PAN Ingin Jembatani Pemerintahan Jokowi yang Dianggap Jauh dari Islam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Mentoring Kebangsaan di Amanat Institute, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kegiatan tersebut merupakan pembekalan wawasan politik kebangsaan bagi kader-kader PAN yang maju sebagai bakal calon kepala daerah di sejumlah wilayah dalam Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Mentoring Kebangsaan di Amanat Institute, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kegiatan tersebut merupakan pembekalan wawasan politik kebangsaan bagi kader-kader PAN yang maju sebagai bakal calon kepala daerah di sejumlah wilayah dalam Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan partainya ingin menjembatani pemerintahan Presiden Joko Widodo dan kelompok Islam. Ia mengatakan, selama ini ada kesan bahwa pemerintah semakin jauh dengan kelompok Islam.

    "Ada kesan, tapi tanda petik ya belum tentu benar, bahwa pemerintah itu jauh dengan Islam," kata Zulkifli Hasan dalam Rapat Kerja Nasional PAN, Selasa, 31 Agustus 2021.

    Zulkifli mengatakan perbedaan pendapat wajar dalam demokrasi, tetapi ia tak setuju dengan anggapan ini. Buktinya, kata dia, Jokowi memilih Ma'ruf Amin yang merupakan mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan Mustasyar di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai wakil presiden.

    Berikutnya, Zulkifli melanjutkan, Jokowi menunjuk Mahfud Md sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Menurut Zulkifli, Menko Polhukam merupakan jabatan yang bukan sembarangan.

    "Menko yang mengurusi polisi, keamanan, hukum, jaksa agung, segala macam itu Pak Mahfud Md, cendekiawan Muslim, tokoh Kahmi HMI, ya kan," ujar Zulkifli.

    Selain Mahfud, Zulkifli juga menyinggung keberadaan Muhadjir Effendy di kabinet. Ia mengatakan sosok Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu juga merupakan cendekiawan Muslim.

    "Jadi sebetulnya dikelilingi oleh Wakil Presiden, Menko Polhukam, Menko PMK yang juga memiliki latar belakang yang tidak perlu kita ragukan," ujar Zulkifli.

    Zulkifli melanjutkan, pendapat-pendapat PAN pun didengar oleh pemerintah. Maka dari itu, ia mengatakan PAN ingin turut menjadi jembatan antara pemerintah dan kelompok Islam.

    "Kalau belum bisa mewarnai banyak, ya mungkin kita yang kurang, kurang pinter. Apalagi sekarang pendapat-pendapat kita juga didengar, oleh karena itu kita ingin PAN bisa menjembatani," kata dia.

    Zulkifli juga mengatakan sudah semestinya perseteruan imbas pemilihan presiden yang lalu diakhiri. Ia mengatakan calon presiden dan calon wakil presiden yang bersaing pun kini sudah bersatu di pemerintahan.

    "Kalau terus cebong kampret, kalau itu kadrun apalah itu, masa kita begitu katanya saudara sebangsa setanah air masa musuh-musuhan," kata Zulkifli.

    Ia mengatakan perseteruan pilpres itu mestinya sudah selesai. "Nanti kalau enggak cocok ada waktunya pemilihan presiden lagi, pemilihan gubernur lagi, nanti di situ kita tarung lagi enggak apa-apa."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: PAN Ikut Rapat Koalisi Jokowi, Zulkifli Cerita Sebelumnya Dihubungi Seskab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.