Oegroseno Prihatin Kasus Ferdy Sambo: Jangan Sampai Terjadi Lagi

Gestur Ferdy Sambo saat meninggalkan ruang sidang setelah menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan agenda pembacaan tuntutan, di PN Jakarta Selatan, Selasa, 17 Januari 2023. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Eks Kepala Divisi Propam Polri periode 2009-2010 Komisaris Jenderal (Purn) Oegroseno menyayangkan kasus pembunuhan yang menjerat Ferdy Sambo. Sebab, kata dia, Sambo sudah dianggap sebagai adiknya karena sama-sama pernah bekerja di Divisi Propam Mabes Polri.

"Saya rasa prihatin sama kasusnya," ujar dia pada Jum'at 20 Januari 2023 saat ditemui di depan ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Oegroseno hadir di PN Jaksel untuk menjadi saksi ahli meringankan untuk terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Hendra Kurniawan. 

Menurut Oegroseno, dia masih punya ikatan dengan para juniornya di korps Bhayangkara yang saat ini masih aktif bertugas. Oleh sebab itu, mantan Wakapolri 2013-2014 itu prihatin atas kasus Ferdy Sambo.

Baca juga: Oegroseno Nilai Hendra Kurniawan Cs Tak Layak Disidangkan Secara Pidana

"Jadi sekali lagi keluarga besar itu ada adek dan ada kakak. Itulah hubungan yang harus dijaga," ujar dia.

Selain itu, Oegreoseno mewanti-wanti para adik tingkatnya agar permasalahan di Polri tidak serta-merta diselesaikan dengan cara kekerasan. Ia mengingatkan agar ada pendekatan yang lebih dialektis untuk penyelesaian perkara sesama anggota Korps Bhayangkara.

"Kalo anak buah salah, mereka itu anak kita, adik kita. Jadi, adik kita itu kenapa harus dibunuh," kata Oegroseno.

Oleh sebab itu, Oegroseno mengharapkan agar kejadian yang menimpa Sambo cs tidak terjadi lagi. Selain itu, dia mengharapkan agar Polri bisa menjadi lebih baik lagi.

"Itu seharusnya yang jangan sampai terjadi lagi. Itu kata orang bilang motifnya dendam, tapi belum diketahui," ucapnya.

Ferdy Sambo sebelumnya telah dituntut penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri, Brigadir Yosua. Eks Kadiv Propam Polri itu menurut jaksa bersalah dalam menghilangkan nyawa Yosua.

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Sambo terbukti melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ferdy Sambo dengan pidana penjara seumur hidup," ujar jaksa.

Kasus pembunuhan Brigadir Yosua terjadi pada 8 Juli 2022. Selain melibatkan Sambo, kasus ini juga menyeret istrinya Putri Candrawathi, dan ajudan lainnya yaitu Richard Eliezer, Ricky Rizal, serta asisten rumah tangganya, Kuat Ma'ruf.

Selain itu, Ferdy Sambo juga terlibat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice. Di kasus ini, dia juga ikut menyeret eks anak buahnya yaitu Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, Irfan Widyanto, dan Arif Rachman Arifin.

Baca juga: Jadi Saksi Meringankan Hendra Kurniawan, Eks Wakapolri Oegroseno: Dia Ahli Paminal






Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

1 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

1 hari lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya


Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

2 hari lalu

Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto menyebut semua orang tertipu oleh Ferdy Sambo pada saat awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini mencuat.


Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

2 hari lalu

Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto mengaku tak bisa menolak tugas yang diberikan kepadanya karena tak mengetahui kejadian sebenarnya penyebab kematian Brigadir Yosua.


Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

2 hari lalu

Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

Istri Arif Rachman Arifin, Nadia Rahma mengungkapkan awal bertemu Ferdy Sambo, ia merasa atasan suaminya itu pemimpin yang baik.


Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

2 hari lalu

Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

Anak Arif Rachman Arifin disebut mengadapi kelainan pembekuan darah atau hemofilia yang perawatannya membutuhkan banyak biaya.


Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

2 hari lalu

Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

Arif Rachman Arifin mengaku mengalami dilema moral setelah mendengar cerita Ferdy Sambo bahwa istrinya, Putri Candrawathi, mengalami pelecehan seksual


Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

2 hari lalu

Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua lainnya hari ini jalani sidang pembacaan pembelaan.


Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

2 hari lalu

Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

Sidang duplik Richard Eliezer diwarnai kehadiran kedua orang tuanya. Selain itu ada kelompok bernama Eliezer's Angels yang ramaikan sidang.


Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

3 hari lalu

Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

Kuasa hukum Richard Eliezer menyinggung soal dilema yuridis yang disampaikan jaksa dalam replik.