Hendra Kurniawan: Ferdy Sambo Tidak Fokus Pimpin Rapat di Hari Pembunuhan Brigadir J

Terdakwa dugaan kasus Obstruction of Justice atau penghalangan penyidikan kematian Brigadir J, Hendra Kurniawan bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 1 Desember 2022. Saksi yang dihadirkan yakni dua anggota Propam Polri bernama Radite Hernawa dan Agus Syariful Hidayat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Kepala Biro Paminal Propam Polri, Hendra Kurniawan, mengatakan Ferdy Sambo terlihat tidak fokus saat memimpin rapat di hari pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada 8 Juli 2022.

Menurut Hendra saat itu mantan Kepala Divisi Propam Polri tersebut terlihat banyak pikiran saat rapat analisis dan evaluasi (anev) semester di Divisi Propam Polri.

"Anev kinerja yang dilakukan Propam seluruh info dengan Zoom meeting. Saat itu saya melihat Ferdy Sambo tidak fokus seolah banyak pikiran,” kata Hendra Kurniawan saat bersaksi dalam sidang pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 6 Desember 2022.

Ferdy Sambo Ingin Cepat Sudahi Rapat

Hendra Kurniawan menjelaskan gerak-gerik aneh Ferdy Sambo saat itu. Misalnya bolak-balik ke kamar mandi hingga ketinggalan telepon genggam saat hendak memimpin rapat anev. "Ketika di ruang tunggu, sebentar lagi balik karena HP-nya ketinggalan, masuk lagi kamar mandi tiga kali. Tetapi saya ngobrol dengan Pak Ferdy enggak nyambung saat itu. Saya pikir karena viralnya putusan kode etik yang dianulir saat itu,” kata Hendra.

"Tidak fokus maksudnya?” tanya kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis.

"Biasanya kan menggebu-gebu, ada masukan apa untuk wilayah barat, timur, proaktif untuk menanyakan. Beliau kalau sudah ngasih arahan pas sudah anev harus tampil,” tutur Hendra.

"Yang pimpin anev?” tanya Arman.

"Ferdy Sambo," jawabnya. 

Hendra juga mengatakan Ferdy Sambo seakan ingin segera menyudahi rapat anev. Padahal saat itu tengah membahas soal keputusam Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) anggota polisi yang melanggar.

"Yang saya lihat pengertiannya kan biasanya di-open, dibuka, ini ingin cepat selesai sudah karena memang waktunya di Indonesia timur itu beda dua jam. Ada sidang terhadap putusan menganulir dari PDH ke PTDH," kata Hendra.

"Yang Brotoseno?" cecar Arman.

"Saya tidak melihat," kata Hendra.

Hendra Kurniawan didakwa karena membantu Ferdy Sambo dalam merampas dan menghilangkan barang bukti, termasuk mengintervensi pemeriksaan saksi. Mereka bersama empat terdakwa lain, yakni Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, Irfan Widyanto, dan Arif Rachman Arifin, didakwa dengan dakwaan primer Pasal 49 jo Pasal 33 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau dakwaan primer Pasal 233 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Hendra Kurniawan Ungkap Dalih Ferdy Sambo Bantah Tembak Brigadir J di Depan Kapolri






Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

6 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

6 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

6 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

7 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

7 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

9 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

12 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

2 hari lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya


Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

3 hari lalu

Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto menyebut semua orang tertipu oleh Ferdy Sambo pada saat awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini mencuat.