Keluarga Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Gugatan Class Action Terhadap Pemerintah dan Perusahaan Farmasi

Reporter

Editor

Febriyan

Desi Permatasari (kedua dari kanan), ibu dari pasien gagal ginjal akut yang hingga kini masih terbaring kaku di RSCM. Desi menceritakan kondisi anaknya pada Rabu, 30 November 2022.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf, menyatakan puluhan keluarga pasien gagal ginjal akut telah melayangkan gugatan class action terhadap Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Kementerian Kesehatan dan 7 perusahaan farmasi. Para korban menuntut ganti rugi atas penderitaan yang mereka alami karena kasus ini.

“Jadi memang sudah saya layangkan, sudah ter-register,” kata Al Araf dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan hari ini Rabu 30 November 2022. 

Keluarga korban berasal dari Jabodetabek hingga Bali

Perwakilan Tim Advokasi untuk Kemanusiaan Awan Puryadi menyampaikan hingga kini ada sekitar 50 orang keluarga korban atau pasien yang telah menjalin komunikasi intens dengan pihaknya untuk mengajukan gugatan tersebut.

Awan menyatakan 50 keluarga itu berasal dari wilayah berbeda mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali. Selain komunikasi melalui group chat, Awan menyebutkan pihaknya telah melakukan pertemuan keliling.

“Kita sih sudah sepakat bahwa ruang untuk melakukan upaya adalah ruang gugatan class action,” kata Awan. ia menambahkan, seluruh korban termasuk keluarga dari korban yang meninggal dan pasien rawat jalan sepakat untuk menyelesaikan perkara dengan mekanisme gugatan.

Selain perdata, Awan menyatakan bahwa sangat memungkinkan mereka juga mengajukan gugatan pidana terhadap para pihak  yang saat ini belum dijerat oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Namun, ia mengatakan saat ini korban masih fokus di gugatan class action dan mendesak agar perawatan intensif terus dilakukan hingga pasien pulih.

“Apakah mungkin? Mungkin. Apakah terbuka? Terbuka. Apakah sekarang? Tidak,” ujar Awan.

9 Pihak yang digugat

Awan menyatakan pemerintah dan juga perusahaan farmasi harus bertanggung jawab dan memberikan ganti kerugian yang layak bagi para korban. Pasalnya, hingga saat ini, masih banyak korban yang mengalami masalah kesehatan karena masalah gagal ginjal akut ini. 

"Kami menilai bahwa selain Kemenkes dan BPOM, produsen obat dan pemasok bahan juga harus ikut bertanggung jawab. Itulah mengapa ada sembilan pihak yang menjadi tergugat dalam gugatan ini yang terdiri dari unsur pemerintah dan swasta," kata dia.

Berikut 9 pihak yang diajukan sebagai tergugat: 

1. PT Afi Farma Pharmaceutical Industry
2. PT Universal Pharmaceutical Industry
3. PT Tirta Buana Kemindo
4. CV Mega Integra
5. PT Logicom Solution
6. CV Budiarta
7. PT Megasetia Agung Kimia
8. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
9. Kementerian Kesehatan.

Gugatan itu pun dianggap penting agar menjadi peringatan bagi pemerintah dan industri farmasi obat untuk tidak main-main dengan nyawa manusia. Selain itu, mereka menilai pemerintah seharusnya bisa mencegah kondisi keracunan obat seperti ini mengingat hal ini bukan kasus yang pertama di dunia.

Awan pun membeberkan sejumlah kasus keracunan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol yang pernah terjadi di luar negeri. Berikut daftarnya

1. Nigeria - 1990 - 40 korban
2. Bangladesh -  1990-1992 - 339 korban
3. Argentina - 1992 - 29 korban
4. Haiti - 1995-1996 - 109 korban 
5. Panama - 2006 - 219 korban 
6. Nigeria - 2008 - 84 korban.

Nilai ganti rugi yang diajukan

Dalam gugatan class action itu, para keluarga korban menuntut ganti rugi sebesar Rp 2 miliar 50 juta per korban meninggal dan Rp 1 miliar 30 juta untuk korban yang masih menjalani pengobatan. 

