Sidang Pledio Kuat Ma'ruf, Ini Deretan Pernyataan dan Fakta yang Disampaikan

Terdakwa Kuat Maruf menjalani sidang lanjutan terkait pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selasa, 24 Januari 2023. Dalam pleidoinya, Kuat Ma'ruf mengaku bingung dan tidak paham dengan dakwaan jaksa penuntut umum terhadapnya karena dituduh ikut dalam perencanaan pembunuhan terhadap almarhum Yosua. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma'ruf, menjalani sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada hari ini, Selasa, 24 Januari 2023. Dia dan kuasa hukumnya, Irwan Irawan, pun membeberkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan/

Berikut ini deretan fakta persidangan dan pernyataan yang disampaikan Kuat Ma'aruf dan pihak kuasa hukumnya pada sidang pledoi:

1. Bingung dengan dakwaan jaksa

Kuat mengaku bingung dan tidak paham dengan dakwaan jaksa penuntut umum dan tuntutan 8 tahun penjara yang diajukan erhadapnya. 

"Jujur saya bingung harus mulai dari mana, karena saya tidak paham dan tidak mengerti atas dakwaan JPU kepada saya yang dituduh ikut perencanaan pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat," kata Kuat di persidangan.

Dia pun mengaku heran selama proses penyidikan seolah dia dianggap dan mengetahui pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua

Menurut dia, penyidik terus mengaitkan kematian Brigadir Yosua dengannya karena dia membawa pisau buah sejak dari rumah Magelang ke lokasi eksekusi. 

"Padahal dalam persidangan sangat jelas terbukti saya tidak pernah membawa tas atau pisau yang didukung oleh keterangan para saksi dan video rekaman yang ditampilkan," katanya.

2. Bantah tuduhan bersekongkol dengan Ferdy Sambo

Selain soal pisau, Kuat juga membantah anggapan JPU yang menilai dirinya ikut bersekongkol dengan Ferdy Sambo dalam perencanaan pembunuhan.  Jaksa menilai Kuat ikut bersekongkol karena menutup jendela dan pintu rumah dinas Sambo yang menjadi lokasi pembunuhan Yosua.

"Apakah karena saya sulit memahami yang ditanyakan kepada saya maka membuktikan saya ikut merencanakan kepada Almarhum Yosua. Apakah, karena saya menjawab tidak sesuai kemauan yang bertanya maka membuat saya dianggap berbohong dan tidak jujur," jelasnya.

Padahal, Kuat Ma'aruf mengaku, dalam hasil persidangan saya tidak ada satupun saksi atau rekaman lainnya kali lainnya saya bertemu dengan Sambo di Saguling.

3. Kuat Ma'aruf membantah selingkuh dengan Putri Candrawati

Pada sidang tersebut, Kuat Ma'aruf pun berkeluh kesah atas kondisinya yang terseret perkara ini. Dia menyatakan mendapat tuduhan dan dianggap berbohong. Kuat juga mengatakan, selama lima bulan menjalani proses hukum kasus ini, dia mendapatkan tuduhan berselingkuh dengan majikannya yang tak lain istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

"Bahkan yang lebih parah di medsos saya dituduh selingkuh dengan Ibu Putri. Saya sangat bingung dan sangat tidak percaya atas kejadian ini. Karena bagaimanapun juga saya juga punya anak dan istri yang pasti berdampak pada mereka," jelasnya.

Selanjutnya, merasa dimanfaatkan penyidik






Hendra Kurniawan Cs Akan Dituntut Hari ini

42 menit lalu

Hendra Kurniawan Cs Akan Dituntut Hari ini

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua lainnya akan menjalani sidang penuntutan hari ini.


Sidang Replik Ferdy Sambo Hari Ini, Apa Itu Replik?

1 jam lalu

Sidang Replik Ferdy Sambo Hari Ini, Apa Itu Replik?

Ferdy Sambo akan menjalani sidang pembacaan replik pada hari ini.


Sahabat Hakim Wahyu Kecam Pihak yang Coba Ganggu Independensi Majelis Kasus Ferdy Sambo

9 jam lalu

Sahabat Hakim Wahyu Kecam Pihak yang Coba Ganggu Independensi Majelis Kasus Ferdy Sambo

Jayadi mengatakan banyak kabar di media sosial yang berusaha mendiskreditkan hakim Wahyu Iman Santoso selaku ketua majelis hakim kasus Ferdy Sambo.


Soal Gerakan Bawah Tanah Membebaskan Ferdy Sambo, Mahfud Md: Tunggu Vonis

17 jam lalu

Soal Gerakan Bawah Tanah Membebaskan Ferdy Sambo, Mahfud Md: Tunggu Vonis

Menurut Mahfud Md, ada yang bergerilya ingin Ferdy Sambo dibebaskan, ada pula yang ingin Sambo dihukum.


Surat Cinta Richard Eliezer untuk Kekasih Jadi Sorotan di Sidang Pleidoi

17 jam lalu

Surat Cinta Richard Eliezer untuk Kekasih Jadi Sorotan di Sidang Pleidoi

Richard Eliezer meminta maaf karena kasus yang menjeratnya itu harus membuat pernikahannya dengan LingLing tertunda.


Pembelaan Putri Candrawathi: Merasa Difitnah dan Bersiteguh Alami Pelecehan

19 jam lalu

Pembelaan Putri Candrawathi: Merasa Difitnah dan Bersiteguh Alami Pelecehan

Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi menyampaikan pembelaan atau pleidoi di depan majelis hakim pada Rabu siang, 26 Januari 2023.


Pernyataan Richard Eliezer saat Pledoi: Merasa Diperalat Ferdy Sambo hingga soal Tunda Nikah

19 jam lalu

Pernyataan Richard Eliezer saat Pledoi: Merasa Diperalat Ferdy Sambo hingga soal Tunda Nikah

Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E membacakan pledoi atas tuntutan 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Brigadir J.


Sidang Pleidoi Diwarnai Dukungan Teman Richard Eliezer di Brimob hingga Putri Candrawathi Disoraki

22 jam lalu

Sidang Pleidoi Diwarnai Dukungan Teman Richard Eliezer di Brimob hingga Putri Candrawathi Disoraki

Puluhan teman seangkatan Richard Eliezer di korps Brimob Polri mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2023, beri dukungan


Top Nasional: PPP Yakini Indikasi Reshuffle Kabinet Cukup Kuat, Putri Candrawathi Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J hingga Jokowi

1 hari lalu

Top Nasional: PPP Yakini Indikasi Reshuffle Kabinet Cukup Kuat, Putri Candrawathi Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J hingga Jokowi

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyatakan melihat indikasi kuat akan terjadinya kocok ulang menteri alias reshuffle kabinet


Permintaan Maaf Richard Eliezer Mengharukan, Begini Isinya

1 hari lalu

Permintaan Maaf Richard Eliezer Mengharukan, Begini Isinya

Permintaan maaf Richard Eliezer kepada ayah, ibu, dan tunangannya ini mengharukan.