Ketua MPR Desak Segera Dikeluarkan Rekomendasi Vaksin Dosis Ketiga Bagi Nakes

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19  Indonesia Bangkit, Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2021. Universitas Pancasila membuka layanan Vaksinasi Covid-19 gratis untuk Sivitas Akademika Universitas Pancasila dan masyarakat Umum yang berdomisili di DKI Jakarta hingga 8 Juli setiap hari Senin - kamis pukul 09.00 - 13.00 WIB. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga Kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19 Indonesia Bangkit, Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2021. Universitas Pancasila membuka layanan Vaksinasi Covid-19 gratis untuk Sivitas Akademika Universitas Pancasila dan masyarakat Umum yang berdomisili di DKI Jakarta hingga 8 Juli setiap hari Senin - kamis pukul 09.00 - 13.00 WIB. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR  Bambang Soesatyo meminta Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera mengeluarkan rekomendasi vaksin dosis ketiga bagi tenaga kesehatan mengingat tingginya angka kematian pada kelompok tersebut.

    "Tentunya melalui pertimbangan yang matang, mengingat banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar dan gugur akibat Covid-19," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 Juli 2021.

    Bambang melihat, meskipun tenaga kesehatan sudah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19, namun tidak membuat mereka sepenuhnya aman dari bahaya virus tersebut. Oleh sebab itu diperlukan dosis ketiga. Keputusan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan saat ini masih menunggu keputusan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional ITAGI dan BPOM.

    Bambang berujar pemerintah mesti mendorong ITAGI untuk segera menyampaikan hasil uji klinis atau publikasi dosis ketiga kepada masyarakat sebagai acuan pemberian dosis vaksin tambahan bagi tenaga kesehatan.

    Politikus Partai Golkar itu meminta komitmen pemerintah untuk terus berupaya memberikan perlindungan maksimal terhadap tenaga kesehatan yang berjibaku di lapangan merawat pasien Covid-19. "Misalnya, pemberian insentif tepat waktu dan pembagian waktu kerja yang efisien," katanya.

    Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) sedang menyusun laporan hasil penelitian terhadap pemberian dosis ketiga vaksin Sinovac kepada masyarakat sebagai bahan pertimbangan untuk pemerintah. "Memang ada penelitian di Bandung. Itu sudah selesai untuk Sinovac, tetapi kita tunggu nanti biar BPOM yang memberi pengumuman karena sedang disiapkan laporannya, apakah perlu vaksinasi dosis ketiga atau tidak," kata Ketua Peralmuni Iris Rengganis.

    Baca Juga: Ketua ITAGI Sebut Masih Ada Warga yang Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.