Pemerintah Sangkal RS Kolaps, Lapor Covid-19: Kondisi Genting Masih Jaga Citra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD RSUP Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 30 Juni 2021. Rumah sakit ini telah menerina bantuan 100 oksigen tabung dari Kepolisian Daerah Yogyakarta pada Ahad pukul 00.15 WIB dini hari. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD RSUP Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 30 Juni 2021. Rumah sakit ini telah menerina bantuan 100 oksigen tabung dari Kepolisian Daerah Yogyakarta pada Ahad pukul 00.15 WIB dini hari. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Tim Lapor Data Lapor Covid-19, Said Fariz Hibban, alasan Kementerian Kesehatan yang menyangkal rumah sakit mulai kolaps tangani pasien Covid-19 

    Hibban mengatakan Lapor Covid-19 kecewa, bahkan kesal, dengan respons itu. "Kok pejabat publik bisa-bisanya ngomong begitu dengan kondisi yang sudah jelas sekali. Ini sudah darurat," kata Hibban kepada Tempo, Ahad, 4 Juli 2021.

    Hibban mengatakan kondisi daruratnya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan ini jelas terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu di Pulau Jawa, kata dia, cukup banyak rumah sakit yang juga kelabakan menangani pasien Covid-19. 

    Hingga hari ini, Lapor Covid-19 mencatat setidaknya 278 pasien Covid-19 meninggal dalam kondisi belum mendapatkan pelayanan. Mereka meninggal saat isolasi mandiri, dalam upaya mencari fasilitas kesehatan, atau saat masih mengantre di rumah sakit.

    "Itu yang menjadi dasar kami mengatakan memang ini kondisinya kolaps, orang-orang susah cari rumah sakit," kata Hibban.

    Menurut Hibban, pemerintah semestinya merespons informasi seperti ini dengan legawa dan menerima, bukan menyangkal. Dia mengatakan temuan Lapor Covid-19 ini menunjukkan adanya titik buta atau blind spot yang tak dilihat oleh pemerintah.

    "Apakah menyangkal pernyataan kami itu untuk menjaga muka? Kalau memang iya, ini mengkhawatirkan. Sempat-sempatnya di kondisi genting seperti ini malah menyelamatkan citra," ujar Hibban.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, sebelumnya menepis anggapan bahwa fasilitas kesehatan sudah kolaps dalam menangani Covid-19. Nadia mengatakan yang terjadi adalah overkapasitas. "Kolaps tidak, tapi overcapacity itu iya. Karena jumlah pasien yang sangat banyak dan dalam waktu bersamaan," kata Nadia kepada Tempo, Ahad, 4 Juli 2021.

    Baca juga: Pemerintah Sangkal Rumah Sakit Kolaps


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.