Pesan KSAD ke Dandim: Berani Ambil Keputusan jika Menyangkut Kepentingan Rakyat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Jenderal Dudung Abdurachman usai dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 17 November 2021. TEMPO/Dewi Nurita

    Jenderal Dudung Abdurachman usai dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 17 November 2021. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman mengingatkan pada para komandan kodim untuk berani mengambil keputusan, terutama yang menyangkut kepentingan rakyat. "Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan," kata KSAD dikutip dari kanal YouTube TNI AD, Rabu, 8 Desember 2021.

    Pernyataan itu disampaikan Dudung saat memberikan arahan kepada para dandim se-Indonesia di Markas Besar TNI AD. Dudung berujar setiap dandim harus bisa membawa diri dan menghindari kesan sombong. Sikap tersebut bertujuan demi menjaga hubungan, baik antara personel TNI AD dan kepala daerah serta pemangku kepentingan lainnya.

    Dudung mendorong agar setiap dandim berani berbicara di hadapan wartawan atau media massa. Adapun tujuannya untuk memberitakan berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan. Dengan memberitakan atau menginformasikan berbagai kegiatan tersebut, masyarakat akan lebih tahu tentang apa saja peran personel TNI di daerah.

    "Tidak hanya itu, khusus di internal TNI, setiap dandim juga harus senantiasa memperhatikan kesejahteraan anggota dan tidak membuat sebuah kebijakan yang menyulitkan personel," ujar KSAD Jenderal Dudung.

    Baca Juga: KSAD Dudung akan Tinjau Daerah Operasi Militer di Papua dan Poso



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.