Satgas Covid-19 Menyebut Cakupan Vaksinasi Secara Nasional Baru Capai 10 Persen

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga lansia menjalani pemeriksaan kesehatan saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 dibuat demi mencapai target satu juta vaksin per bulan.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga lansia menjalani pemeriksaan kesehatan saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 15 Maret 2021. Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 dibuat demi mencapai target satu juta vaksin per bulan.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan cakupan vaksinasi secara nasional baru menyentuh angka 10 persen dari total 208 juta lebih penduduk sasaran. "Per 3 Agustus 2021 sudah lebih dari 21 juta penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksin secara lengkap hingga dua dosis. Jumlah ini baru mencapai 10 persen dari total sasaran," katanya di Jakarta, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Menurut Wiku capaian vaksinasi tersebut berkat kerja sama yang baik antara masyarakat, tenaga kesehatan, relawan dan berbagai pihak yang berkontribusi di dalamnya. Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah, termasuk dengan memastikan stok vaksin yang tersedia.

    "Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)," kata Wiku Adisasmito.

    Terkait dengan surat edaran itu, kata dia, maka Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota diminta untuk segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat rentan.

    Kelompok masyarakat tersebut di antaranya penyandang disabilitas, masyarakat adat, penghuni lembaga pemasyarakatan, penyandang masalah kesejahteraan sosial, pekerja migran Indonesia bermasalah serta masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK.

    Pelayanan vaksinasi bagi masyarakat yang belum memiliki NIK, kata dia, dapat difasilitasi oleh dinas terkait melalui penyediaan satu lokasi pelayanan yang disepakati bersama. "Sehingga masyarakat dapat terlayani dan kebutuhan NIK dapat terpenuhi," katanya.

    Pemberian vaksinasi dosis ketiga kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, masih terus bertambah. "Pemerintah terus mempercepat program ini dan ditargetkan akan selesai pada minggu kedua Agustus," demikian Wiku Adisasmito.

    Baca Juga: Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Merata, Jawa - Bali Dominasi Vaksinasi Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.