya secara brutal.

Dua hari kemudian, pada 5 Mei 1993, Marsinah dan beberapa rekannya di-PHK oleh PT CPS Porong. Mereka dipecat dari pekerjaan mereka sebagai bentuk hukuman karena ikut serta dalam aksi mogok kerja.

Dugaan bahwa pembunuhan Marsinah terkait dengan aksi mogok kerja ini semakin kuat hingga polisi kemudian memulai penyelidikan atas kematian Marsinah. Namun, hasil penyelidikan yang pertama kali tidak berhasil.

Penyelidikan tahap awal yang gagal karena terdapat beberapa terdakwa yang dijadikan kambing hitam dan dianiaya agar mengakui diri sebagai pembunuh Marsinah.

Para terdakwa termasuk Yudi Susanto, pemilik PT Catur Putra Surya (CPS) itu kemudian dibebaskan oleh Mahkamah Agung, dan kemudian penyelidikan kembali mandek.

Barulah pada 1996, sebuah tim independen dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) berhasil mengungkap beberapa bukti penting dalam kasus pembunuhan Marsinah. Tim ini menemukan bahwa polisi telah membuat beberapa kesalahan dalam penyelidikan, termasuk penempatan barang bukti yang salah.

Siapa pelaku sebenarnya?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hingga kini, 30 tahun setelah penemuan jasad Marsinah, belum diketahui pelaku pembunuhan sebenarnya serta dalang di baliknya. Namun, terdapat kesaksian dari dr. Abdul Mun’im Idries  selaku salah satu dokter dan ahli forensik yang turut menyelidiki kematian Marsinah.

Mun’im Idries memberikan kesaksiannya dalam program Mata Najwa: X File part 2. Dalam program tersebut, ia mengungkapkan fakta yang menggemparkan.

Meskipun tidak melakukan visum langsung, dr. Mun’im Idries melihat dua hasil visum yang dilakukan oleh Marsinah. Pada hasil visum kedua, ditemukan bahwa terdapat tulang kemaluan kiri yang patah berkeping-keping.

Kemudian tulang usus kanan disebut rusak sampai terpisah, serta tulang selangkangan kanannya patah. Selain itu terdapat luka dengan lebar 3 sentimeter di bagian luar alat kelamin. Hal ini dikatakan Mun’im tidak setara dengan barang bukti yang jauh lebih besar dari ukuran tersebut.

Berdasarkan luka dari hasil visum kedua ini, Mun’im Idries menyimpulkan bahwa kematian Marsinah disebabkan oleh luka tembak.

“Melihat lubang kecil dengan kerusakan yang masif, apa kalau bukan luka tembak?" kata Mun’im Idries.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dr. Mun’im Idries menyimpulkan bahwa Marsinah meninggal karena tembakan.

Atas dasar hasil pemeriksaan, maka sudah terlihat jelas bahwa pelaku yang melakukan kekerasan terhadap Marsinah hingga akhirnya meninggal bukanlah orang biasa, melainkan seseorang yang memiliki akses ke senjata api pada masa Orde Baru. Namun hingga 30 tahun berlalu, pelaku pasti dari pembunuhan Marsinah masih belum terungkap.

Pilihan Editor: Aktivis Perempuan Gelar Aksi May Day dan 30 Tahun Kematian Marsinah

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Alec Baldwin Bebas dari Kasus Pembunuhan Tak Disengaja di Lokasi Syuting Film, Ini Peristiwanya

3 jam lalu

Aktor Hollywood Alec Baldwin menangis setelah mendengar putusan sidang kasus pembunuhan tidak disengaja di Pengadilan Distrik Santa Fe County di Santa Fe, New Mexico, 12 Juli 2024. Baldwin tak kuasa menahan tangis selepas hakim menolak kasus pembunuhan tak sengaja yang dilayangkan terhadapnya atas penembakan fatal yang menewaskan sinematografer film Halyna Hutchins di lokasi syuting film Rust pada Oktober 2021. RAMSAY DE GIVE/Pool via REUTERS
Alec Baldwin Bebas dari Kasus Pembunuhan Tak Disengaja di Lokasi Syuting Film, Ini Peristiwanya

Alec Baldwin dinyatakan bebas dari kasus pembunuhan tidak sengaja di lokasi syuting film Rust. Ini kejadian tragis pada 2021.


