Mahfud Md Berharap PON XX Aman dari Tindak Kriminal dan Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menerima Pimpinan dan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di kantornya, Jumat sore, 11 Juni 2021. Dok. Humas Polhukam

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menerima Pimpinan dan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di kantornya, Jumat sore, 11 Juni 2021. Dok. Humas Polhukam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang akan diselenggarakan di Papua, sudah siap berjalan. Hari ini, Mahfud datang untuk meninjau langsung kesiapan ke sejumlah venue pertandingan.

    "Kalau bagi saya pribadi memberi keyakinan bahwa ini akan berjalan baik. Mudah-mudahan keyakinan saya ini terjaga sampai benar-benar terlaksana dengan baik. Saat ini PON dan Peparnas sudah siap dilaksanakan," kata Mahfud usai peninjauan.

    Mahfud mengakui masih ada sedikit kekurangan di satu atau dua venue. Tapi ia mengatakan telah berbicara dengan Kadispora setempat dan memastikan bahwa kekurangan itu akan diselesaikan sebelum 22 September.

    "Sehingga ini akan berjalan sesuai dengan jumlah cabang olahraga dan venue-venue yang diperlukan," kata dia.

    Pembukaan PON sendiri akan dilaksanakan pada 2 Oktober mendatang oleh Presiden Joko Widodo langsung. Mahfud berharap upacara pembukaan bisa berlangsung lancar, aman, dan meriah.

    "Aman itu artinya aman dari tindakan kriminal, atau keributan, atau kericuhan. Sekaligus aman dari Covid-19. Sehingga protokol kesehatan harus tetap menjadi hal yang tak boleh dilupakan," kata Mahfud.

    Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua, kata dia, tak terlepas dari keinginan pemerintah yang mau pesta olahraga nasional diselenggarakan di sana. Hal tersebut diharapkan menjadi tanda bahwa Papua bisa maju bersama dengan daerah lain. Hal itu yang membuat PON memilih semboyan 'Kitorang Bisa'.

    "PON dan Peparnas yang berjalan baik akan menjadi bukti bahwa negara ini benar-benar adil secara efektif di Papua. Karena hal hal yang bisa dilakukan di daerah lain, bisa juga dilaksanakan di Papua. Karena memang Kitorang Bisa," kata Mahfud Md.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.