Top Nasional: TNI Buru KKB, Veronica Koman Soal Serangan ke Nakes

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 17 September 2021. Sembilan dari 11 tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang menjadi korban penyerangan KKB dievakuasi ke Jayapura. ANTARA/Indrayadi TH

    Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 17 September 2021. Sembilan dari 11 tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang menjadi korban penyerangan KKB dievakuasi ke Jayapura. ANTARA/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua berita dari kanal Nasional menjadi terpopuler sepanjang Sabtu, 18 September 2021. Pertama soal tanggapan Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman yang mengecam serangan terhadap tenaga kesehatan. Kedua soal TNI yang terus berburu kelompok kriminal bersenjata (KKB). Berikut rangkumannya.

    Veronica Koman

    Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman mengecam penyerangan terhadap tenaga kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Dalam kejadian tersebut satu orang tenaga kesehatan atau nakes meninggal.

    "Saya mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya penyerangan terhadap tenaga kesehatan ini," ujar Vero saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 18 September 2021.

    Ia berharap, Komnas HAM segera turun ke Kiriwok untuk menginvestigasi motif penyerangan ini. "Terutama untuk menginvestigasi apakah betul terjadi kekerasan seksual ketika penyerangan karena ini merupakan fakta penting yang harus diungkap," kata Veronica.

    Veronica Koman mengaku sempat mendapat kiriman beberapa video peristiwa kerusuhan. "Dari situ terlihat bahwa para pelaku ini rata-rata masih sangat muda. Memang seiring operasi militer yang makin gencar, justru makin banyak yang bergabung dengan TPNPB. Darah muda ini lebih meletup-letup," ujar dia.

    Baku tembak antara personel gabungan TNI-Polri dan KKB terjadi di Distrik Kiwirok, Papua pada Senin, 13 September 2021. Lalu berlanjut pada peristiwa serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas, perumahan para tenaga kesehatan (nakes), sekolah SD dan SMP di Distrik Kiwirok.

    Aksi teror itu telah mengganggu dan menimbulkan ketakutan masyarakat. Sebanyak 11 orang nakes mengalami luka-luka, satu orang meninggal, dan beberapa dinyatakan hilang.

    TNI masih memburu anggota KKB pelaku kekerasan tersebut. Pangdam XVII/Cenderawasih memerintahkan pasukannya menangkap KKB pimpinan Lamek Taplo dalam keadaan hidup atau pun mati.

    "Mereka petugas kesehatan, pahlawan kemanusiaan kita, kenapa mereka yang jadi korban tindakan yang sangat keji? Wanita yang tak berdosa jadi korban. Saya bilang ini tindakan pengecut," ujar Kasdam XVII/Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Bambang Trisnohadi dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu, 18 September 2021.

    TNI Berburu KKB

    Pasukan TNI masih memburu Kelompok Kriminal Bersenjata, usai peristiwa baku tembak antara personel gabungan TNI-Polri dan KKB yang berujung bentrokan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin, 13 September 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.