Temuan TGIPF: Ada Dugaan Rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan Mau Diganti Polisi

Reporter

Editor

Amirullah

Seorang anak memegang lilin saat mengikuti doa bersama di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 4 Oktober 2022. Doa bersama itu untuk para korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF mengungkap adanya upaya polisi untuk mengganti rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rekaman ini merekam berbagai kejadian di Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang akibat gas air mata milik polisi.

Salah satunya diungkap dalam pertemuan Tim dengan manajer Arema FC, Ali Fikri, pada 5 Oktober 2022, atau empat hari usai kejadian pada 1 Oktober. Secara keseluruhan, ada 32 titik CCTV yang berada di dalam dan luar Stadion Kanjurugan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Dari Ali Fikri, tim mendapat keterangan bahwa pihak menajemen ingin mengunduh rekaman CCTV untuk back up. Tetapi tindakan itu dilarang oleh aparat kepolisian.

"Ada dugaan rekaman mau diganti oleh polisi," demikian tertuang dalam dokumen TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 14 Oktober.

Baca: Menpora: Temuan TGIPF Tragedi Kanjuruhan Akan Disampaikan ke Presiden FIFA

Keterangan yang sama juga diperoleh Tim dari General Coordinator Aremania, sebutan untuk suporter Arema FC, Heru. Tim mendapat keterangan bahwa CCTV yang ada di stadion dilarang untuk didownload oleh aparat Kepolisian.

"Ada juga upaya aparat kepolisian untuk mengganti rekaman dengan yang baru. Hal ini kesaksian dari Pak Heru selaku General Coordinator," tulis TGIPF dalam dokumen ini.

Tragedi Kanjuruhan menewaskan 132 orang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober. Jokowi pun membentuk TGIPF untuk menelisik secara keseluruhan kejadian ini. TGIPF telah menyimpulkan gas air mata jadi penyebab utama kematian massal.

Rekaman CCTV yang ada di stadion juga dalam kondisi yang baik. Ini dilaporkan karena Kapolres Malang sudah melakukan persiapan pengamanan pada hari-H pertandingan, salah satunya mengecek stadion dan CCTV.

Tak hanya itu, TGIPF juga mengungkap adanya rekaman CCTV setelah pertandingan selama 3 jam yang sudah dihapus. Usai pertandingan berakhir dengan kerusuhan akibat penonton turun ke stadion, rangkaian baracuda melakukan evakuasi terhadap tim Persebaya.

Proses evakuasi ini dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir. Rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat merekam peristiwa dengan durasi selama 1 jam 21 menit. "Selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik," tulis dokumen TGIPF.

Rekaman baru muncul kembali kemudian, selama 15 menit saja. Walhasil, hilangnya durasi rekaman CCTV ini menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. Sehingga TGIPF Tragedi Kanjuruhan melaporkan bahwa mereka sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri.

Baca: Polisi: Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal karena Asfiksia Tanpa Trauma

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

2 jam lalu

Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

Menurut Gibran, pelemparan ke bus pemain Persis Solo terjadi karena polisi tidak tegas dalam kasus Tragedi Kanjuruhan


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

1 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


Wahidin Halim Duga Teror Ular Kobra ke Rumahnya untuk Sabotase Anies Baswedan

2 hari lalu

Wahidin Halim Duga Teror Ular Kobra ke Rumahnya untuk Sabotase Anies Baswedan

Selama 42 tahun berpolitik, Wahidin Halim belum pernah mengalami teror pengiriman ular kobra maupun ular jenis lain.


Video Viral Cahaya Misterius di Atas Gunung Merapi, Begini Isinya

2 hari lalu

Video Viral Cahaya Misterius di Atas Gunung Merapi, Begini Isinya

Badan Geologi membenarkan video yang tengah viral di media sosial tentang benda misterius melintas di atas puncak Gunung Merapi pada dinihari.


Bola Cahaya Misterius di Atas Puncak Gunung Merapi Terekam 2 CCTV

2 hari lalu

Bola Cahaya Misterius di Atas Puncak Gunung Merapi Terekam 2 CCTV

Video bola cahaya misterius melayang di atas puncak Gunung Merapi beredar di media sosial dan grup percakapan warga Yogyakarta Kamis 26 Januari 2023 ini.


Eks Dirut PT LIB Tak Tahu Kelayakan Stadion Kanjuruhan untuk Kompetisi 2022-2023

4 hari lalu

Eks Dirut PT LIB Tak Tahu Kelayakan Stadion Kanjuruhan untuk Kompetisi 2022-2023

Eks Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan belum menjabat sebagai direktur utama ketika Stadion Kanjuruhan diverifikasi pada 2020.


Bekas Dirut PT LIB Sebut Indosiar Menolak Jadwal Arema FC vs Persebaya Digeser Sore

4 hari lalu

Bekas Dirut PT LIB Sebut Indosiar Menolak Jadwal Arema FC vs Persebaya Digeser Sore

Eks Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat bersaksi di PN Surabaya mengatakan Indosiar menolak jadwal Arema FC vs Persebaya dimajukan.


Sidang Tragedi Kanjuruhan: Eks Dirut PT LIB Ditegur Hakim karena Menjawab 'Mungkin' saat Ditanya Jaksa

4 hari lalu

Sidang Tragedi Kanjuruhan: Eks Dirut PT LIB Ditegur Hakim karena Menjawab 'Mungkin' saat Ditanya Jaksa

Bekas Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus tragedi Kanjuruhan.


Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan Penuh Kejanggalan

5 hari lalu

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan Penuh Kejanggalan

Koalisi sipil menilai sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar di PN Surabaya penuh kejanggalan. Menurut mereka ada beberapa hal yang disoroti.


Eks Penyidik KPK Nilai Lukas Enembe Tidak Perlu Ditangguhkan Penahanannya

7 hari lalu

Eks Penyidik KPK Nilai Lukas Enembe Tidak Perlu Ditangguhkan Penahanannya

Praswad Nugraha mengatakan tidak ada regulasi yang menyatakan tersangka yang mengaku sakit seperti Lukas Enembe tidak dapat ditahan.