Kasus Covid-19 Naik, Muhadjir Sebut Hari Libur dan Cuti Bersama Diatur Ulang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna  di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. Dalam acara tersebut sejumlah masyarakat Natuna menyampaikan permintaan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. Dalam acara tersebut sejumlah masyarakat Natuna menyampaikan permintaan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan mengatur ulang hari libur dan cuti bersama mengantisipasi berulangnya lagi pelonjakan kasus Covid-19 akibat libur Idul Fitri.

    “Sudah ada rapat kemarin dipimpin langsung oleh Bapak Presiden untuk membahas hari-hari libur, baik itu cuti bersama, maupun libur perorangan sampai bulan Desember,” kata dia di Bandung, Rabu, 16 Juni 2021.

    Muhadjir mengatakan, hasilnya kocok ulang hari libur akan diumumkan pemerintah. “Hasilnya tunggu nanti akan diumumkan tersendiri. Tapi yang jelas sudah menjadi agenda dari pemerintah, sesuai dengan perintah dari Bapak Presiden,” kata dia.

    Muhadjir berkunjung ke Bandung menyambangi Rumah Sakt Ibu dan Anak di Jalan Kopo Bandung, salah satu rumah sakit yang dijadikan rujukan untuk merawat pasien Covid-19. Kunjungannya tersebut ditemani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    ADVERTISEMENT

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah Jawa Barat mengusulkan agar pemerintah meniadakan libur idul Adha. “Kami dari Jawa Barat sudah resmi mengusulkan meniadakan libur Idul Adha. Mudah-mudahan aspirasi ini bisa dipahami pemerintah pusat dan Pak Menteri,” kata dia, Rabu, 16 Juni 2021.

    Ridwan Kamil mengatakan, lonjakan kasus yang terjadi saat ini akibat imbas libur Idul Fitri. “Karena performa PPKM mikro, BOR (Bed Occupancy Ratio) rumah sakit itu terbaik saat salat Idul Fitri, di bawah 30 persen. Tiba-tiba semuanya Berantakan oleh libur yang tadi (larangan mudik) banyak yang tidak menaati. Ini sebagai hikmah, kalau kita taat, harusnya terkendali,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, kuncinya ada pada disiplin. “Jadi jangan menyalahkan yang lain-lain juga, karena sebelum libur, mudik, wisata juga buka tapi terkendali, kira-kira begitu. Jadi hanya disiplin kuncinya. Mau seganas apa tipe-tipenya, jawabannya sama, disiplin, lebih ketat, lebih kuat, dan kurangi pergerakan-pergerakan yang tidak perlu,” kata dia.

    AHMAD FIKRI

    Baca: Jokowi Teken Kepres Cuti Bersama ASN Tahun 2021 Hanya Dua Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?