Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Bahu Manis Kota Seribu Kelenteng

image-gnews
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.  Foto: Pemkot Singkawang
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Foto: Pemkot Singkawang
Iklan

Tulisan ini adalah bagian dari seri tulisan edisi khusus tentang 7 perempuan kepala daerah berprestasi pilihan tempo.co. Tulisan mendalam liputan ini dapat dibaca di Inspirasi dari Perempuan Kepala daerah.

TEMPO.CO, Jakarta - Kota Seribu Kelenteng jadi julukan Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Seperti julukannya, kota ini memang mempunyai banyak kelenteng, rumah ibadah penganut Konghucu.

Kebudayaan Tionghoa di Kota Singkawang inilah yang jadi salah satu daya tarik wisata berskala internasional. Saban perayaan Imlek, Kota Singkawang akan penuh dengan agenda seni budaya. “Kota Singkawang ini sudah punya modal, tinggal dipoles saja,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie di kantornya, Senin, 1 Agustus 2022.

Chui Mie berasal dari suku Hakka atau dikenal juga dengan nama Khek. Hal ini juga salah satu modal sosial Chui Mie dalam memimpin Kota Singkawang. Walau merupakan etnis mayoritas di Kota Singkawang, warga Tionghoa masih sungkan menyatakan pendapat serta keinginannya. Chui Mie memangkas jarak tersebut melalui komunikasi langsung dengan warga.

Dia berharap, suara orang kecil yang ditemuinya menjadi masukan dalam membangun daerah yang dipimpinya. Dari warganya pula, ia memahami bahwa infrastruktur merupakan prasarana pokok dalam membangun industri pariwisata. Chui Mie ingin Singkawang tak hanya ramai saat perayaan Cap Go Meh, Imlek, atau sembayang kubur saja. Maka, masterplan menjadi panduan untuk mendandani Singkawang semolek mungkin.

Wacana ini memakan biaya yang tidak sedikit. Tapi Chui Mie tak kehabisan akal. Dia menggandeng pihak ketiga untuk ikut membiayai pembangunannya. “Sama-sama diuntungkan. Pihak ketiga promosi, sedangkan Singkawang dapat bangunannya,” katanya.

Konsep ini digunakan pula untuk pembangunan tiga gerbang yang menghubungkan Kota Singkawang dengan kota sekitarnya. Tiga gerbang ini akan menggambarkan tiga budaya di Singkawang, yakni Tionghoa, Dayak, dan Melayu (Tidayu).

Dia pun mengundang semua pemuda warga Singkawang yang berkuliah di luar Kalimantan Barat untuk kembali dan membangun daerahnya. Kemudahan layanan publik dan dukungan pemerintah daerah terhadap iklim wirausaha akan diberikan kepada para pemuda daerah, termasuk investor dari luar.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengenakan pakaian adat saat menghadiri acara Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang. Instagram/Tjhai Chui Mie

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kegigihan Chui Mie ini diganjar penghargaan sebagai Kota Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2021 lalu. Gelar ini disandingkan dengan gelar Kota Toleransi di Indonesia.

Program Chui Mie tak melulu yang bersifat simbolis. Dia mempunyai program bantuan hukum gratis bagi warga dan kelompok rentan yang berurusan dengan hukum. Program tersebut dinamai Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin atau Bahu Manis.

Progam ini ada di bawah Bagian Bantuan Hukum Pemerintah Kota Singkawang, serta pendampingan dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Perempuan dan Keluarga (LKBH PeKa). Pemerintah Kota Singkawang saat ini memiliki perda tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin sebagai payung hukum pemberian bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu.

“Kota Singkawang menjadi daerah pertama di Kalbar yang merealisasikan program ini di bawah kepemimpinan Ibu Tjhai Chui Mie,” kata Sari Maudy Tangkau, kepala subbagian bantuan hukum.

Selain bekerja sama dengan LBH yang mendukung penanganan ligitasi, Pemerintah Kota Singkawang juga bekerja sama dengan Program Posbankum di Pengadilan Negeri Singkawang untuk nonligitasi. “Baru-baru ini kami tengah memberikan bantuan hukum pada dua anak laki-laki korban trafficking,” ujarnya.

Sebelumnya, program Bahu Manis berhasil menolong warga Kota Singkawang yang mengalami masalah hukum di Malaysia. Buruh Migran tersebut didampingi hingga ke tingkat Mahkamah Agung dan akhirnya mendapatkan putusan bebas. “Saat ini sudah bekerja di Maluku,” Sari berkisah.

Menangani orang-orang yang membutuhkan bantuan hukum tersebut, perasaan Sari tersentuh. Namun Chui Mie-lah yang memberikan semangat untuk terus melakukan tugasnya. “Kata Bu Wali, posisikan diri kita di posisi mereka yang kesusahan,” ujarnya.

