Gubernur Khofifah Datangi Pelaksanaan Vaksinasi Warga Papua di Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikonfirmasi kembali positif COVID-19 tanpa gejala setelah melakukan swab mingguan pada Kamis malam, 24 Juni 2021. Sebelumnya, pada 2 Januari 2021 lalu Khofifah juga dinyatakan positif COVID-19. Instagram.com

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikonfirmasi kembali positif COVID-19 tanpa gejala setelah melakukan swab mingguan pada Kamis malam, 24 Juni 2021. Sebelumnya, pada 2 Januari 2021 lalu Khofifah juga dinyatakan positif COVID-19. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau pelaksanaan vaksinasi dari pintu ke pintu terhadap komunitas warga Papua di Kota Surabaya, Kamis, 15 Juli 2021. Vaksinasi tersebut dilakukan di halaman Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdl) Jemaat Lahoi Roi, Keputih Tegal Timur Gang 3B Blok D-10  Surabaya.

    Kedatangan Khofifah yang didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal Suhariyanto dan Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta itu sekaligus menyerahkan bantuan sembako pada perwakilan warga Papua di Surabaya yang telah selesai divaksin. Khofifah berharap pemberian sembako itu dapat meningkatkan gizi komunitas warga Papua selama pandemi dan masa PPKM Darurat.

    Khofifah menuturkan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut merupakan upaya untuk menyisir semaksimal mungkin pemenuhan vaksinasi bagi seluruh masyarakat. “Jadi door to door vaksinasi bersama jajaran Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim ini menjadi bagian untuk penguatan, memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan layanan vaksinasi semaksimal mungkin, minimal 70 persen pada Agustus,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis.

    Vaksinasi kepada jemaat GPdl Lahoi Roi, ujar Khofifah, salah satu ihtiar pemerintah dalam menjangkau masyarakat seluas mungkin. Tak hanya warga Jawa Timur, warga di luar provinsi tersebut pun punya hak yang sama untuk memperoleh vaksin.

    Sehingga sebanyak 100 warga Papua pun ditargetkan tervaksinasi. Peran tokoh Papua di Jawa Timur, menurut Khofifah, penting untuk mencapai target itu. “Mudah-mudahan capaian kita untuk mendapatkan herd immunity pada Agustus ini bisa diwujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak,” tutur Khofifah.

    Baca Juga: Kemensos Jelaskan Pernyataan Risma Soal ASN Diancam Dipindahkan ke Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.