Jusuf Kalla Kecam Pembakaran Mimbar Masjid, Minta Warga Tak Terprovokasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (kedua kiri) mengunjungi Gereja Katedral Makassar di Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (kedua kiri) mengunjungi Gereja Katedral Makassar di Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengecam tindakan pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang terjadi pada Sabtu dinihari, 25 September 2021.

    “Saya berharap kepada masyarakat terutama umat Islam di Makassar dan daerah lainnya di Indonesia agar tidak terprovokasi atas tindakan tersebut,” kata sosok yang akrab disapa JK ini dalam keterangannya.

    JK berpesan kepada jajaran pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengimbau agar pengurus masjid segera melaporkan kepada yang berwenang apabila melihat hal-hal mencurigakan. Apalagi, kata JK, kriminalisasi kepada ulama mulai marak kembali belakangan ini. 

    Mengenai insiden pembakaran Masjid Raya Makassar, mantan Wakil Presiden RI ini berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku. “Saya yakin dan percaya, aparat kepolisian segera menangkap pelaku serta mengungkap motifnya,” kata dia.

    Kebakaran mimbar masjid terjadi pada Sabtu dinihari, 25 September 2021. Seorang pria sempat terekam CCTV ketika menutup kamera pengintai itu lalu membakar mimbar masjid.

    Warga yang melihat aksi tersebut lantas memanggil penjaga masjid untuk memadamkan api. Terduga pelaku juga terlihat meloncat pagar masjid usai menjalankan aksinya.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kepolisian Resor Kota Besar Makassar kini masih melakukan pengejaran pelaku.

    Lebih lanjut, Jusuf Kalla meminta aparat bersama masyarakat dapat mencegah terjadinya kasus-kasus tersebut di masa mendatang. 

    Baca juga: Kasus Masjid Sriwijaya, Kejagung Fasilitasi Kejati Sumsel Periksa Alex Noerdin

    FRISKI RIANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.