Baca juga: Inspirasi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Dari Mega hingga Lady Diana

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bandara Singkawang Hampir Rampung, Menhub Budi Karya Sumadi Cek Sisi Darat dan Udara

29 hari lalu

Bandar Udara Singkawang / Bandara Singkawang di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. ANTARA/HO-BKIP Kementerian Perhubungan
Bandara Singkawang Hampir Rampung, Menhub Budi Karya Sumadi Cek Sisi Darat dan Udara

Menhub Budi Karya Sumadi memastikan progres 95 persen Bandara Singkawang dan perpanjangan runway hingga 2.000 meter pendaratan pesawat Airbus A320.


Proyek Bandara Singkawang Sudah 95 Persen, Rampung April 2024

31 hari lalu

Tiga Tatung (dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur) mengikuti pawai perayaan Cap Go Meh 2574 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu, 5 Februari 2023. Perayaan Cap Go Meh yang dimeriahkan dengan atraksi ratusan tatung dan seni budaya Tionghoa lainnya tersebut kembali digelar di Kota Singkawang setelah sebelumnya vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Proyek Bandara Singkawang Sudah 95 Persen, Rampung April 2024

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat pada Ahad, 28 Januari 2024. Targetnya, pembangunan bandara rampung pada April tahun ini.


Siap-siap Libur Panjang, Simak 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Seru untuk Melihat Perayaan Imlek

34 hari lalu

Ribuan lampion mulai terpasang di sejumlah titik di Kota Singkawang untuk memeriahkan pelaksanaan Imlek dan CGM. ANTARA/Rudi/pri.
Siap-siap Libur Panjang, Simak 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Seru untuk Melihat Perayaan Imlek

Dari Petak Sembilan di Jakarta hingga Singkawang di Kalimantan Barat, inilah destinasi libur Imlek di Tanah Air.


Asal Usul Kopitiam, Kedai Kopi yang Dikembangkan Etnis Tionghoa

20 November 2023

Kedai Kopitiam Oey,  Makassar. TEMPO/Fahmi Ali
Asal Usul Kopitiam, Kedai Kopi yang Dikembangkan Etnis Tionghoa

Kopitiam atau kedai kopi tertua di Indonesia terdapat di Singkawang, Kalimantan Barat. Bagaimana asal usulnya?


Asyiknya Merakit Gundam Plastik

22 Oktober 2023

Asyiknya Merakit Gundam Plastik

Berawal dari anime serial Gundam, banyak orang tertarik merakit model kit karakter robot tersebut.


Festival HAM 2023, Ketika Anak Muda Bicara Hak Asasi

20 Oktober 2023

Pembacaan Deklarasi Suara Orang Muda di penutupan Festival HAM, Singkawang Kalimantan Barat, 18 Oktober 2023. TEMPO/ILONA ESTERINA
Festival HAM 2023, Ketika Anak Muda Bicara Hak Asasi

Sejumlah anak muda mengeluhkan soal kurangnya ruang bagi mereka untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan.


Merayakan Keberagaman dan Hak Asasi di Singkawang

20 Oktober 2023

Pembacaan Deklarasi Suara Orang Muda di penutupan Festival HAM, Singkawang Kalimantan Barat, 18 Oktober 2023. TEMPO/ILONA ESTERINA
Merayakan Keberagaman dan Hak Asasi di Singkawang

Festival HAM 2023 digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat


Gemar Budaya Tionghoa? Kunjungi 5 Pecinan Terkenal di Indonesia Berikut Ini

12 September 2023

Pengunjung melihat pernak-pernik imlek yang dijual di kawasan kawasan Glodok, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2023. Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili pada 22 Januari 2023 kawasan pecinan Glodok dipenuhi dengan penjualan berbagai macam pernak pernik untuk merayakan Imlek yang dijual dengan mulai puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Gemar Budaya Tionghoa? Kunjungi 5 Pecinan Terkenal di Indonesia Berikut Ini

Deretan pecinan ini bisa menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi


Destinasi Wisata Pulau Simping di Singkawang: Begini Muasal Nama Pulau Terkecil di Dunia

2 Juli 2023

Pulau Simping. Wikipedia
Destinasi Wisata Pulau Simping di Singkawang: Begini Muasal Nama Pulau Terkecil di Dunia

Pulau Simping terletak di area Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pulau dengan luas 2.023 meter persegi atau 0,5 hektare ini.


Inilah Daftar Kota Paling Toleran dan Tidak Toleran di Indonesia 2022

10 April 2023

Dua replika naga diarak saat memasuki Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang dipadati ribuan warga di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu 4 Februari 2023. Ratusan tatung (dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur) dan arak-arakan naga turun ke jalan untuk menggelar pawai dan atraksi di sejumlah ruas jalan utama Kota Singkawang guna menyambut perayaan Cap Go Meh.  ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Inilah Daftar Kota Paling Toleran dan Tidak Toleran di Indonesia 2022

SETARA Institute merilis daftar kota paling toleran se-Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022. Lantas, kota mana yang paling toleran dan tidak toleran di Indonesia?