Ini Hal Baru dari Kurikulum Merdeka Besutan Nadiem Makarim

Siswa saat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Ciracas 11 Pagi, Jakarta, Selasa 8 Februari 2022. Saat ini, DKI masih menerapkan PTM di sekolah 50 persen dari kapasitas sesuai aturan pemerintah pusat. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menerangkan Kurikulum Merdeka yang baru saja diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim tidak jauh berbeda dengan Kurikulum 2013. Menurut Satriwan, secara umum Kurikulum Merdeka hanya mendapatkan penyempurnaan pada beberapa aspek. 

"Saya dengan tegas menyatakan, Kurikulum Merdeka tidak baru. Secara substansi memang ada perbaikan dan penyempurnaan dari Kurikulum 2013. Tapi dia tidak 100 persen barang baru," ujar Satriwan saat dihubungi Tempo, Senin, 14 Februari 2022. 

Beberapa hal baru dalam Kurikulum Merdeka, kata Satriwan, seperti misalnya dalam materi atau konten pelajaran yang tidak lagi padat. Sehingga guru dan siswa dapat mengelaborasi pembelajaran secara elastis atau fleksibel, baik secara struktur maupun impelentasi.

Ia mencontohkan, dalam Kurikulum Merdeka guru diberikan kebebasan mengatur waktu pelajaran asalkan memenuhi target per tahun, bukan lagi per pekan. 

"Fleksibilitas guru dalam memberikan pelajaran seperti termuat dalam Kurikulum Merdeka, seperti tidak lagi diatur berdasarkan jam yang kaku," kata Satriwan. 

Selain itu, guru tidak lagi dikejar ketuntasan pembelajaran atau materi. Sebab dalam Kurikulum Merdeka, Satriwan mengatakan bobot materi pembelajaran dan teori hanya sebesar 70 persen. Sedangkan 30 persen sisanya murid akan diberikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Dalam proyek ini, siswa bakal mengimplementasikan Pancasila kepada seluruh mata pelajaran yang diikutinya.

"Ini project base learning, ada kolaborasi anak-anak dan mata pelajaran. Proyek ini basisnya lintas mata pelajaran dan ada rapor sendiri," kata Satriwan. 

Hal baru lainnya dalam Kurikulum Merdeka, guru nantinya dibebaskan dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP. Jika sebelumnya RPP yang guru buat berdasarkan arahan dari Kementrian Pendidikan, kini mereka bisa merancangnya sendiri sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing. 

Bahkan, kata Satriwan, guru bisa membuat RPP dalam satu lembar saja. Dengan kebebasan ini, diharapkan RPP setiap guru bakal berbeda karena menyesuaikan kemampuan serta target setiap anak didiknya. 

"Tapi apakah kurikulum ini lebih Unggul dari Kurikulum 2013? Kami belum bisa mengatakannya," kata Satriwan. 

Satriwan mengatakan, sebelum diluncurkan Nadiem pada Jumat pekan lalu, Kurikulum Merdeka baru diimplementasikan ke 2.500 sekolah penggerak selama enam bulan. Sehingga pihaknya merasa terlalu dini mengambil kesimpulan tentang efektivitas Kurikulum Merdeka.

M JULNIS FIRMANSYAH 

 
Baca: Kurikulum Darurat Dipakai 31,5 Persen Sekolah di Indonesia Selama Pandemi






Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

1 hari lalu

Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

Simak kisah siswa SMP 1 Ciawi terjun ke dance sport hingg raih medali emas.


Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

4 hari lalu

Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gelaran bertajuk Festival Sekolah Menyenangkan yang digagas komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan itu cukup unik.


Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

6 hari lalu

Unpar Buka Program Proyek Desa, Beri Pendanaan Rp 35 Juta hingga Bobot 20 SKS

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) membuka program Proyek Desa bagian MBKM.


Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

6 hari lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.


Pentingnya Guru Edukasi Murid Soal Gaya Hidup Ramah Lingkungan

9 hari lalu

Pentingnya Guru Edukasi Murid Soal Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Peran aktif guru untuk memberikan edukasi terkait gaya hidup ramah lingkungan kepada murid sangat disarankan.


FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

17 hari lalu

FSGI Ungkap Peristiwa Guru Dicukur Rambutnya oleh Wali Murid di Gorontalo

Seorang guru di Gorontalo diduga mengalami kekerasan oleh wali murid yang tak terima anaknya terkena razia cukur rambut di sekolah.


Rekrutmen Calon ASN 2023, Guru dan Tenaga Kesehatan Jadi Formasi Paling Banyak?

21 hari lalu

Rekrutmen Calon ASN 2023, Guru dan Tenaga Kesehatan Jadi Formasi Paling Banyak?

Rekrutmen calon aparatur sipil negara atau CASN 2023 dipastikan dibuka. Betulkah guru dan tenaga kesehatan jadi formasi paling banyak?


Guru di Inggris dan Wales Pertimbangkan Ikut Mogok, PM Sunak Makin Pusing

21 hari lalu

Guru di Inggris dan Wales Pertimbangkan Ikut Mogok, PM Sunak Makin Pusing

Guru di Inggris dan Wales akan memutuskan aksi pemogokan pada Senin malam, 16 Januari 2023, bergabung dengan perawat, dan pekerja kereta api.


Wali Kota Depok akan Menggabungkan 26 Sekolah, P2G: Hentikan Penggusuran

22 hari lalu

Wali Kota Depok akan Menggabungkan 26 Sekolah, P2G: Hentikan Penggusuran

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyatakan keberatan atas kebijakan Wali Kota Depok yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) soal rencana menggabungkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Depok melalui SK Nomor 421/123/KPTS/Disdik/Huk/2021.


Setelah SDN Pondok Cina 1, P2G Temukan Sekolah Lainnya di Depok akan Digusur

22 hari lalu

Setelah SDN Pondok Cina 1, P2G Temukan Sekolah Lainnya di Depok akan Digusur

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengecam keras upaya penggusuran SDN Pondok Cina 1 di kota Depok. Sebab, ditemukan bahwa penggusuran didukung oleh Pemerintah Kota Depok dan jajarannya.