Kominfo Sebut Jokowi Panglima Penanganan Pandemi, Luhut Hanya Manajemen Lapangan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 30 Juni 2021. Kala itu Presiden Joko Widodo tampak mengenakan setelan jaket warna krem, baju kemeja putih, celana hitam, dan sepatu sneakers. Foto: BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 30 Juni 2021. Kala itu Presiden Joko Widodo tampak mengenakan setelan jaket warna krem, baju kemeja putih, celana hitam, dan sepatu sneakers. Foto: BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi langsung menangani pandemi sejak WHO mengumumkan kasus ini pada akhir Desember 2019. 

    "Kami tegaskan bahwa Bapak Presiden RI Bapak Joko Widodo sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, panglima tertinggi, telah dan sedang memimpin langsung penanganan pandemi Covid-19 sejak hari pertama, sejak WHO mengumumkan kasus virus ini di akhir Desember 2019," kata Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi dalam konferensi pers, Rabu, 7 Juli 2021.

    Ia mengatakan Presiden, misalnya, mengarahkan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan. Kemudian, penambahan anggaran menghadapi pandemi dan menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. 

    Dedy mengakui memang ada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai koordinator PPKM Darurat. Namun, kata dia, keberadaan Luhut hanya manajemen lapangan. Menurut Dedy, Luhut dan para menteri lainnya melapor secara intens kepada Jokowi.

    "Jadi Bapak Ibu, yakinlah negara hadir dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 ini. Dan yang perlu dicatat Bapak Presiden memimpin langsung kebijakan ini," ucap dia.

    Penanganan pandemi di Indonesia menjadi sorotan. Kelompok masyarakat sipil, misalnya, mengkritik cara pemerintah yang terus menyangkal bahwa fasilitas kesehatan atau rumah sakit kolaps. Para epidemiolog juga melihat pemerintah tidak tegas dalam mengambil kebijakan. Lapor Covid-19 bahkan mendesak Jokowi untuk meminta maaf karena gagal menangani pandemi.

    Baca juga: BEM Unnes Juluki Ma'ruf Amin The King of Silent


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.