Simak SOP Jika Ada Masalah Saat Pengibaran Bendera Merah Putih

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti Upacara Pengukuhan Paskibraka yang dipimpin Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021. Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 orang anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus mendatang. ANTARA FOTO/Biro Pers Media Setpres/Muchlis Jr/Handout

    Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti Upacara Pengukuhan Paskibraka yang dipimpin Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021. Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 orang anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus mendatang. ANTARA FOTO/Biro Pers Media Setpres/Muchlis Jr/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengibaran bendera merah putih merupakan hal yang sakral dan momen inti dari upacara bendera. Meski dilakukan oleh anggota paskibra yang sudah terlatih, terkadang ada saja kejadian tak disangka yang membuat pengibaran bendera terhambat.

    Berkaca dari beberapa kejadian, beberapa masalah yang mungkin terjadi saat upacara bendera adalah tali pengerek yang putus, tiang rubuh, atau bendera terbalik.

    Meskipun terjadi kendala, upacara pengibaran harus tetap dilakukan dengan baik.

    Berikut standar operasional atau SOP yang dilakukan bila terjadi masalah saat pengibaran bendera merah putih seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Cimahi, Ahad, 15 Agustus 2021.

    Kerekan macet

    Jika kerekan macet maka petugas atau anggota paskibra bisa memperbaikinya sendiri agar upacara dapat dilanjutkan.

    Tali pengerek putus

    Saat tali pengerek putus, anggota paskibra harus menangkap bendera yang jatuh dan jangan sampai menyentuh tanah. Selanjutnya bendera harus dibentangkan secara tegak lurus hingga upacara selesai dan dilipat kembali setelahnya. 

    Tiang bendera roboh

    Jika tiang bendera roboh, petugas pengibar harus sigap untuk menangkap tiang tersebut. Apabila tiang tidak dapat seketika diperbaiki, sama seperti tali pengerek yang putus bendera harus dibentangkan selama upacara berlangsung.

    Bendera terbalik

    Bendera terbalik bisa disebabkan dua hal, pemasangan tali yang salah atau kesalahan saat membentangkan.

    Apabila bendera terbalik karena salah pemasangan kaitan, bendera harus dilipat dulu sesuai dengan ketentuan, memperbaiki posisi kaitan dan merentangkannya kembali.

    Jika bendera terbalik saat pembentangan, maka petugas cukup membetulkan posisi bendera dengan menukar tegangan atau menariknya saja.

    Cuaca buruk 

    Jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk maka upacara bisa ditunda atau dibatalkan. Namun jika hujan terjadi di tengah jalannya upacara, harus diselesaikan hingga bendera naik hingga puncak dan lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan. 

    Jika pembaca akan menjadi anggota paskibra dan mengalami insiden tersebut bersikaplah tenang dan tidak perlu panik. Semua sudah memiliki SOP agar upacara tetap berjalan dengan baik.

    TATA FERLIANA

    Baca juga: Ingin Menjadi Paskibraka di Istana Negara Tahun Depan? Penuhi Syarat ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.