Isi Kuliah Umum di Unhan, Yahya Staquf: Dunia Ingin Indonesia Jadi Negara Kuat

Reporter

Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf menyapa para undangan usai dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Staquf mengatakan dunia internasional menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat bukan hanya di tingkat regional, melainkan juga di kawasan Indo-Pasifik. "Indonesia letaknya sangat strategis dalam menjaga stabilitas dunia menuju equilibrium baru," kata Yahya dalam keterangan tertulis, Rabu. 10 November 2021.

Hal itu disampaikan Yahya saat memberikan kuliah umum secara hybrid di Universitas Pertahanan (Unhan) Bogor, Jawa Barat. Kuliah umum itu diikuti semua civitas akademika, mahasiswa S1, S2, dan S3 serta segenap staf pengajar. Yahya memberi kuliah umum dengan tema "Kontribusi Perjuangan Pahlawan Santri Ditinjau dari Perspektif Sosio-Kultural dan Kontekstualisasi Semangat Persatuan dan Rela Berkorban di Era Digital."

Ia berujar dunia internasional berkepentingan dengan Indonesia yang kuat, stabil, dan jauh dari gejolak. Dari pendekatan sejarah tatanan dunia saat ini belum bisa disebut stabil apalagi kokoh. Gejolak secara sporadis dengan mudah terjadi di sejumlah negara dengan pemicu yang susah dijelaskan.

Tatanan dunia baru, kata Yahya, dibangun di atas puing-puing kolonialisme dan imperialisme yang selama kurang lebih 1.300 tahun lalu diadopsi oleh banyak bangsa di dunia. Jika dibanding era-era penjajahan tersebut, usia tatanan dunia baru ini amatlah belia. Ratusan tahun silam, kata dia, dunia dikuasai oleh imperium-imperium besar. Mereka saling berekspansi untuk menguasai kawasan tertentu. Satu bangsa menjajah bangsa lainnya.

Imperium Romawi, Persia, Byzantium, Ottoman, dan Tsar adalah contoh dari praktik penguasaan satu bangsa atas banyak bangsa lain di dunia. Situasi itu berlangsung berabad-abad lamanya. Hingga akhirnya, menurut Yahya, sejumlah bangsa mulai muak dengan penjajahan dalam segala bentuknya.

"Mereka mulai berani berteriak, melawan ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Perlawanan itu perlahan tapi pasti muncul di sejumlah negara jajahan. Termasuk bangsa Indonesia," kata Yahya Staquf yang juga kandidat Ketua PBNU itu.

Baca Juga: Katib Aam PBNU Yahya Staquf Bicarakan Perdamaian Global Saat Melawat ke Amerika 






Pencemaran Nama Baik Ketum PBNU, Polisi akan Panggil GP Ansor dan Faizal Assegaf

28 hari lalu

Pencemaran Nama Baik Ketum PBNU, Polisi akan Panggil GP Ansor dan Faizal Assegaf

Faizal Assegaf menuding Ketum PBNU Yahya Staquf rasis dan membenci habib karena pernah menyebut mereka sebagai pengungsi


Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

29 hari lalu

Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

Faizal Assegaf juga dilaporkan ke Polda DIY soal cuitannya yang menyinggung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.


GP Ansor Bela Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Faizal Assegaf: Saya Tidak Takut

30 hari lalu

GP Ansor Bela Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Faizal Assegaf: Saya Tidak Takut

Polda Metro Jaya saat ini masih mempelajari laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan GP Ansor DKI Jakarta terhadap Faizal Assegaf.


Forum Agama G20 di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ketua PBNU: Hidup Rukun

32 hari lalu

Forum Agama G20 di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ketua PBNU: Hidup Rukun

Forum Agama G20 atau Forum R20 kembali diadakan di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Jumat hingga Ahad 4-6 November 2022.


Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

33 hari lalu

Forum R20 Bali Bahas Persekusi oleh Pemeluk Agama Mayoritas

Forum R20 Bali menyepakati bahwa istilah minoritas juga mesti dipandang dalam perspektif penderitaan atas diskriminasi dan persekusi.


Tanggapi Pernyataan Ade Armando, Ini Pernyataan PBNU

34 hari lalu

Tanggapi Pernyataan Ade Armando, Ini Pernyataan PBNU

PBNU mengecam pernyataan Ade Armando yang dinilai sebagai bentuk politik identitas.


3 Fakta Paham Wahabi: Berkembang di Arab Saudi Ditolak oleh Lembaga Dakwah NU

37 hari lalu

3 Fakta Paham Wahabi: Berkembang di Arab Saudi Ditolak oleh Lembaga Dakwah NU

Meskipun lahir dan berkembang di Arab Saudi sejak abad ke-18, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tegaskan Wahabi bukan satu-satunya ideologi di Arab Saudi.


PBNU Tak Setuju Sikap LDNU Minta agar Wahabi Dilarang, MUI: Patut Kita Apresiasi

38 hari lalu

PBNU Tak Setuju Sikap LDNU Minta agar Wahabi Dilarang, MUI: Patut Kita Apresiasi

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengapresiasi sikap PBNU yang tidak menyetujui permintaan agar Wahabi dilarang di Indonesia


Lembaga Dakwah PBNU Sarankan Pemerintah Larang Wahabi, Apa itu Paham Wahabi?

38 hari lalu

Lembaga Dakwah PBNU Sarankan Pemerintah Larang Wahabi, Apa itu Paham Wahabi?

Berkembang sejak abad ke-18, paham Wahabi diperkirakan berasal dari ajaran tokoh agama kenamaan terdahulu bernama Muhammad bin Abdul Wahab.


Sekjen Liga Muslim Dunia Berharap R20 Bali Bisa Berdampak pada Perdamaian

39 hari lalu

Sekjen Liga Muslim Dunia Berharap R20 Bali Bisa Berdampak pada Perdamaian

Sekjen Liga Muslim Dunia kunjungan ke Denpasar terkait persiapan Forum Religion of Twenty (R20) yang dilaksanakan pada 2-3 November 2022.