DWP Kemenpora Inisiasi Vaksinasi di Makassar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora Nadiah Zainudin Amali memberikan perhatian khusus terhadap program Vaksinasi untuk Negeri yang menargetkan sebanyak 7.600 peserta vaksin di Kota Makassar di tengah pandemi Covid-19.(foto:putra/kemenpora.go

    Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora Nadiah Zainudin Amali memberikan perhatian khusus terhadap program Vaksinasi untuk Negeri yang menargetkan sebanyak 7.600 peserta vaksin di Kota Makassar di tengah pandemi Covid-19.(foto:putra/kemenpora.go

    INFO NASIONAL-Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora Nadiah Zainudin Amali memberikan perhatian khusus terhadap program Vaksinasi untuk Negeri yang menargetkan sebanyak 7.600 peserta vaksin di Kota Makassar.

    Kegiatan ini juga untuk mendukung instruksi pemerintah dalam percepatan vaksinasi, persiapan belajar tatap muka di sekolah, pondok pesantren serta kampus khususnya di Kota Makassar dan sekitarnya.

    “Kami mengapresiasi pesantren Al-Nahdlah yang telah dan penuh semangat bekerjasama dengan Kapolda Sulsel, Kapsau II Makassar, Kabid Dokkes, RS Bhayangkara, Nurani Institut Indonesia, IPNU, IPPNU dan DWP Kemenpora untuk vaksinasi massal ini,” kata Nadiah Zainudin Amali saat membuka Vaksinasi untuk Negeri di Ponpes Al Nahdlah, Makassar, Sulsel, Senin pagi, 13 September.

    Target Vaksinasi untuk Negeri ini sebanyak 7.600 vaksinasi dibagi di beberapa tempat dan dikhususkan untuk tenaga pendidik, pemuda, santri/pelajar dan mahasiswa. Untuk titik pertama ini akan terlaksana sebanyak 1.200 peserta vaksinasi. “Semoga ikhtiar kita bersama ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT. Terima kasih dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan harapan kita bersama menghadirkan masyarakat sehat untuk Indonesia kuat,” ujarnya dalam kegiatan yang mengedepankan protokol kesehatan 5 M ini.

    Nadiah berharap para santri dan mahasiswa yang akan divaksin tetap menjaga protokol kesehatan 5 M, Karena, meski sudah divaksin bukan berarti langsung akan kebal. “Karena, kekebalan tubuh itu masih membutuhkan waktu, jadi setelah vaksin prokes tetap diperhatikan,” katanyah.

    Sebelumnya, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Amar Ahmad mengatakan, acara Vaksinasi untuk Negeri berawal dari aspirasi beberapa jamaah,  anak muda, organisasi kepemudaan dan santri yang merasa kurang ada yang memperhatikan mereka untuk divaksin. Padahal mereka akan bersekolah, ke kampus secara tatap muka.

    “Semangat ini kami tangkap, meskipun kami di Kemenpora tidak memiliki khusus kewenangan ke arah sana, tetapi kami berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kemudian menyelenggarakan acara ini. Alhamdulillah vaksinasi ini akan diikuti kepada 7.600 peserta santri, pelajar dan mahasiswa,” katanya yang juga selaku ketua panitia acara. 

    Sementara, Pimpinan Umum Ponpes Al Nahdlah KH. Afifudin sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan program vaksinasi massal ini. “Terima kasih setinggi-tingginya kepada Ibu Menpora Zainudin Amali atas acara ini, kepada Kapolda Sulsel, alhamdulillah ini semua berkah buat kami,” ujarnya.

    “Insya Allah vaksinasi pertama ini akan melibatkan tiga pesantren lainnya yakni Ponpes An Nahdlah disini, Ponpes As Adyah dan Ponpes Fatul ‘ilmi. Insya Allah 1.200 vaksin ini akan selesai dalam satu hari ini di tiga ponpes,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.