Jejaring Cek Fakta Kolaborasi Antisipasi Hoaks Menjelang Pemilu 2024

Reporter

Editor

Amirullah

Ilustrasi pemilu. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga menyatakan komitmennya mengantisipasi hoaks menjelang Pemilu 2024. Komitmen ini juga turut disuarakan oleh jejaring pemeriksa fakta.

Jejaring tersebut terdiri dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta 24 media yang tergabung dalam CekFakta.com. Mereka telah menyepakati sejumlah program dalam rapat kerja nasional pada 16 Februari 2022.

Peserta Rakernas menyepakati Standar Operasional Prosedur Mekanisme Kerja dan Koordinasi Kolaborasi, Standar Operasional Prosedur Advokasi dan Mitigasi Pemeriksa Fakta, dan 17 program kerja untuk periode 2022-2024. Ada 4 dari 17 program itu yang berkaitan dengan perhelatan pemilu.

Program itu berupa kampanye kepada peserta pemilu dan publik agar tidak menggunakan mis-disinformasi sebagai konten dan iklan kampanye, sosialisasi penggunaan Undang-undang Pers, serta kampanye untuk mengedepankan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

Sekretaris Jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika berharap jaringan kerja pemeriksa fakta yang sudah ada sekarang ini bisa berkembang dan kerjanya lebih berdampak menjelang Pemilu 2024. Tujuannya supaya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang kredibel dan akurat.

"Apalagi penyelenggaraan pemilu akan makin kompleks karena berbarengan di nasional hingga daerah, serta ada residu polarisasi (di masyarakat) selama lima tahun terakhir,” kata dia dikutip dari siaran pers, Jumat, 18 Februari 2022.

Selain memperbesar jaringan pemeriksa fakta, Wahyu menambahkan, kolaborasi cek fakta bakal memastikan adanya peningkatan kapasitas bagi pemeriksa fakta dengan standar dan prosedur yang sama. Salah satu pekerjaan rumah CekFakta.com, kata dia, adalah meningkatkan distribusi konten hasil pemeriksaan fakta agar bisa sampai ke publik.

Sejumlah lembaga lainnya, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dan Dewan Pers juga menyepakati pentingnya kolaborasi lebih kuat menangkal hoaks jika merujuk pengalaman Pemilihan Presiden 2019 dan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020.

Kesepekatan ini mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “Kolaborasi Menangkal Hoaks Menjelang Pemilu 2024” serta penandatanganan nota kesepahaman bersama anggota CekFakta.com secara daring pada Kamis, 17 Februari 2022.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Agung Dharmajaya saat itu mengatakan, risiko atau ancaman bagi pemeriksa fakta semakin tinggi. Tercermin dari maraknya pelaporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Internet dan Transaksi Elektronik ke polisi terkait konten pemberitaan yang dianggap sarat informasi bohong.

Seharusnya, kata dia, dugaan pelanggaran seperti itu diselesaikan lewat hak jawab dan mediasi di Dewan Pers. Sebab, dia menekankan, hoaks hanya ada di media sosial, sementara di media itu namanya pelanggaran kode etik.

"Apalagi semua media online ada pedoman pemberitaan media siber. Sementara untuk pelanggaran di televisi dan radio ada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dengan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran),” kata Agung.






Junta Myanmar Gelar Pemilu, Dinilai Hanya Akal-akalan

1 hari lalu

Junta Myanmar Gelar Pemilu, Dinilai Hanya Akal-akalan

Junta militer Myanmar mengumumkan persyaratan, yang dinilai tidak masuk akal, bagi partai politik untuk mengikuti pemilihan tahun ini.


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

1 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


Ketua DPP NasDem Ungkap Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh: Melepas Rindu, Singgung Pemilu

1 hari lalu

Ketua DPP NasDem Ungkap Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh: Melepas Rindu, Singgung Pemilu

Sugeng Suparwoto pertegas kalau pertemuan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh merupakan kunjungan melepaskan rindu.


CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

1 hari lalu

CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

Belakangan, ChatGPT membawa konsekuensi yang membuat banyak pihak jadi khawatir.


Syarat Mendaftar Pantarlih Pemilu 2024, Apa Saja?

1 hari lalu

Syarat Mendaftar Pantarlih Pemilu 2024, Apa Saja?

Panitia Pemutakhiran Data Pemilih atau pantarlih salah satu badan yang membantu KPU


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

1 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak


Demokrat DKI Perkuat Mesin Partai Sembari Tunggu Keputusan Anies Baswedan Capres 2024

1 hari lalu

Demokrat DKI Perkuat Mesin Partai Sembari Tunggu Keputusan Anies Baswedan Capres 2024

DPD Demokrat DKI Jakarta fokus memperkuat mesin partai sembari menunggu keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat soal Anies Baswedan Capres 2024.


Pantarlih dalam Tahapan Pemilu, Apa Tugas dan Tanggung Jawabnya?

1 hari lalu

Pantarlih dalam Tahapan Pemilu, Apa Tugas dan Tanggung Jawabnya?

KPU selama penyelenggaraan pemilu juga dibantu panitia pemutakhiran data pemilih atau pantarlih.


Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

2 hari lalu

Pengamat Sebut Peluang Ridwan Kamil Maju Capres Tertutup Setelah Gabung Golkar

Peluang Ridwan Kamil untuk maju calon presiden atau calon wakil presiden dinilai tertutup setelah resmi bergabung ke Golkar. Apa alasannya?


AHY Berharap Penetapan Pendamping Anies Baswedan Bukan Kawin Paksa

3 hari lalu

AHY Berharap Penetapan Pendamping Anies Baswedan Bukan Kawin Paksa

AHY menilai bakal Capres Anies Baswedan akan independen tanpa intervensi dari pihak manapun dalam menentukan cawapresnya di Pemilu 2024