Tak Hanya Donald Trump, Inilah Daftar Presiden AS yang Pernah Mengalami Percobaan Pembunuhan

3 jam lalu

Mantan Presiden AS Ronald Reagan berbicara di sebuah reli untuk Senator Durenberger 8 Februari 1982. Ronald Reagan   meninggal di usia 93 tahun pada tanggal 6 Februari 2004. Ronald Reagan adalah salah satu dari sekian presiden Amerika yang pernah tertembak namun Ronald Reagan selamat, peristiwa itu terjadi pada tahun 1981 Presiden Amerika ke-40 ini pernah nyaris terbunuh oleh peluru yang hampir mengenai jantungnya. Selama di rawat, Reagan merubah suasana kesedihan menjadi suasana gembira karena Reagan suka bersenda gurau. (Getty Images/Michael Evans)
Tak Hanya Donald Trump, Inilah Daftar Presiden AS yang Pernah Mengalami Percobaan Pembunuhan

Berikut adalah daftar beberapa presiden AS yang pernah mengalami percobaan pembunuhan, termasuk Donald Trump.


KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

3 jam lalu

Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com
KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

Seorang WNI berusia 34 tahun diduga merupakan korban pembunuhan setelah ditemukan tewas di kediamannya di Jerman.


Melania Trump Mengutuk Upaya Pembunuhan Suaminya

20 jam lalu

Donald Trump berjalan di samping ibu negara Melania Trump saat ia berangkat dari Joint Base Andrews, Maryland, AS, Rabu, 20 Januari 2021. Trump menaiki helikopter Marine One untuk meninggalkan Gedung Putih. REUTERS/Carlos Barria
Melania Trump Mengutuk Upaya Pembunuhan Suaminya

Melania Trump menyerukan warga Amerika Serikat agar bersatu setelah ada upaya pembunuhan pada Donald Trump.


WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

1 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam. news18.com
WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

KJRI Frankfurt mengatakan akan memfasilitasi pemulangan jenazah YCH, seorang WNI yang ditemukan tewas di Jerman.


Pemeriksaan Saksi Pembunuhan Wartawan Tribrata TV Diminta Dilakukan di Polda Sumut

1 hari lalu

LBH Medan dan KKJ Sumut meminta Polda Sumut tidak melimpahkan kasus pembunuhan wartawan Tribrata TV ke Polres Karo. TEMPO/Mei Leandha
Pemeriksaan Saksi Pembunuhan Wartawan Tribrata TV Diminta Dilakukan di Polda Sumut

KKJ dan LBH Medan dan meminta pemeriksaan saksi-saksi pembunuhan wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu di Polda Sumatera Utara.


Donald Trump Hadiri Konvensi Partai Republik setelah Selamat dari Upaya Pembunuhan

1 hari lalu

Penampakan wajah kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump mengepalkan tangannya saat dievakuasi oleh personel Dinas Rahasia AS setelah dia ditembak di telinga kanannya saat kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. REUTERS/Brendan McDermi
Donald Trump Hadiri Konvensi Partai Republik setelah Selamat dari Upaya Pembunuhan

Mantan presiden AS Donald Trump menghadiri pembukaan konvensi Partai Republik setelah selamat dari penembakan yang terjadi di acara kampanyenya.


Sederet Tragedi Pembunuhan Presiden Amerika Serikat, Terbaru Penembakan Eks Presiden AS Donald Trump

1 hari lalu

Foto Presiden John F Kennedy di dalam limusin di Dallas, Texas, di Main Street, beberapa menit sebelum terbunuh dalam penembakan oleh Lee Harvey Oswald, 22 November 1963. Turut berada di dalam limusin kepresidenan adalah Jackie Kennedy, Gubernur Texas John Connally, dan istrinya, Nellie. Foto: Walt Cisco, Dallas Morning News
Sederet Tragedi Pembunuhan Presiden Amerika Serikat, Terbaru Penembakan Eks Presiden AS Donald Trump

Penembakan eks Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera menarik perhatian dunia. Sebelumnya pembunuhan Presiden AS berkali-kali terjadi.


Polda Papua Masih Buru Bripda Aske yang Bawa Kabur 4 Senjata Api dari Polres Yalimo

1 hari lalu

Kabid Humas Polda Papua, Kombes. Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo. Dok Polda Papua
Polda Papua Masih Buru Bripda Aske yang Bawa Kabur 4 Senjata Api dari Polres Yalimo

Bripda Aske Mabel yang membawa kabur empat pucuk senjata api jenis AK dari Polres Yalimo hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.


Pemuda Skizofrenia Banding Usai Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan di Central Park

1 hari lalu

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat membacakan putusan kasus penikaman seorang wanita di Central Park Mall. Hakim memutuskan terdakwa Andi Andoyo yang mengalami skizofrenia terbukti bersalah dan dipidana penjara 16 tahun, Senin, 8 Juli 2024, Jakarta. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Pemuda Skizofrenia Banding Usai Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan di Central Park

Andi Andoyo, pengidap skizofrenia paranoid, dinyatakan terbukti bersalah membunuh wanita di mal Central Park