Kilas Nasional: Azis Syamsuddin, Muktamar NU, dan Kasus Pelecehan Seksual

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 November 2021. Hari ini penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) atas nama Azis kepada tim jaksa karena berkas perkaranya dinyatakan lengkap. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 November 2021. Hari ini penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) atas nama Azis kepada tim jaksa karena berkas perkaranya dinyatakan lengkap. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita dari kanal Nasional sepanjang Selasa, 30 November 2021 menjadi pilihan editor untuk dirangkum. Pertama soal pelimpahan berkas perkara Azis Syamsuddin ke pengadilan.

    Kedua tentang Ketua PBNU Said Aqil yang mengatakan belum ada keputusan tetap soal Muktamar NU. Terakhir berita tentang penangkapan pelaku pelecehan seksual anak di game Free Fire oleh Bareskrim Polri. Berikut rangkumannya.

    Azis Syamsuddin

    Jaksa KPK Yoga Pratomo telah melimpahkan berkas perkara mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin, 29 November 2021. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

    Selain itu, Ali mengatakan penahanan terhadap Azis selanjutnya beralih dan menjadi wewenang dari pengadilan tipikor. "Selanjutnya, tim jaksa masih menunggu penetapan penunjukan majelis hakim yang akan memimpin jalannya persidangan dan penetapan hari sidang," ucap Ali.

    Adapun Azis disangka dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau kedua Pasal 13 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sebelumnya, KPK menyebut Azis menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Ia meminta tolong mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado.

    Aliza merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Selanjutnya, Robin menghubungi adovokat Maskur Husain untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut.

    KPK menduga pemberian uang dari Azis Syamsuddin kepada Robin dan Maskur yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar dari komitmen awal sebesar Rp 4 miliar.

    Jadwal Muktamar NU Belum Ditentukan

    Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan bahwa jadwal pelaksanaan Muktamar NU masih simpang siur alias belum ada keputusan definitif. "Pada intinya kami siap melakukan Muktamar. Kalau terkait tanggal dan hari belum ditentukan. Makanya ini kami cek dulu kesiapannya, yang jelas kami siap mengadakan hajat NU ini,” kata Said lewat keterangan tertulis, Selasa, 30 November 2021.

    Menurutnya, rapat penentuan jadwal Muktamar NU ke-34 akan digelar pekan ini. "Minggu-minggu ini kami akan adakan rapat dahulu bersama jajaran kepengurusan PBNU," tuturnya.

    Disinggung soal kabar yang menyebutkan bahwa Muktamar NU bakal dilaksanakan pada 17 Desember 2021 sesuai arahan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, ia menjelaskan, adanya keinginan seperti itu sah-sah saja sebagai pendapat dan opini. Namun, ujar dia, PBNU harus bermusyawarah dahulu untuk menentukan tanggal yang tepat.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.