PKS dan PKB Merapat Bahas Koalisi, Pengamat Politik Anggap Strategi Inklusif

Reporter

Editor

Amirullah

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu melakukan pertemuan di Kantor DPP PKB, Jakarta, 28 April 2021. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai merapat membahas kemungkinan koalisi. Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, langkah PKS dinilai semakin membuka diri dan tidak mengkhususkan dengan ideologi Islam saja.

Menurutnya, PKS memang perlu membuka diri terhadap keberagaman pandangan politik, termasuk dengan PKB. “Strategi inklusifitas yang sedang dibangun, agar bisa masuk ke mana-mana dan agar bisa diterima oleh banyak partai politik lain,” tuturnya saat dihubungi, 9 Juni 2022.

Ujang mengatakan, pembahasan koalisi antara kedua partai tersebut masih mencari kepentingan yang sama. Maka dari itu, dua partai tersebut masih saling menjajaki dan memahami, apalagi jika ingin mengusung calon presiden dan wakil presiden 2024 nanti.

“Namun PKB dan PKS jika ingin berkoalisi perlu dukungan partai lain, agar bisa sampai 20 persen presidential threshold,” katanya.

Bagi Ujang, keterbukaan koalisi PKS dengan siapa saja agar tidak dituduh hanya dekat dengan kelompok Islam kanan. Maka strategi membuka kemungkinan dari golongan manapun dilakukan. Itu juga terwujud dari acara Milad ke-20 PKS yang menampilkan pertunjukan keragaman budaya Indonesia.

“Strategi untuk bisa diterima banyak kalangan dan bisa saja untuk menaikkan daya tawar di mata publik,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan partainya dengan PKB memiliki banyak kesamaan. Maka dari itu sangat dimungkinkan kedua partai bisa berkoalisi dalam Pemilu 2024.

“Misalnya kita sama-sama partai nasionalis bercorak Islam. Posisi politik dan cara politiknya sudah sebelas dua belas kalau kita sebutkan,” kata Aboe dalam siaran di kanal YouTube Padasuka TV, Senin, 6 Juni 2022.

Baginya, koalisi antara PKS dan PKB merupakan representasi keumatan. Dia mengklaim itu bisa menjadi poros yang sangat kuat dan magnet kuat.

“PKS dan PKB ini memang satu kolam yang pas. Magnetnya luar biasa. PKS dikenal memiliki kader ulet dan militan, demikian juga PKB yang memiliki jaringan para kiai dan para santri,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid juga tidak menutup kemungkinan partainya dengan PKS bisa berjalan bersama dalam Pemilu 2024. Dia percaya diri bahwa secara historis PKB juga ikut mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menang dalam Pilpres 2004.

“Artinya, koalisi PKB dengan PKS ini bukan hal baru, bahkan pernah mendudukkan orang sebagai presiden,” tuturnya pada kesempatan yang sama.

FAIZ ZAKI






Surya Paloh Bertemu Jokowi Selama Dua Jam di Istana, Ini yang Dibahas

12 jam lalu

Surya Paloh Bertemu Jokowi Selama Dua Jam di Istana, Ini yang Dibahas

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny Gerald Plate membenarkan adanya pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi


Di Acara Gowes Bareng di Lampung, Gerindra-PKB Nyatakan Siap Tempur di Pemilu 2024

20 jam lalu

Di Acara Gowes Bareng di Lampung, Gerindra-PKB Nyatakan Siap Tempur di Pemilu 2024

Lampung menjadi provinsi pertama yang terus mempeloporkan kerja sama politik Gerindra dan PKB


Daftar Partai Politik yang Lolos dan Tak Lulus Verifikasi KPU untuk Pemilu 2024

20 jam lalu

Daftar Partai Politik yang Lolos dan Tak Lulus Verifikasi KPU untuk Pemilu 2024

KPU melaporkan, sebanyak 43 partai telah memiliki akun Sistem Informasi Partai Politik. Lalu, berapa partai yang lolos tahap verifikasi administrasi Pemilu 2024?


Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

20 jam lalu

Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepercayaan publik penting agar Polri dapat mengawal setiap kebijakan pemerintah.


Saiful Mujani Sebut 3 Faktor Agar Partai Baru Bisa Peroleh Dukungan

1 hari lalu

Saiful Mujani Sebut 3 Faktor Agar Partai Baru Bisa Peroleh Dukungan

Saiful Mujani menyebut ada tiga faktor yang mendorong partai baru bisa mendapat suara atau dukungan publik dalam Pemilu.


Partai Berkarya dan Partai Pelita Din Syamsuddin Gugat Keputusan KPU ke Bawaslu

1 hari lalu

Partai Berkarya dan Partai Pelita Din Syamsuddin Gugat Keputusan KPU ke Bawaslu

Pengajuan permohonan sengketa bisa dilakukan maksimal tiga hari sejak dikeluarkannya Keputusan KPU atau Berita Acara KPU.


Jazilul: Mau Ikut Koalisi Gerindra-PKB Cukup Deal dengan Prabowo atau Cak Imin

1 hari lalu

Jazilul: Mau Ikut Koalisi Gerindra-PKB Cukup Deal dengan Prabowo atau Cak Imin

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pernah menyebut ada dua partai yang bakal bergabung dengan koalisi Partai besutan Prabowo dan PKB


Begini Isi Gugatan Farhat Abbas atas Tersingkirnya Partai Pandai di Tahapan Pemilu

1 hari lalu

Begini Isi Gugatan Farhat Abbas atas Tersingkirnya Partai Pandai di Tahapan Pemilu

Farhat Abbas mengklaim sudah melengkapi seluruh persyaratan Partai Pandai sesuai rentang waktu yang diberikan hingga 14 Agustus 2022.


Farhat Abbas Layangkan Gugatan ke Bawaslu Soal Keputusan KPU yang Tak Loloskan Partai Pandai

1 hari lalu

Farhat Abbas Layangkan Gugatan ke Bawaslu Soal Keputusan KPU yang Tak Loloskan Partai Pandai

Farhat Abbas menyatakan telah melengkapi dokumen persyaratan untuk menjadi calon peserta Pemilu 2024 ke KPU.


Muhaimin Iskandar Sebut 3 Faktor Kunci Indonesia Bisa Lalui Kondisi Sulit

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar Sebut 3 Faktor Kunci Indonesia Bisa Lalui Kondisi Sulit

Menurut Muhaimin Iskandar ada tiga faktor kunci keberhasilan Indonesia terlepas dari masa sulit. Salah satunya adalah peran pemimpin dan masyarakat.