Terpopuler Nasional: Berebut Kursi Panglima TNI dan Peran Hendropriyono

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua berita yang paling banyak dibaca selama akhir pekan yaitu Dua Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia disebut bermanuver menjelang pergantian jabatan Panglima TNI. Mereka ialah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. Kemudian, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono disebut melobi Presiden Joko Widodo agar Jenderal Tentara Nasional Indonesia Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI. Berikut rangkumannya:

    1. Andika Perkasa dan Yudo Margono Disebut Bermanuver untuk Kursi Panglima TNI

    Dua Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia disebut bermanuver menjelang pergantian jabatan Panglima TNI. Mereka ialah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

    Yudo Margono dan Andika disebut-sebut menjadi calon kuat untuk memegang komando TNI. Sedangkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo dinilai tak terlalu berpeluang lantaran berasal dari matra yang sama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

    ADVERTISEMENT

    Seorang sumber yang mengetahui manuver Andika bercerita, mantan Panglima Komando Daerah Militer Tanjungpura itu memperkuat tim komunikasi Angkatan Darat. Tugasnya adalah menyebarkan informasi, baik berupa foto maupun video mengenai aktivitas Kepala Staf Angkatan Darat.

    Penasihat senior Kantor Staf Presiden, Andi Widjajanto, mengatakan langkah Andika yang aktif menyiarkan kinerjanya di media sosial bisa dinilai sebagai upaya menjadi Panglima TNI. Meski begitu, Andi menilai kepercayaan Presiden kepada Andika tak hanya di media sosial, tapi memang karena kinerjanya baik.

    "Pak Andika memiliki pemahaman konsep akademik militer yang kuat," ujar analis utama politik dan keamanan Laboratorium Indonesia 2045 ini dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.

    Selain memperkuat tim komunikasi, Andika juga disebut-sebut gencar berkomunikasi dengan para politikus Senayan terutama legislator dari PDI Perjuangan.

    Di sisi lain, Yudo Margono disebut bermanuver dengan cara mendekati para seniornya di Angkatan Laut. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Purnawirawan Bernard Kent Sondakh mengatakan, Yudo beserta istrinya berkunjung ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Ahad, 23 Mei lalu.

    Selama lebih dari dua setengah jam, Kent dan Yudo berbincang banyak hal mengenai kondisi Angkatan Laut di masa lalu dan sekarang. Mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Muda Purnawirawan Iskandar Sitompul mengatakan, Yudo juga beberapa kali bermain golf bersama para seniornya.

    Sejumlah narasumber menyebutkan Yudo memiliki catatan minus, yakni tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 pada April lalu. Namun menurut Kent dan Iskandar, tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan batu sandungan untuk Yudo.

    Andika ogah berkomentar saat ditanyai mengenai kursi Panglima. "Itu bukan kewenangan saya," ucapnya dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.

    Adapun Yudo juga tak menjawab saat dikonfirmasi ihwal pertemuannya dengan para senior Angkatan Laut. "Nanti saja," tuturnya dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.

    2. Hendropriyono Disebut Melobi Istana soal Pergantian Panglima TNI

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono disebut melobi Presiden Joko Widodo agar Jenderal Tentara Nasional Indonesia Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI. Andika, yang kini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, merupakan menantu Hendropriyono.

    Pada Jumat, 7 Mei lalu, Hendropriyono dan istrinya menemui Presiden Jokowi di Istana Negara. Pertemuan itu terekam dalam akun Instagram Diaz Hendropriyono, putra Hendro yang juga anggota staf khusus Presiden. Hari itu, Hendropriyono berulang tahun ke-76.

    "Hanya silaturahmi karena saat itu Pak Hendropriyono sedang berulang tahun," kata tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.

    Tiga purnawirawan yang mengetahui pertemuan Hendropriyono dan Jokowi bercerita, ada lobi yang dilancarkan mantan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta itu dalam suatu pertemuan dengan Jokowi. Menurut ketiganya, Hendro pernah menyampaikan kondisi politik terbaru kepada Presiden.

    Setelah itu, dia mendorong Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI. Adapun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memang akan memasuki masa pensiun pada awal November mendatang.

    Hendropriyono tak merespons panggilan telepon dan pesan yang dilayangkan Tempo ke nomor telepon selulernya. Tempo juga menitipkan pertanyaan melalui putra Hendropriyono, Diaz, tetapi tidak mendapat respons.

    Adapun Andika Perkasa ogah berkomentar ketika ditanyai soal kursi Panglima TNI. "Itu bukan kewenangan saya," ucapnya dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021. Andika juga mengaku tak pernah membicarakan isu pergantian panglima dengan mertuanya.

    Tiga purnawirawan yang menjadi sumber Tempo bercerita, Hendropriyono juga melancarkan lobi kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

    Seperti apa kisahnya? Baca lengkap beritanya berjudul "Lobi Mertua Calon Panglima" di Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...