Soal Rumah Sakit Penuh, Kemenkes: Tidak Kolaps, Tapi Over Kapasitas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memindahkan pasien Covid-19 dari IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung, yang sudah penuh, Kamis, 1 Juli 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas kesehatan memindahkan pasien Covid-19 dari IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung, yang sudah penuh, Kamis, 1 Juli 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengakui fasilitas kesehatan saat ini mengalami overkapasitas dalam penanganan Covid-19. Namun dia tak sepakat dengan anggapan bahwa fasilitas kesehatan sudah kolaps.

    "Kolaps tidak, tapi overcapacity itu iya. Karena jumlah pasien yang sangat banyak dan dalam waktu bersamaan," kata Nadia kepada Tempo, Ahad, 4 Juli 2021.

    Nadia mengatakan pemerintah masih terus berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk penanganan Covid-19. Dia menyebut, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan penambahan tempat tidur dan ruang inap kepada pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota.

    Mereka diminta untuk mengkonversi seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada, termasuk rumah sakit swasta, untuk rawat inap pasien Covid-19. Untuk daerah zona merah, Kemenkes meminta minimal 40 persen tempat tidur rawat inap diperuntukkan pasien Covid-19, sedangkan untuk zona kuning dan hijau minimal 30 persen.

    Hal ini disampaikan Nadia menanggapi pendapat sejumlah kalangan, salah satunya LaporCovid-19 bahwa fasilitas kesehatan telah kolaps dan tenaga kesehatan kelelahan.

    LaporCovid-19 melaporkan, sedikitnya 265 orang meninggal positif Covid-19 saat sedang isolasi mandiri, saat berupaya mencari fasilitas kesehatan, dan ketika menunggu antrean di rumah sakit.

    Nadia mengatakan, pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala direkomendasikan untuk isolasi mandiri di rumah. Sedangkan yang bergejala sedang diminta untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan. "Yang gejala sedang (saturasi <90 persen, ada komorbid tidak terkontrol) untuk segera ke faskes supaya tidak terlambat penanganannya," ucap Nadia.

    Dia mengatakan, Kemenkes juga terus menambah tempat isolasi terpusat. Selain itu, Kementerian juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memanfaatkan asrama haji di seluruh provinsi sebagai lokasi karantina. "Kami terus konversi penambahan tempat tidur," kata Nadia.

    Baca juga: Lapor Covid-19 Sebut RS Tak Lagi Kuat Tampung Pasien Covid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.