Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

KH Hasyim Asy'ari dan Pergulatan Berdirinya Nahdlatul Ulama

image-gnews
KH Hasyim Asy'ari. Wikipedia
KH Hasyim Asy'ari. Wikipedia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Hari ini, 25 Juli di tahun 1947, Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy'ari meninggal dunia. Dialah ulama besar bergelar maha guru yang melahirkan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). 

KH Hasyim Asy'ari meninggal pada bulan Ramadhan, dua tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Hari itu, dua orang datang kepada KH Hasyim Asy'ari, mereka merupakan utusan Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. 

Keduanya hendak mengabarkan situasi terkini setelah Agresi Militer Belanda, 21 Juli 1947. “Jenderal Spoor sudah merebut Singosari, Malang,” ujar perwakilan itu, dilansir dari jabar.nu.or.id.

KH Hasyim Asy'ari terkejut bukan kepalang atas jatuhnya Singosari dan Malang. Lalu ia memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat. Keterkejutan yang hebat ini membuatnya pingsan. 

Dokter sempat didatangkan. Namun tak dapat ditolong lagi. KH Hasyim Asy'ari berpulang di usianya yang ke 76 tahun. 

Perjalanan dan perjuangan KH Hasyim Asy'ari bak menempuh jejak panjang. Ia menuntut ilmu beberapa tahun di Mekkah. 

Disana, KH Hasyim Asy'ari tak menutup mata terhadap bangsa Indonesia yang masih dalam kondisi terjajah. Kegelisahannya itu dituangkan dalam sebuah pertemuan di Multazam bersama para sahabat seangkatannya dari Afrika, Asia, dan juga negara-negara Arab sebelum kembali ke Indonesia.Pertemuan tersebut terjadi pada suatu di bulan Ramadhan, di Masjidil Haram, Makkah. 

Singkat cerita, dari pertemuan tersebut lahir kesepakatan di antara mereka untuk mengangkat sumpah dihadapan “Multazam”, dekat pintu ka’bah untuk menyikapi kondisi di negara masing-masing yang dalam keadaan terjajah.

Di mana isinya berupa tekad untuk berjuang di jalan Allah SWT demi tegaknya agama Islam, berusaha mempersatukan umat Islam dalam kegiatan penyebaran ilmu pengetahuan serta pendalaman ilmu agama Islam.

Dalam Pertumbuhan dan Perkembangan NU yang ditulis Choirul Anam pada tahun 1985 menyebutkan, tekad itu harus dicetuskan dan dibawa bersama mereka dengan mengangkat sumpah. Lebih lagi karena di masa yang sama, kondisi juga situasi politik negara-negara Timur berada dibawah kekuasaan penjajahan bangsa Barat. 

KH Hasyim Asy'ari sekembalinya dari menuntut ilmu...

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

1 hari lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

Nahdlatul Ulama akan memberi sanksi kepada salah satu kader yang bertemu dengan Presiden Israel


Sejarah Unusia, Kampus yang akan Gelar Sidang Etik Zainul Maarif karena Bertemu Presiden Israel

2 hari lalu

Gedung Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Dok. NU
Sejarah Unusia, Kampus yang akan Gelar Sidang Etik Zainul Maarif karena Bertemu Presiden Israel

Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) akan menggelar sidang etik kepada salah satu dosennya, Zainul Maarif karena mengunjungi Presiden Israel


Profil Unusia yang Siap Gelar Sidang Etik untuk Zainul Maarif Usai Menemui Presiden Israel

2 hari lalu

Gedung Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Dok. NU
Profil Unusia yang Siap Gelar Sidang Etik untuk Zainul Maarif Usai Menemui Presiden Israel

Unusia akan menggelar sidang etik untuk dosen Zainul Maari yang mengunjungi Presiden Israel. Ini profil Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia


Sosok Zainul Maarif, Dosen Unusia yang Turut Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog

2 hari lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
Sosok Zainul Maarif, Dosen Unusia yang Turut Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog

Zainul Maarif dosen dari Unusia yang akan jalani sidang etik karena satu dari lima warga NU mengunjungi presiden Israel Isaac Herzog.


Respons PKB soal Pertemuan Lima Kader NU dengan Presiden Israel

3 hari lalu

Lima orang tokoh muda Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Respons PKB soal Pertemuan Lima Kader NU dengan Presiden Israel

PKB merespons pertemuan lima anggota NU dengan presiden Israel.


PBNU Buka Peluang Beri Sanksi Kader yang Temui Presiden Israel

3 hari lalu

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan pers mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
PBNU Buka Peluang Beri Sanksi Kader yang Temui Presiden Israel

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan sanksi itu akan diserahkan kepada lembaga NU yang menjadi tempat bernaung masing-masing kader.


Presiden Israel Bertemu 5 Warga NU, ini Profil Isaac Herzog

3 hari lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
Presiden Israel Bertemu 5 Warga NU, ini Profil Isaac Herzog

Lima warga NU atau nahdliyin bertemu Presiden Israel. Ini profil Isaac Herzog.


Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden Israel Isaac Herzog, Kritik Tajam dari Berbagai Penjuru

3 hari lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden Israel Isaac Herzog, Kritik Tajam dari Berbagai Penjuru

Sejumlah pihak mengecam berlangsungnya pertemuan lima Nahdliyin atau warga NU dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.


NU Terseret Buntut 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Ini Kata Para Petinggi PBNU

3 hari lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
NU Terseret Buntut 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Ini Kata Para Petinggi PBNU

Pertemuan 5 Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan Presiden Israel mendapatkan kecaman sejumlah pihak. Apa kata PBNU?


Gus Yahya Ungkap Ada Organisasi Lobi Israel di Indonesia yang Catut Nama NU

3 hari lalu

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya (ketiga dari kiri) memberi keterangan pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Sultan Abdurrahman
Gus Yahya Ungkap Ada Organisasi Lobi Israel di Indonesia yang Catut Nama NU

Gus Yahya menyebut organisasi lobi Israel bernama Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian atau Rahim telah mencatut nama NU di websitenya.