Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

HUT ke-43 FKPPI, Bamsoet Paparkan Vaksinasi Ideologi Bangsa

image-gnews
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Dialog Kebangsaan memperingati HUT ke-43 FKPPI, secara virtual dari Bali, Minggu (12/9/21).
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Dialog Kebangsaan memperingati HUT ke-43 FKPPI, secara virtual dari Bali, Minggu (12/9/21).
Iklan

INFO NASIONAL - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi keberhasilan pemerintah menurunkan angka kemiskinan, seiring penanganan pandemi Covid-19 yang juga semakin membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga September 2020, angka kemiskinan mencapai 27,55 juta penduduk (10,19 persen), menurun pada Maret 2021 menjadi 27,54 juta penduduk (10,14 persen).

Kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi Covid-19 masih tinggi, hingga Februari 2021 mencapai 8,75 juta jiwa. 

"Rentannya sektor ekonomi akibat pandemi, turut membuat ideologi bangsa rentan terhadap infiltrasi ideologi asing, termasuk terhadap radikalisme dan ekstrimisme. Karenanya, selain menggencarkan vaksinasi Covid-19, kita juga harus menggencarkan vaksinasi ideologi bangsa melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI guna menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh generasi bangsa," ujar Bamsoet dalam Dialog Kebangsaan memperingati HUT ke-43 FKPPI, secara virtual dari Bali, Minggu (12/9/21). 

Turut hadir menjadi narasumber diskusi antara lain, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Wakil Ketua Umum FKPPI Indra Bambang Utoyo, dan cendekiawan Yudi Latif. 

Bamsoet mengingatkan, selain berjuang menghadapi pandemi Covid-19, kita juga senantiasa dihadapkan pada perjuangan menjaga Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Untuk mewujudkan negara yang merdeka, perlu dibangun kesepahaman bangsa bahwa kemerdekaan harus dilihat dari berbagai dimensi pemaknaan. Antara lain kemerdekaan dari ketergantungan, kemerdekaan dari kemiskinan, hingga kemerdekaan dari kebodohan.

Kemerdekaan dari ketergantungan, misalnya, dapat dimaknai dengan menurunkan ketergantungan terhadap impor. BPS mencatat pada periode Januari-Juni 2021, nilai impor pangan Indonesia mencapai Rp 88,21 triliun. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sedangkan memaknai pentingnya persatuan dan kedaulatan bangsa, kita dapat merenungkan pernyataan Bung Hatta yang dengan tegas menyatakan, 'lebih suka aku melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi suatu negara asing'. Pernyataan tersebut merupakan penegasan, bahwa kedaulatan negara adalah sebuah harga mati," kata Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI sekaligus Dewan Kehormatan KBPP Polri ini menjelaskan, pada tahun 2019, tercatat Indeks Akses terhadap Keadilan baru mencapai 69,6 persen. Mengindikasikan bahwa cita-cita Indonesia Merdeka untuk mewujudkan keadilan dalam masyarakat, masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah.

"Sementara dalam memaknai kemakmuran, dapat merujuk pada angka produk domestik bruto nasional (PDB). BPS mencatat, PDB atas dasar harga berlaku triwulan II tahun 2021 mencapai Rp 4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp 2.772,8 triliun. Perbaikan kondisi perekonomian juga telah menumbuhkan optimisme, bahwa Indonesia akan masuk dalam 5 besar negara dengan PDB tertinggi di dunia pada tahun 2030, bersama China, Amerika Serikat, India, dan Jerman," ucap Bamsoet. 

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. 'Kue pembangunan' harus dapat dinikmati segenap warga negara, dari Sabang sampai Merauke. Konsep pemerataan pembangunan yang berkeadilan adalah sebuah keniscayaan. 