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan gagal ginjal akut pada anak yang meningkat sejak Agustus hingga akhir Oktober lalu dipicu oleh konsumsi obat sirup yang mengandung Propilen Glikol (PG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE) di atas ambang batas aman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pun telah menetapkan tiga perusahaan produsen obat sirup plus satu perusahaan pemasok bahan baku obat sebagai tersangka. Tiga produsen obat tersebut adalah PT Afi Farma, PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries sementara satu perusahaan pemasok bahan baku adalah CV Samudera Chemical.

Kementerian Kesehatan pun telah mendatangkan obat Fomepizole dari sejumlah negara untuk menangani pasien gagal ginjal akut. Menurut data Kemenkes hingga awal November lalu, terdapat 325 anak yang mengalami masalah tersebut dengan 178 diantaranya meninggal. 

ALFITRIA NEFI PRATIWI






Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

1 jam lalu

Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

Berita terpopuler bisnis pada Rabu, 8 Februari 2023 dimulai dari kronologi penarikan tiga obat sirop usai kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


Bukan Kategori Gagal Ginjal Akut, Pasien Anak di RSUD Moewardi Solo Semakin Membaik

11 jam lalu

Bukan Kategori Gagal Ginjal Akut, Pasien Anak di RSUD Moewardi Solo Semakin Membaik

Alat bantu pernapasan yang semula terpasang pada pasien yang tak terkategori gagal ginjal akut itu telah dilepas.


Tips Aman Minum Obat untuk Balita dari BPOM

15 jam lalu

Tips Aman Minum Obat untuk Balita dari BPOM

BPOM mengimbau masyarakat lebih teliti dan berhati-hati dalam membeli dan memberi minum obat pada balita menyusul munculnya kasus gagal ginjal akut.


3 Obat Sirop Ditarik Usai Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Begini Kronologinya

15 jam lalu

3 Obat Sirop Ditarik Usai Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Begini Kronologinya

Kasus obat sirop yang menyebabkan insiden pasien anak mengalami gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) kembali mencuat. Begini kronologinya


Pasien Anak Gagal Ginjal Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Gibran Janji Monitor

17 jam lalu

Pasien Anak Gagal Ginjal Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Gibran Janji Monitor

Gibran juga mengatakan ia sudah menghubungi advokat pasien anak dengan gagal ginjal akut di Jakarta.


Resep Sehat Tyo Nugros Drummer Dewa 19: Batasi Konsumsi Garam dan Micin, Kenapa?

18 jam lalu

Resep Sehat Tyo Nugros Drummer Dewa 19: Batasi Konsumsi Garam dan Micin, Kenapa?

Seringkali MSG dan garam disebut bisa ganggu kesehatan. Drummer Dewa 19 Tyo Nugros sudah lama batasi konsumsi micin dan garam.


Pharos Resmi Recall Obat Sirop Penurun Demam Praxion Usai Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut

21 jam lalu

Pharos Resmi Recall Obat Sirop Penurun Demam Praxion Usai Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut

Voluntary recall ini dilakukan sebagai tanggung jawab Pharos atas temuan insiden pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut progresif atipikal.


Satu Pasien Anak Gagal Ginjal Dirawat di RSUD Moewardi Solo

23 jam lalu

Satu Pasien Anak Gagal Ginjal Dirawat di RSUD Moewardi Solo

Cahyono menuturkan, pasien gagal ginjal itu awalnya dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Solo


Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter, Ini Pesan IDI

1 hari lalu

Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter, Ini Pesan IDI

IDI mengimbau masyarakat menghindari pembelian obat sirup secara mandiri tanpa resep dokter menyusul kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


Waspadai Popok Kering pada Anak, Jangan Sampai Gagal Ginjal Akut

1 hari lalu

Waspadai Popok Kering pada Anak, Jangan Sampai Gagal Ginjal Akut

Orang tua perlu mewaspadai popok yang tetap kering dalam jangka waktu tertentu pemakaian pada anak, waspadai gejala gagal ginjal akut.