Muhammadiyah: Covid-19 Sunatullah, Bukan Buatan Cina

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan tidak masuk akal jika virus corona buatan Cina. Menurut dia, penyakit Covid-19 yang diakibatkannya adalah sunatullah

    Mu’ti menjelaskan Cina terdampak dan mengalami kerugian yang besar pula akibat pandemi ini. Sebabnya tidak mungkin suatu negara menciptakan virus yang juga merugikan diri sendiri.

    “Itu sesuatu yang terjadi karena manusia memang sebagai bagian dari sunatullah. Kalau manusia itu tidak hidup bersih, tidak menjaga kesehatan, maka berbagai penyakit itu bisa terjadi dan itu adalah sunatullah,” katanya pada Jumat, 23 Juli 2021 dalam forum diskusi Kanal Convey Indonesia seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

    Mu’ti mengajak masyarakat agar selalu berperilaku hidup sehat dengan rutin mencuci tangan dan menjaga jarak pada saat di luar rumah. “Itu, kan, semuanya ikhtiar ilmiah yang bisa dijelaskan secara ilmiah dan saintifik,” tutupnya.

    Menurut Mu'ti, walaupun Cina berjualan vaksin tetapi mereka juga terkena dampak yang cukup besar akibat virus ini. Sehingga Cina mendapat kerugian yang lebih besar dari profit yang didapat.

    Alasan lain yang mematahkan anggapan soal Cina yang sengaja membuat Covid-19 adalah kerugian negara tersebut yang cukup besar akibat destinasi wisata yang ditutup dari berbagai negara ke negeri tirai bambu itu. Cina, kata dia, merupakan negara pemasok produk terbesar di dunia. Jika hitung sudah berapa banyak kegiatan pemasaran dan penerbangan internasional yang terhenti akibat virus ini.

    Teguh Arif Romadhon

    Baca juga:

    Akad Nikah Virtual di Masa Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Tren, ini Kata Abdul Mu'ti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.