"Mewujudkan Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, Adil dan Makmur bukanlah pekerjaan ringan dan instan. Tetapi membutuhkan komitmen yang kuat dan usaha yang intens. Karena itu, dalam prosesnya diperlukan partisipasi dan kontribusi segenap pemangku kepentingan, termasuk berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI," tutur Bamsoet. (*)

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Bamsoet Tidak Menghadiri Panggilan MKD karena Diundang Mendadak

1 hari lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bamsoet Tidak Menghadiri Panggilan MKD karena Diundang Mendadak

Bambang Soesatyo menegaskan dirinya tidak bisa menghadiri pemanggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang dijadwalkan hari ini karena padatnya agenda kegiatan selaku pimpinan MPR RI yang sudah terjadwal sebelumnya


Bamsoet Dukung Tour Der Sulawesi

5 hari lalu

 Deputi Wakil Ketua Umum Hubungan Antar Lembaga IMI Pusat sekaligus EVP Motorsport dan Touring Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club INA) Erwin Indrianto dan Ketua Badan Pengawas sekaligus Plt Bendahara Umum IMI Pusat Jeffrey JP, serta Presiden MB Club INA I Made Yoga Mahardhika, dan Presiden MCCI Ayub Ilyas saat simbolis pelespasan acara event Mercedes-Benz Classic Club Indonesia (MCCI) 'Tour Der Sulawesi', yang akan berlangsung pada 23 Juni - 6 Juli 2024.
Bamsoet Dukung Tour Der Sulawesi

Bambang Soesatyo mendukung event Mercedes-Benz Classic Club Indonesia (MCCI) 'Tour Der Sulawesi', yang akan berlangsung pada 23 Juni - 6 Juli 2024.


Bamsoet Apresiasi Tulisan Prabowo di Newsweek

5 hari lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bamsoet Apresiasi Tulisan Prabowo di Newsweek

Bambang Soesatyo mendukung berbagai gagasan Presiden Indonesia Terpilih, Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan dalam artikel opini yang ditulisnya dan dimuat di media asal Amerika Serikat (AS), Newsweek


Bamsoet Resmikan Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia

7 hari lalu

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Pendiri PT Sapta Inti Perkasa Bambang Soesatyo meresmikan operasional PT Sapta Inti Perkasa,di Karang Ploso, Malang
Bamsoet Resmikan Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Pendiri PT Sapta Inti Perkasa Bambang Soesatyo meresmikan operasional PT Sapta Inti Perkasa, sebagai pabrik amunisi pertama di Indonesia.


Bamsoet Tegaskan MPR Tidak Bisa Melakukan Amandemen UUD 1945

9 hari lalu

Bamsoet Tegaskan MPR Tidak Bisa Melakukan Amandemen UUD 1945

Bamsoet menerangkan, keenam aspirasi tersebut antara lain, pertama, amendemen yang bersifat terbatas, perubahan hanya terkait pembentukan PPHN, sebagaimana direkomendasikan oleh MPR periode 2014-2019. Kedua, penyempurnaan terhadap UUD Tahun 1945 hasil amendemen sebelumnya.


Bamsoet Ajak Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

9 hari lalu

Bamsoet Ajak Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan Pilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti sebanyak 37 provinsi, serta 508 kabupaten/kota


Bamsoet Apresiasi Inovasi Pembangunan Jangka Panjang Cina

10 hari lalu

Bamsoet Apresiasi Inovasi Pembangunan Jangka Panjang Cina

Kunci keberhasilan Cina adalah perencanaan pembangunan jangka panjang yang terstruktur dengan baik.


Bamsoet Ajak Putri Otonomi Indonesia 2024 Majukan Daerah

10 hari lalu

Bamsoet Ajak Putri Otonomi Indonesia 2024 Majukan Daerah

Para finalis diharapkan bisa menjadi duta yang membanggakan daerahnya dan mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.


Bamsoet Dukung KONI Tangsel Gelar Banyak Acara Olah Raga

11 hari lalu

Bamsoet Dukung KONI Tangsel Gelar Banyak Acara Olah Raga

Tangerang Selatan mampu menghidupkan olah raga sebagai industri dan penunjang pariwisata (sport tourism).


Bamsoet Dorong Kongres Advokat Indonesia Kawal Keadilan Hukum

11 hari lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bamsoet Dorong Kongres Advokat Indonesia Kawal Keadilan Hukum

Bamsoet menilai kualitas penegakan hukum di Indonesia membawa dampak pada investasi asing. Masyarakat juga mendambakan keadilan sehingga tidak perlu main hakim sendiri.